Spirit NTT, 11 - 17 Agustus 2008
SEKOLAH seperti yang kita ketahui adalah lembaga pendidikan yang kita percayakan sebagai rumah kedua yang tak kalah penting perannya dalam mendidik anak-anak kita. Guru adalah pengganti orang tua di sekolah yang menjadi pengajar sekaligus pendidik moral anak-anak kita.
Tapi sungguh ironis keadaan yang berkembang sekarang di mana seorang guru untuk berbicara dengan murid saja harus berhati-hati dikarenakan penyampaian dari murid yang salah kepada orang tua bisa berakibat fatal. Jadi, bagaimana seorang guru bisa menjalankan fungsinya sebagai pendidik?
Kita kembali melihat bagaimana di zaman China Kuno dulu, untuk mendapatkan seorang guru yang mau menerima anaknya sebagai murid, orang tua harus bersusah-payah mencari dan bahkan menyembah seorang guru. Dan, begitu mendengar guru memukul anaknya, si orang tua datang kepada guru tersebut untuk memberi hormat, bahkan hadiah sebagai ucapan terima kasih, karena dianggap guru tersebut telah dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam mendidik serta mengajari anaknya menjadi manusia yang berguna. Toh tidak pernah ada sejarah di mana murid yang pernah mengalami hal tersebut menjadi dendam kepada gurunya. Bahkan, murid sangat menghargai gurunya, karena mereka yakin jasa gurunya untuk keberhasilan hidupnya sangat luar biasa.
Dan, hal ini pun pernah saya alami secara pribadi, tapi sudah dengan kapasitas yang berbeda di mana di kota kecil di sebuah sekolah susteran yang menerapkan disiplin yang luar biasa di mana hanya terlambat dalam hitungan menit, kita dihukum harus mencabut sebidang rumput sampai bersih di bawah terik matahari atau membersihkan WC.
Pada saat itu rasanya kita kesal sekali dengan cara suster memberikan hukuman. Tapi jujur saja setelah terjun di masyarakat ternyata disiplin yang ditanamkan sangat bermanfaat dan ternyata menjadi nilai positif yang membuat daya juang kita selangkah lebih maju serta mental persaingan kita juga lebih siap.
Dan, terus terang saja saya pribadi sangat berterima kasih kepada suster yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam keberhasilan menanamkan disiplin di dalam hidup saya, dan jujur saja saya sangat berharap sekolah dan guru bisa memberikan pendidikan yang semestinya yang tentunya butuh kerja sama dan dukungan yang baik dari para orang tua murid tentunya.
Mari kita kembalikan peranan guru sebagai pengajar dan pendidik yang baik bagi anak anak kita. (melly kiong/pondok oemar bakri)
Peranan guru dikebiri
Label:
pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar