Spirit NTT, 11 - 17 Agustus 2008, Laporan Fredy Hayong
ATAMBUA, SPIRIT--Nasib 4.995 peserta ujian paket B (setara SMP) dan paket C (setara SMA) di Kabupaten Belu, ditentukan pekan ini. Para peserta tidak otomatis lulus karena bobot soal dan sistem pemeriksaan dilakukan tim pemeriksa ujian akhir nasiponal (UAN) di Jakarta.
Kepala Sub Bagian Pendidikan Luar Sekolah (PLS) pada Dinas Pendididikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belu, Drs. Dominikus Mali, mengatakan hal itu saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (1/8/2008).
Dominikus menjelaskan, pelaksanaan ujian paket B dan paket C secara serentak sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Untuk paket B total peserta yang ikut ujian kesetaraan dari warga belajar yang selama ini didampingi PLS sebanyak 664 orang, sementara yang tidak lulus SMP sebanyak 2.973 orang.
Untuk paket C, dari warga belajar sebanyak 673 orang sementara yang tidak lulus ujian UN sebanyak 685 peserta sehingga total keseluruhan menjadi 4.995 peserta. Setelah ujian dilaksanakan, jelasnya, hasilnya langsung dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan komputerisasi. Dan, dari informasi yang diterima, direncanakan pekan ini diumumkan hasilnya.
"Jadi, untuk hasil ujian paket yang diikuti 4.995 orang, itu akan ditentukan pekan ini. Selama ini banyak yang berasumsi bahwa kalau ikut ujian paket maka dengan sendirinya lulus. Saya sampaikan jangan bermimpi. Dalam ujian paket ini sudah ada standar nilai kelulusan, yakni 5,25. Jadi kalau ada hasil yang dibawah itu maka tidak akan lulus," jelasnya.
Dominikus mengatakan, penyelenggara juga masih memberikan kemudahan kepada para peserta yang tidak lulus paket ini, yakni ujian ulang pada Oktober 2008 atau mengulang kembali di sekolah bersangkutan. Untuk itu, tegasnya, sangat keliru apabila ujian paket secara otomatis lulus.
"Memang selama ini ada penilaian miring bahwa ujian paket itu memanjakan siswa. Tetapi kita juga harus berpikir bahwa ijazah yang diperoleh peserta ujian paket ini lebih pada orientasi ke lapangan kerja. Jadi pertimbangan moril juga diperhatikan," ujarnya.
Ke depan, lanjut Dominikus, ada pola terbaru yang mau diterapkan, yakni penilaian terhadap nilai rapor. Apabila nilainya bagus maka bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sementara nilainya kurang maka diberikana ijazah untuk terjun ke dunia kerja.*
Peserta paket B dan C tak otomatis lulus
Label:
Belu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar