Laporan Oby Lewanmeru, Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007
LABUAN BAJO, SPIRIT--Empat puluh orang anggota delegasi Pacific Asean Travel Agencies (PATA) meninjau sejumlah obyek wisata di Manggarai Barat (Mabar), akhir September lalu. Selama ini anggota PATA ikut menjual paket wisata Mabar ke mancanegara.
Di Labuan Bajo, Pemkab Mabar menjamu anggota PATA ini dengan menggelar gala dinner di lokasi wisata Pantai Pede, Minggu (30/9/2007). Acara ini juga dihadiri Asisten II Setda Mabar, Ny. Partini Hardjokusumo, S.H, pimpinan dinas/instansi/badan lingkup Pemkab Mabar serta undangan lainnya.
Bupati Manggarai Barat, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, pada acara itu, mengatakan, wilayah Mabar harus diupayakan menjadi daerah tujuan utama wisata, selain Bali dan jangan menjadi daerah tujuan wisata cadangan.
Menurut Bupati Pranda, obyek wisata di Mabar cukup banyak, namun masih harus dipromosikan dan dibenahi. Semua obyek wisata itu sangat diminati wisatawan.
Bupati Pranda sempat berpromosi dan menjelaskan tentang sejumlah obyek wisata di daerah itu selain obyek wisata dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Sejumlah obyek wisata itu antara lain Batu Cermin, Air Terjun Cunca Wulang, Danau Sano Nggoang, Istana Ular, Pantai Mberenang (Nangalili), Hutan Mbeliling, dan sejumlah obyek lainnya.
Dia mengakui, saat ini pemerintah sedang membenahi pariwisata di daerah itu selain infrastruktur, yakni pembenahan sumber daya manusia (SDM) yang nantinya mengelola pariwisata di daerah itu.
"Yang perlu diperhatikan adalah guide atau pemandu wisata. Mereka itu selain fasih berbahasa asing, juga harus memiliki kemampuan menjelaskan tentang obyek wisata. Jadi bukan hanya bermodal bahasa Inggris atau asing tapi harus mampu memberikan penjelasan terhadap tamu tentang obyek wisata yang dikunjungi," jelasnya.
Ketua Association of Indonesia Travel Agecies (ASITA) Kabupaten Mabar, Huberthus Hamun, mengatakan, 40 orang delegasi PATA berasal dari sejumlah negara terutama Asia Pasifik. "Mereka datang ke sini untuk melihat dari dekat bagaimana obyek wisata di Mabar karena selama ini mereka termasuk pihak yang turut menjual paket wisata di daerah ini ke mancanegara," kata Hamun.
Dia menjelaskan, mereka menjual paket melalui promosi, namun tidak pernah melihat langsung kondisi obyek wisata di daerah ini. Apalagi adanya kawasan TNK sebagai salah satu lokasi obyek wisata cukup terkenal. Kedatangan rombongan PATA merupakan hal positif dalam mempromosikan pariwisata di Mabar. *
Di Labuan Bajo, Pemkab Mabar menjamu anggota PATA ini dengan menggelar gala dinner di lokasi wisata Pantai Pede, Minggu (30/9/2007). Acara ini juga dihadiri Asisten II Setda Mabar, Ny. Partini Hardjokusumo, S.H, pimpinan dinas/instansi/badan lingkup Pemkab Mabar serta undangan lainnya.
Bupati Manggarai Barat, Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, pada acara itu, mengatakan, wilayah Mabar harus diupayakan menjadi daerah tujuan utama wisata, selain Bali dan jangan menjadi daerah tujuan wisata cadangan.
Menurut Bupati Pranda, obyek wisata di Mabar cukup banyak, namun masih harus dipromosikan dan dibenahi. Semua obyek wisata itu sangat diminati wisatawan.
Bupati Pranda sempat berpromosi dan menjelaskan tentang sejumlah obyek wisata di daerah itu selain obyek wisata dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Sejumlah obyek wisata itu antara lain Batu Cermin, Air Terjun Cunca Wulang, Danau Sano Nggoang, Istana Ular, Pantai Mberenang (Nangalili), Hutan Mbeliling, dan sejumlah obyek lainnya.
Dia mengakui, saat ini pemerintah sedang membenahi pariwisata di daerah itu selain infrastruktur, yakni pembenahan sumber daya manusia (SDM) yang nantinya mengelola pariwisata di daerah itu.
"Yang perlu diperhatikan adalah guide atau pemandu wisata. Mereka itu selain fasih berbahasa asing, juga harus memiliki kemampuan menjelaskan tentang obyek wisata. Jadi bukan hanya bermodal bahasa Inggris atau asing tapi harus mampu memberikan penjelasan terhadap tamu tentang obyek wisata yang dikunjungi," jelasnya.
Ketua Association of Indonesia Travel Agecies (ASITA) Kabupaten Mabar, Huberthus Hamun, mengatakan, 40 orang delegasi PATA berasal dari sejumlah negara terutama Asia Pasifik. "Mereka datang ke sini untuk melihat dari dekat bagaimana obyek wisata di Mabar karena selama ini mereka termasuk pihak yang turut menjual paket wisata di daerah ini ke mancanegara," kata Hamun.
Dia menjelaskan, mereka menjual paket melalui promosi, namun tidak pernah melihat langsung kondisi obyek wisata di daerah ini. Apalagi adanya kawasan TNK sebagai salah satu lokasi obyek wisata cukup terkenal. Kedatangan rombongan PATA merupakan hal positif dalam mempromosikan pariwisata di Mabar. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar