Spirit NTT, 14-20 April 2008
WAINGAPU, SPIRIT--Gereja Kristen Sumba (GKS) Cabang Kanatang mempunyai keinginan kuat untuk berkembang dengan menjadi suatu jemaat yang dewasa/mendewasakan diri. Hal ini diwujudkan dengan digelarnya suatu acara besar di bidang keagamaan yaitu pemekaran dan Pentahbisan Pendeta GKS Kanatang sesuai tata gereja dan persyaratan GKS. Proses ibadah pemekaran, pekan lalu, dihadiri oleh seluruh jemaat GKS Kanatang dan jemaat GKS Waingapu sebagai gereja induk serta undangan lainnya.
Ketua Sinode Gereja Kristen Sumba, Pdt. David Umbu Dingu, S.Th, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemekaran jemaat kanatang merupakan suatu proses yang cukup panjang di mana untuk menjadi suatu jemaat yang mandiri atau jemaat yang dewasa harus memenuhi berbagai kriteria. "Bersyukur pada hari ini kita boleh mengungkapkan suka cita kepada Tuhan dalam pengukuhan Jemaat Kanatang," ujar David.
Acara kebaktian pemekaran GKS Kanatang dilakukan dengan pentabisan pendeta atas nama Vic. Melfibozet Djami Gah, S.Th.
Acara pemekaran dan pentahbisan GKS Kanatang, selain para jemaat, turut hadir Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Mehang Kunda; Wakil Bupati, dan seluruh kepala dinas, badan, kantor dan unit kerja.
Bupati Sumba Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa pemekaran menunjukkan/menandakan semakin berkembangnya kemampuan jemaat seiring dengan pertumbuhan iman kristiani yang kuat. Dan, yang paling penting adalah mempercepat dan mendekatkan pelayanan pada semua jemaat dan orang-orang yang belum mengenal Yesus sebagai Juru Selamat.
Kepada pendeta yang baru ditahbis, Mehang mengharapkan, makna pelayanan tidak dimaknai sebagai seorang pelayan firman tetapi lebih dari itu dapat melayani seluruh jemaat.
"Masyarakat diharapkan mendukung berbagai program pemerintah dengan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat," tegas Mehang. (humas sumba timur)
WAINGAPU, SPIRIT--Gereja Kristen Sumba (GKS) Cabang Kanatang mempunyai keinginan kuat untuk berkembang dengan menjadi suatu jemaat yang dewasa/mendewasakan diri. Hal ini diwujudkan dengan digelarnya suatu acara besar di bidang keagamaan yaitu pemekaran dan Pentahbisan Pendeta GKS Kanatang sesuai tata gereja dan persyaratan GKS. Proses ibadah pemekaran, pekan lalu, dihadiri oleh seluruh jemaat GKS Kanatang dan jemaat GKS Waingapu sebagai gereja induk serta undangan lainnya.
Ketua Sinode Gereja Kristen Sumba, Pdt. David Umbu Dingu, S.Th, dalam sambutannya mengatakan bahwa pemekaran jemaat kanatang merupakan suatu proses yang cukup panjang di mana untuk menjadi suatu jemaat yang mandiri atau jemaat yang dewasa harus memenuhi berbagai kriteria. "Bersyukur pada hari ini kita boleh mengungkapkan suka cita kepada Tuhan dalam pengukuhan Jemaat Kanatang," ujar David.
Acara kebaktian pemekaran GKS Kanatang dilakukan dengan pentabisan pendeta atas nama Vic. Melfibozet Djami Gah, S.Th.
Acara pemekaran dan pentahbisan GKS Kanatang, selain para jemaat, turut hadir Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Mehang Kunda; Wakil Bupati, dan seluruh kepala dinas, badan, kantor dan unit kerja.
Bupati Sumba Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa pemekaran menunjukkan/menandakan semakin berkembangnya kemampuan jemaat seiring dengan pertumbuhan iman kristiani yang kuat. Dan, yang paling penting adalah mempercepat dan mendekatkan pelayanan pada semua jemaat dan orang-orang yang belum mengenal Yesus sebagai Juru Selamat.
Kepada pendeta yang baru ditahbis, Mehang mengharapkan, makna pelayanan tidak dimaknai sebagai seorang pelayan firman tetapi lebih dari itu dapat melayani seluruh jemaat.
"Masyarakat diharapkan mendukung berbagai program pemerintah dengan mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat," tegas Mehang. (humas sumba timur)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar