Laporan Okto Manehat, Spirit NTT, 7-13 April 2008
KALABAHI, SPIRIT--Pemerintah pusat mengalokasikan dana APBN senilai Rp 15 miliar untuk memperbaiki jalan negara yang rusak di Kabupaten Alor. Dana senilai itu lebih difokuskan untuk ruas jalan Kalabahi-Maritaing. Ruas jalan negara lain yang juga rusak belum mendapat alokasi dananya.
Sekretaris Dinas PU Kabupaten Alor, Ir. Sumardin Sutiyo, mengatakan itu saat ditemui Kamis (3/4/2008).
Dia menjelaskan, untuk penanganan jalan yang putus baru dilakukan secara darurat oleh Pemkab Alor. Untuk perbaikan permanen belum dilakukan karena pemerintah belum mengalokasikan dana untuk penanganannya, meski pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Dinas PU Propinsi.
Meski dana APBN tahun 2008 senilai Rp 15 miliar belum turun, pemkab telah berinisiatif memperbaiki untuk sementara agar arus transportasinya tidak macet. Untuk perbaikan permanen, kata Sutiyo, sedang dilakukan tender. Diharapkan dalam waktu dekat proses tender selesai sehingga pengerjaannya dimulai awal musim kemarau.
Selain APBN, kata Sutiyo, pemerintah propinsi juga telah mengalokasikan APBD I tahun 2008, namun nilainya masih dikonfirmasi.
Di samping itu, lanjut Sutiyo, pihaknya juga mendapat bantuan dana luar negeri yang disebut EIRTP untuk kegiatan pembukaan dan peningkatan. Untuk BLN ini dialokasikan pada dua ruas jalan, yaitu Bukapiting-Apui dengan panjang 16 kilometer. Untuk ruas ini bantuan dana yang ada sebesar Rp 8 miliar. Saat ini pekerjaannya telah mencapai 10 persen dengan kegiatan penggalian. Sedangkan ruas lainnya, yaitu Lelahomi-Mainang.*
KALABAHI, SPIRIT--Pemerintah pusat mengalokasikan dana APBN senilai Rp 15 miliar untuk memperbaiki jalan negara yang rusak di Kabupaten Alor. Dana senilai itu lebih difokuskan untuk ruas jalan Kalabahi-Maritaing. Ruas jalan negara lain yang juga rusak belum mendapat alokasi dananya.
Sekretaris Dinas PU Kabupaten Alor, Ir. Sumardin Sutiyo, mengatakan itu saat ditemui Kamis (3/4/2008).
Dia menjelaskan, untuk penanganan jalan yang putus baru dilakukan secara darurat oleh Pemkab Alor. Untuk perbaikan permanen belum dilakukan karena pemerintah belum mengalokasikan dana untuk penanganannya, meski pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Dinas PU Propinsi.
Meski dana APBN tahun 2008 senilai Rp 15 miliar belum turun, pemkab telah berinisiatif memperbaiki untuk sementara agar arus transportasinya tidak macet. Untuk perbaikan permanen, kata Sutiyo, sedang dilakukan tender. Diharapkan dalam waktu dekat proses tender selesai sehingga pengerjaannya dimulai awal musim kemarau.
Selain APBN, kata Sutiyo, pemerintah propinsi juga telah mengalokasikan APBD I tahun 2008, namun nilainya masih dikonfirmasi.
Di samping itu, lanjut Sutiyo, pihaknya juga mendapat bantuan dana luar negeri yang disebut EIRTP untuk kegiatan pembukaan dan peningkatan. Untuk BLN ini dialokasikan pada dua ruas jalan, yaitu Bukapiting-Apui dengan panjang 16 kilometer. Untuk ruas ini bantuan dana yang ada sebesar Rp 8 miliar. Saat ini pekerjaannya telah mencapai 10 persen dengan kegiatan penggalian. Sedangkan ruas lainnya, yaitu Lelahomi-Mainang.*





Tidak ada komentar:
Posting Komentar