Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Pertobatan di jantung Semana Santa

Spirit NTT, 17-23 Maret 2008

PASKAH boleh dirayakan dimana saja, namun suasana berbeda hanya ada di Semana Santa Larantuka. Di sinilah ritual Kisah Salib terungkap penuh makna.
Hampir tiap tahun prosesi Semana Santa menjadi perhatian dunia, tak terkecuali tahun ini. Umat Kristiani di seantero jagad menyatu di Larantuka, Flores Timur. Di kota inilah, mereka menjiwai nilai-nilai paskah dalam bahasa kebersamaan.
Semana Santa pada dasarnya adalah ritual kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus atau lazimnya disebut Kisah Jalan Salib, dimana direnungkan peristiwa penderitaan yang dialami Tuhan Yesus mulai dari Taman Getsemani hingga puncak Golgota. Tokoh sentral dalam permenungan umat Katolik pada prosesi tersebut adalah Yesus (Tuan Ana) yang menderita dan Maria (Tuan Ma) yang berduka cita.
***
Penderitaan dan kedukaan Anak dan Ibu ini merupakan konsekwensi dari ketaatan mereka melaksanakan kehendak Bapa (karya penyelamatan) untuk menebus manusia dari dosa. Merenungkan pengalaman Tuan Ana dan Tuan Ma dalam suatu ritual yang keasliannya bertahan dari generasi ke generasi.
Bagi para peziarah, perenungan itu selalu menyalakan lilin-lilin pertobatan. Itulah lilin paskah yang menghanyutkan jiwa. Lilin yang menerangi mereka dari himpitan dosa. Lilin yang membuka mata, hati, dan perasaan akan kebesaran Tuhan. Lilin yang hanya mereka dapatkan di Semana Santa.
Dalam cahaya lilin, lantunan pujian terlontar. Dalam cahaya lilin, jutaan doa terucap. Dan, dalam cahaya lilin, Semana Santa menyaksikan terkabulnya doa-doa itu.
Fasilitas ini pula yang makin menyedot perhatian peziarah, tak terkecuali para pejabat negara dan duta besar. Perkembangan ini, mau tidak mau, suka tidak suka, mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat setempat.
Yang harus diwaspadai adalah pengaruh sebaliknya dari kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi dapat menggeser inti perayaan sehingga yang jadi tokoh sentral adalah orang-orang tertentu.
Atau karena banyaknya peziarah dari luar daerah maka umat setempat hanya mengambil peran sebagai penonton, sibuk mengurusi barang jualan, menjamu para tamu, dan lain sebagainya.
Semoga Semana Santa menjadi ungkapan iman sekaligus sarana pertobatan. (bentara wisata)

Tidak ada komentar: