Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tenun ikat Alor dipamerkan di China

Spirit NTT, 14-20 April 2008

KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menonjolkan produk unggulan tenun ikat Sikka dan Alor berbahan alam terutama zat pewarnanya, dalam pameran internasional yang akan diselenggerakan di Kunn Ming, China, pertengahan tahun 2008.
"Tenun ikat yang lebih menonjolkan unsur alamiah itu merupakan salah satu produk unggulan NTT yang diminati dunia internasional, sehingga akan diikutsertakan dalam pameran internasional di China itu," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) NTT, Ir. Eddy Ismail, MM, di Kupang, belum lama ini.


Ia mengatakan, NTT sudah menyatakan kesediaan untuk ikut serta dalam keragaman produk unggulan Indonesia yang akan dipajang di Pameran Kunn Ming China.
Direktorat Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian akan melibatkan semua produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia dalam pameran internasional tersebut.
Namun, tidak semua daerah mengutus orang untuk menghadiri pameran internasional itu terkait adanya keterbatasan anggaran perjalanan dinas ke luar negeri.
"Tidak ada pejabat yang mewakili NTT ke lokasi pameran internasional itu, hanya hasil industri kerajinan berbahan alam andalan NTT yang dikirim ke China untuk diketahui publik internasional," ujar Ismail.
Menurut dia, dalam waktu dekat ini Dinas Perindag NTT akan menggelar kegiatan pembinaan kelompok tenun ikat berbahan alam di Maumere Kabupaten Sikka, dan Kalabahi, Kabupaten Alor, sebagai bagian dari persiapan pengiriman hasil industri kerajinan asal NTT ke China.
Tenun ikat berbahan alam itu merupakan tuntutan masyarakat internasional, terutama bahan alam pewarna kain yang halus dan mencirikan keindahan.
"Sesungguhnya sudah banyak tenun ikat produk kerajinan rakyat NTT namun pada umumnya menggunakan bahan perwarna buatan pabrik dan bahan dasar benang yang relatif tebal. Unsur alamiah itu merupakan tuntutan pasar internasional," ujar Ismail.
Ia menambahkan, NTT juga mendapat undangan mengikuti sejumlah pameran bertaraf internasional, termasuk Singapura Expo, 2-6 Mei mendatang, namun sulit dipenuhi karena keterbatasan anggaran.
"Kalau memungkinkan dilakukan pengiriman produk unggulan untuk dipajang dalam arena Singapura Expo, ya..kita lakukan, karena anggaran perjalanan dinas ke luar negeri sangat terbatas," ujarnya. (ntt online/antara)




Tidak ada komentar: