Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Solidaritas, prinsip berlewotanah Lamaholot

Spirit NTT, 31 Maret - 6 April 2008

LARANTUKA, SPIRIT--Bupati Flores Timur (Flotim), Drs. Simon Hayon, mengatakan bekerja sama dan solider membangun masa depan bersama sesungguhnya telah menjadi prinsip utama dalam hidup berlewotana Lamaholot.
Bupati Hayon mengatakan hal ini pada apel terpadu Hari Keluarga Nasional dan HUT ke-60 Koperasi di Larantuka, belum lama ini.
Menurutnya, rasa solider itu ditemukan dalam konteks budaya Lamaholot yang tidak memiliki kata 'terima kasih' di antara kita, yang hidup di-tanaekan. Konteks budaya tersebut, katanya, menegaskan kepada seluruh warga Lamaholot bahwa sesungguhnya kita terwariskan nilai dan semangat untuk saling menolong, bahu-membahu, gotong-royong, solider pada sesama tanpa membedakan suku, agama dan pengelompokan lainnya.
Dengan kata lain, kata Hayon, relasi atau hubungan antar manusia Lamaholot didasarkan pada prinsip saling menghormati tanpa berkesudahan.
Menurut Bupati Hayon, dalam kehidupan bersama di daerah ini, ditemukan fakta adanya kelompok-kelompok yang secara struktural berada dalam posisi lemah seperti kaum miskin, orang cacat, lansia serta perempuan dan anak-anak.
Selain itu, masih dijumpai suasana persaingan yang tidak sehat antar kelompok dan antar pribadi. Suasana demikian menimbulkan perasaan tidak adil, yang pada akhirnya menyentuh hal yang paling hakiki menyangkut martabat manusia yang sama-sama di ciptakan secitra dengan Allah.
Dikatakannya, kesadaran tentang hal itu akan bertumbuh dengan baik, manakala kita mampu memposisikan perasaan kita yang mengandaikan kita secara struktural dalam posisi lemah. Dan, dengan kesadaran seperti itulah, kita terima keadaan ini sebagai tantangan untuk terus maju berjuang penuh harapan, bekerjasama dan solider membangun masa depan yang berkeadaban yang lebih adil dan sejahtera bagi semua. (humas/flotimkab.co.id)

Koperasi jadi pilihan
TENTANG koperasi, Bupati Hayon, menegaskan, lembaga itu menjadi pilihan karena sejalan dengan prinsip dari nilai budaya Lamaholot yang saling menolong dan solider terhadap sesama.
Selain itu, koperasi merupakan kumpulan manusia yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. Hubungan yang erat di antara anggota koperasi akan menimbulkan kinerja yang berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi.
"Koperasi dapat mengembangkan sistem pembiayaan bagi usaha kecil dan menciptakan wirausaha baru dalam berbagai sektor riil dan jasa yang jumlahnya selalu bertambah seiring dengan pertumbuhan dunia usaha," katanya.
Selain itu, lanjutnya, koperasi dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar serta menata usaha informal dan mencakup semua sektor kegiatan ekonomi dan memiliki pangsa pasar yang luas. Sejalan dengan itu pemerintah memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui Koperasi dan UKM dan kelompok usaha ekonomi produktif melalui sebuah sistem lokal yang sedang dirumuskan.
"Sistem lokal ini dibuat untuk menjamin terjadinya koordinasi yang efektif, keberlanjutan dan pembiayaan yang terkendali serta perguliran dana yang terkontrol," ujarnya.
Secara kelembagaan, keanggotaan, permodalan, volume usaha dan aset memang mengalami peningkatan, namun peningkatan kualitas masih memerlukan kerja keras.
Di Flotim, katanya, saat ini terdapat 85 koperasi, pada tahun 2005 sebanyak 75 koperasi dengan anggota sebanyak 22.055 orang, dengan modal usaha sebesar Rp 11.866.795.650 dan total aset sebesar Rp 27.947.238.755.
Bupati Hayon, mengajak seluruh jajaran pemerintah di daerah itu untuk memberikan kepedulian terhadap keluarga-keluarga yang relatif tidak mampu membiayai pendidikan bagi anak-anaknya danm dirinya telah menyerahkan kepada Sekretaris Daerah Flotim dan staf untuk urusan selanjutnya. (humas/flotimkab.co.id)

Tidak ada komentar: