Spirit NTT, 17-23 Maret 2008
BERMODAL sukses mengembangkan program keluarga berencana (KB) nasional tahun 2007, Kepala Bidang KB pada Badan Kependudukan, Catatan Sipil, dan KB Kabupaten Sikka, Gregorius Banga, optimis melangkah ke tahun 2008. Tak tanggung-tanggung, dia mematok target untuk menjaring 6.950 peserta KB baru.
"Saya optimis target capaian KB baru tahun 2008 tercapai, asalkan irama kerja ditingkatkan," ujar Gregorius Banga di sela-sela Rakerda Program KB Nasional Propinsi NTT di Hotel Sylvia Kupang, Kamis (6/3/2008).
Pada tahun 2007, diakui Gregorius Banga, pelaksanaan program KB nasional di Sikka menuai hasil yang menggembirakan. Khusus untuk cakupan KB baru terjadi peningkatan jika dibandingkan tahun 2006 yang hanya 88,88 persen menjadi 128,5 persen pada posisi Desember 2007.
Gregorius merincikan peserta KB baru di Sikka berdasarkan metode kontrasepsi, yakni IUD 392 peserta, MOW (90), kondom (268), implant (753), suntikan (344), pil (729).
"Secara propinsi keberhasilan cakupan KB baru di Sikka menempati rangking empat setelah Manggarai (157,91 persen), Manggarai Barat (137,98 persen) dan Belu (129,32 persen)," ujar Gregorius.
Yang menarik, kata Gregorius, peserta IUD, implant dan kondom meningkat. Secara propinsi, katanya, peserta IUD di Sikka menempati urutan ketiga (392 peserta) setelah Manggarai dan Manggarai Barat. Kondom, secara propinsi, Sikka menempati urutan ketiga (268 peserta) setelah TTS dan Kota Kupang. Implant untuk tingkat propinsi, lanjutnya, juga menempati rangking tiga (753 peserta) setelah TTS dan TTU.
Secara mikro Kabupaten Sikka, diakui Gregorius, dari 21 kecamatan, 19 di antaranya melampui target. Dirincikan, Kecamatan Magepanda 157,06 persen, Doreng 156,93 persen, Mapitara 124.44 persen, 15 kecamatan lainnya 100 persen. "Dua kecamatan tidak melampui target, yaitu Palue 72,9 persen dan Koting 94,79 persen," ujarnya.
Menyoal target pencapaian peserta KB baru tahun 2008, Gregorius menyebutnya 6.950 peserta. "Jika irama kerja ditingkatkan, saya optimis target ini tercapai. Apalagi pada tahun ini ada kucuran dana DAK untuk pengadaan sepeda motor dan peralatan klinik KB. Kendala selama ini perihal minimnya sarana dan prasarana khususnya kendaraan roda dua sudah terjawab melalui DAK," ujarnya.
Perihal kelembagaan sebagaimana diamanatkan PP 38 dan 41 Tahun 2007, Gregorius mengakui draft ranperda sudah disiapkan dengan nomenklatur 'Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB.' (eni)
"Saya optimis target capaian KB baru tahun 2008 tercapai, asalkan irama kerja ditingkatkan," ujar Gregorius Banga di sela-sela Rakerda Program KB Nasional Propinsi NTT di Hotel Sylvia Kupang, Kamis (6/3/2008).
Pada tahun 2007, diakui Gregorius Banga, pelaksanaan program KB nasional di Sikka menuai hasil yang menggembirakan. Khusus untuk cakupan KB baru terjadi peningkatan jika dibandingkan tahun 2006 yang hanya 88,88 persen menjadi 128,5 persen pada posisi Desember 2007.
Gregorius merincikan peserta KB baru di Sikka berdasarkan metode kontrasepsi, yakni IUD 392 peserta, MOW (90), kondom (268), implant (753), suntikan (344), pil (729).
"Secara propinsi keberhasilan cakupan KB baru di Sikka menempati rangking empat setelah Manggarai (157,91 persen), Manggarai Barat (137,98 persen) dan Belu (129,32 persen)," ujar Gregorius.
Yang menarik, kata Gregorius, peserta IUD, implant dan kondom meningkat. Secara propinsi, katanya, peserta IUD di Sikka menempati urutan ketiga (392 peserta) setelah Manggarai dan Manggarai Barat. Kondom, secara propinsi, Sikka menempati urutan ketiga (268 peserta) setelah TTS dan Kota Kupang. Implant untuk tingkat propinsi, lanjutnya, juga menempati rangking tiga (753 peserta) setelah TTS dan TTU.
Secara mikro Kabupaten Sikka, diakui Gregorius, dari 21 kecamatan, 19 di antaranya melampui target. Dirincikan, Kecamatan Magepanda 157,06 persen, Doreng 156,93 persen, Mapitara 124.44 persen, 15 kecamatan lainnya 100 persen. "Dua kecamatan tidak melampui target, yaitu Palue 72,9 persen dan Koting 94,79 persen," ujarnya.
Menyoal target pencapaian peserta KB baru tahun 2008, Gregorius menyebutnya 6.950 peserta. "Jika irama kerja ditingkatkan, saya optimis target ini tercapai. Apalagi pada tahun ini ada kucuran dana DAK untuk pengadaan sepeda motor dan peralatan klinik KB. Kendala selama ini perihal minimnya sarana dan prasarana khususnya kendaraan roda dua sudah terjawab melalui DAK," ujarnya.
Perihal kelembagaan sebagaimana diamanatkan PP 38 dan 41 Tahun 2007, Gregorius mengakui draft ranperda sudah disiapkan dengan nomenklatur 'Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB.' (eni)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar