Laporan Oby Lewanmeru, Spirit NTT, 8-15 Oktober 2007
LABUAN BAJO, SPIRIT--Hasil identifikasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, 40 persen jalur jalan lintas pantai utara wilayah itu rusak. Sekitar 60 persen telah diperbaiki secara bertahap setiap tahun anggaran dan saat ini sudah dimanfaatkan. Diharapkan tahun 2008 semua kerusakan di jalur pantura sudah bisa diperbaiki sehingga mobilitas manusia dan barang di wilayah itu ke Kota Labuan Bajo dan kota-kota lain di Flores bisa berjalan baik.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kabupaten Mabar, Ir. Petrus Lengo, mengatakan itu saat ditemui SPIRIT NTT di Labuan Bajo, Senin (1/10/2007). Dia ditemui terkait upaya pemerintah daerah setempat dalam penanganan infrastruktur jalan pada jalur pantura di daerah itu.
Menurut Lengo, jalur jalan pantura tetap menjadi perhatian pemerintah, baik pusat maupun daerah karena jalur itu sudah diprogramkan beberapa waktu lalu sehingga secara bertahap akan dibenahi. "Kini kerusakan yang ada sisa sekitar 40-an persen, karena selama tiga tahun terakhir pemerintah sudah memberikan pembenahan pada jalur tersebut. Meski secara bertahap, namun diperkirakan tahun 2008 mendatang semua kerusakan bisa diakomodir," kata Lengo.
Dia menjelaskan, jalur pantura di daerah itu mulai dari Nggorang-Kondo, Kondo-Noa, Noa-Hita, Hita-Rego, Rego-Pateng. Sementara untuk menghubungkan transportasi antara wilayah Mabar dengan Kabupaten Manggarai, jalur yang menghubungkan, yakni jalur dari Pateng, Kecamatan Macang Pacar menuju ke Kecamatan Reo-Manggarai.
Tentang upaya pembenahan pada tahun 2007 ini, mantan Kadis Kimpraswil Sikka ini mengatakan, tahun ini pemerintah setempat mendapat dana bantuan bencana alam sebesar Rp 5 miliar. "Dana itu kami alokasikan untuk dua ruas jalan pada pantura, sehingga saya perkirakan kerusakan dari 40 persen itu akan berkurang tinggal 30 persen," katanya.
Dikatakannya, dengan pembenahan secara bertahap, maka ke depan jalur pantura sudah memiliki akses yang cukup lancar dan baik. "Jadi untuk perbatasan antara Mabar dan Manggarai di jalur pantura kita akan relokasi beberapa titik karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas dan tentunya akan lebih pendek lagi karena kita potong yang berlekuk. Ini berada sekitar jalur Hita-Rego-Pateng menuju Reo," kata Lengo. *
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kabupaten Mabar, Ir. Petrus Lengo, mengatakan itu saat ditemui SPIRIT NTT di Labuan Bajo, Senin (1/10/2007). Dia ditemui terkait upaya pemerintah daerah setempat dalam penanganan infrastruktur jalan pada jalur pantura di daerah itu.
Menurut Lengo, jalur jalan pantura tetap menjadi perhatian pemerintah, baik pusat maupun daerah karena jalur itu sudah diprogramkan beberapa waktu lalu sehingga secara bertahap akan dibenahi. "Kini kerusakan yang ada sisa sekitar 40-an persen, karena selama tiga tahun terakhir pemerintah sudah memberikan pembenahan pada jalur tersebut. Meski secara bertahap, namun diperkirakan tahun 2008 mendatang semua kerusakan bisa diakomodir," kata Lengo.
Dia menjelaskan, jalur pantura di daerah itu mulai dari Nggorang-Kondo, Kondo-Noa, Noa-Hita, Hita-Rego, Rego-Pateng. Sementara untuk menghubungkan transportasi antara wilayah Mabar dengan Kabupaten Manggarai, jalur yang menghubungkan, yakni jalur dari Pateng, Kecamatan Macang Pacar menuju ke Kecamatan Reo-Manggarai.
Tentang upaya pembenahan pada tahun 2007 ini, mantan Kadis Kimpraswil Sikka ini mengatakan, tahun ini pemerintah setempat mendapat dana bantuan bencana alam sebesar Rp 5 miliar. "Dana itu kami alokasikan untuk dua ruas jalan pada pantura, sehingga saya perkirakan kerusakan dari 40 persen itu akan berkurang tinggal 30 persen," katanya.
Dikatakannya, dengan pembenahan secara bertahap, maka ke depan jalur pantura sudah memiliki akses yang cukup lancar dan baik. "Jadi untuk perbatasan antara Mabar dan Manggarai di jalur pantura kita akan relokasi beberapa titik karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas dan tentunya akan lebih pendek lagi karena kita potong yang berlekuk. Ini berada sekitar jalur Hita-Rego-Pateng menuju Reo," kata Lengo. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar