Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

MTQ bentengi konflik

Laporan Edy Hayong, Spirit NTT, 26 Mei-1 Juni 2008

ATAMBUA, SPIRIT--Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengajak para kafilah untuk menjadikan ajang lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke- XXII Tingkat Propinsi NTT di Atambua, Ibu kota Kabupaten Belu sebagai momentum membangun keragaman dalam nuansa gotong royong dan semangat kekeluargaan. Selain itu, membentengi sekat-sekat yang memicu konflik antaragama.

Wagub Lebu Raya mengatakan hal ini saat membuka lomba MTQ ke XXII Tingkat Propinsi NTT di lapangan umum Kota Atambua, Sabtu (24/5/2008) malam. Hadir saat itu Sekda NTT, Dr. Ir. Jamin Habib; Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez; Wabup Belu, drg. Gregorius Mau Bili; Ketua DPRD Belu, Gabriel Dermawan; Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, para muspida tingkat Propinsi NTT, kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Lebu Raya mengatakan, MTQ hendaknya dijadikan sebagai ajang untuk mempelajari dan mendalami isi Al Qur'an yang kaya akan nilai pesan moral dan petunjuk keselamatan.

Menurut dia, pelaksanaan MTQ ini merupakan saat yang tepat bagi kaum muslimin dan muslimat guna mempelajari, mendalami isi kandungan Al Qur'an. Pasalnya, dalam Al Qur'an terkandung pesan-pesan moral dalam kehidupan bermasyarakat dan sebagai petunjuk keselamatan yang abadi.

Atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, Lebu Raya meminta agar momen MTQ ini dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk membangun keragaman dalam nuansa gotong royong, kekeluargaan yang tinggi dengan mengutamakan semangat nasionalisme.

"Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Belu yang selama ini telah membina kerukunan hidup umat beragama yang begitu baik sehingga kegiatan MTQ boleh berjalan dengan aman dan lancar," ujarnya.

Menurut Lebu Raya, momentum MTQ yang diselenggarakan di Atambua ini memiliki nuansa sangat positif untuk membangun tali silahturami antar umat beragama sekaligus membentengi sekat-sekat yang dapat memicu konflik antar umat beragama. Untuk itu, katanya, kerjasama lintas agama yang sudah dipupuk selama ini antar tokoh agama dan elemen masyarakat di Belu khususnya dan NTT umumnya hendaknya terus dipertahankan.

"Saya juga meminta kepada dewan hakim supaya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Jaga kewibawaan MTQ sehingga pada gilirannya menghasilkan qori dan qoriah yang handal untuk mewakili NTT pada ajang MTQ tingkat nasional," harapnya.

Bupati Belu, Joachim Lopez, saat itu meminta masyarakat Belu menjaga, memelihara dan menciptakan suasana yang kondusif selama penyelenggaraan MTQ sepekan ini sehingga berjalan aman dan lancar. Lopez juga menyampaikan bahwa kehadiran kafilah dari berbagai kabupaten/kota sudah menjadi orang Belu yang saat ini pulang kampung.

"Kami orang Belu sudah menerima para kafilah sebagai orang Belu. Para kafilah ini merupakan orang Belu kelahiran Flores Timur, Sikka, Ende, Kupang, Alor, yang kini kembali ke kampung Belu. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat Belu akan mendukung seluruh acara ini karena kerukunan hidup umat beragama di Kabupaten Belu selama ini berjalan baik," kata Lopez. *

Tidak ada komentar: