Laporan Alfred Dama, Spirit NTT 18-24 Februari 2008
KUPANG, SPIRIT--Bupati Kupang, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, mengajak para sarjana kembali ke desa membangun desa. Sebab, lahan pertanian di desa masih sangat luas yang bisa dimanfaatkan para sarjana di desa tersebut.
Ajakan Bupati Medah ini disampaikan ketika melepas 38 orang alumni Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang untuk mendampingi masyarakat di 106 desa pada 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Kupang. Para sarjana dari berbagai disiplin ilmu tersebut akan menjadi tim Pendamping Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat selama tiga bulan mulai 11 Februari hingga 11 Mei mendatang.
Pada acara pelepasan yang berlangsung di Aula A 300 Kampus Unwira-Kupang, Senin (11/2/2008), Bupati Medah didampingi Rektor Unwira, P. Dr. Cosmas Fernandez, SVD, M.A, sejumlah unsur pimpinan Unwira serta para dosen.
"Generasai muda sekarang banyak yang mencari kerja ke kota, tapi hanya sekitar 10 persen saja yang dapat kerja, sisanya 90 persen tidak mendapatkan pekerjaan. Padahal sumber daya yang ada di desa belum dimaksimalkan," jelas Medah.
Dia menjelaskan, dengan berbekal ilmu dan pengalaman di kota, generasi muda sebetulnya tidak perlu malu untuk kembali ke desa, menggarap lahan pertanian. Sebab, bekerja di sektor pertanian juga profesi.
Ia mencontohkan pemuda di Australia yang tidak sungkan bekerja pada sektor pertanian sehingga menjadi sumber kehidupan bagi mereka. "Lihat saja pemuda di Australia, siang hari mereka bekerja di pertanian, malamnya mereka sudah masuk ke pub atau diskotek. Jadi tidak ada perbedaan dengan orang yang tidak bekerja di sektor itu. Jangan seperti pemuda di sini, mau ke pub tapi tidak ada uang," jelasnya.
Menurut Medah, di Kabupaten Kupang saat ini ada sekitar 300 ribu hektar lahan tidur dan kini sudah berkurang menjadi 200 ribu hektar. Kurangnya lahan tidur ini karena pihaknya memaksimalkan kinerja para camat untuk memberdayakan lahan tidur tersebut. Namun kini masih ada sekitar 200 ribu hektar lahan tidur. Untuk itu, diperlukan tenaga-tenaga yang mau bekerja keras mengelola lahan tidur tersebut.
Di akhir sambutannya, Ibrahim Medah juga mengatakan ke depan Pemerintah Kabupaten Kupang akan bekerja sama dengan Unwira untuk pendampingan sekolah dasar dan desa-desa di Kabupaten Kupang. Ini merupakan komitmen antara Unwira dan Pemkab Kupang.
Sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Kupang tersebut adalah Sabu Tengah, Sabu Liae, Sabu Timur, Sabu Selatan, Fatuleu Tengah, Amfoang Selatan, Amfoang Utara, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Amarasi, Amarasi Timur, Kupang Timur dan Amarasi Selatan. *
Ajakan Bupati Medah ini disampaikan ketika melepas 38 orang alumni Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang untuk mendampingi masyarakat di 106 desa pada 14 kecamatan di wilayah Kabupaten Kupang. Para sarjana dari berbagai disiplin ilmu tersebut akan menjadi tim Pendamping Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat selama tiga bulan mulai 11 Februari hingga 11 Mei mendatang.
Pada acara pelepasan yang berlangsung di Aula A 300 Kampus Unwira-Kupang, Senin (11/2/2008), Bupati Medah didampingi Rektor Unwira, P. Dr. Cosmas Fernandez, SVD, M.A, sejumlah unsur pimpinan Unwira serta para dosen.
"Generasai muda sekarang banyak yang mencari kerja ke kota, tapi hanya sekitar 10 persen saja yang dapat kerja, sisanya 90 persen tidak mendapatkan pekerjaan. Padahal sumber daya yang ada di desa belum dimaksimalkan," jelas Medah.
Dia menjelaskan, dengan berbekal ilmu dan pengalaman di kota, generasi muda sebetulnya tidak perlu malu untuk kembali ke desa, menggarap lahan pertanian. Sebab, bekerja di sektor pertanian juga profesi.
Ia mencontohkan pemuda di Australia yang tidak sungkan bekerja pada sektor pertanian sehingga menjadi sumber kehidupan bagi mereka. "Lihat saja pemuda di Australia, siang hari mereka bekerja di pertanian, malamnya mereka sudah masuk ke pub atau diskotek. Jadi tidak ada perbedaan dengan orang yang tidak bekerja di sektor itu. Jangan seperti pemuda di sini, mau ke pub tapi tidak ada uang," jelasnya.
Menurut Medah, di Kabupaten Kupang saat ini ada sekitar 300 ribu hektar lahan tidur dan kini sudah berkurang menjadi 200 ribu hektar. Kurangnya lahan tidur ini karena pihaknya memaksimalkan kinerja para camat untuk memberdayakan lahan tidur tersebut. Namun kini masih ada sekitar 200 ribu hektar lahan tidur. Untuk itu, diperlukan tenaga-tenaga yang mau bekerja keras mengelola lahan tidur tersebut.
Di akhir sambutannya, Ibrahim Medah juga mengatakan ke depan Pemerintah Kabupaten Kupang akan bekerja sama dengan Unwira untuk pendampingan sekolah dasar dan desa-desa di Kabupaten Kupang. Ini merupakan komitmen antara Unwira dan Pemkab Kupang.
Sebanyak 14 kecamatan di Kabupaten Kupang tersebut adalah Sabu Tengah, Sabu Liae, Sabu Timur, Sabu Selatan, Fatuleu Tengah, Amfoang Selatan, Amfoang Utara, Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Amarasi, Amarasi Timur, Kupang Timur dan Amarasi Selatan. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar