Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sudah saatnya Sabu diberi otonomi

SABU memiliki obyek wisata dengan daya tarik yang memesona. Bupati Kupang, Drs. Ibrahim Agustinus Medah, memprogramkan untuk mempromosikannya ke luar daerah agar ada yang tertarik dengan obyek wisata itu, mau turut berinvestasi, terutama sektor-sektor terkait. Misalnya, infrastruktur, telekomunikasi, transportasi, dan lain sebagainya. "Di Sabu, misalnya, kita harapkan landasan pesawat terbang bisa diperpanjang, sehingga jadwal penerbangan bisa semakin sering. Jangan jadwal terbang cuma seminggu sekali, nanti orang malas datang," katanya belum lama ini.

Tentang wacana pemekaran Pulau Sabu, bagaimana tanggapan Bupati Medah?
Orang banyak berpendapat, karena kondisi alam kurang potensial, lalu Sabu tidak pantas. Malah, menurut saya, itu terbalik. Kalau kita hanya melihat, dari alamnya yang kering, sehinga tidak pantas menjadi kabupaten. Justru kalau dibiarkan begitu saja, jauh dari kabupaten induk, sehingga kurang intensif perawatan terhadapnya. Maka, makin hari mengalami kemunduran. Sehingga, suatu saat, kemunduran itu begitu ekstrim. Sampai, mungkin saja, masyarakat tidak betah lagi tinggal di situ. Oleh karena itu, sebelum Sabu mengalami degradasi ekstrem, sudah saatnya kita memberikan otonomi, agar pembangunannya jauh lebih intensif. Jika tidak, akan mengalami kemunduran ekstrem. Dengan memberi otonomi, potensi ekonomi akan lebih cepat tereksploitasi. Menurut saya, sekarang saat paling tepat kita beri otonomi.

Artinya, pemberdayaan Sabu harus melalui otonomi?
Jika kita berpikir terbalik, membiarkan Sabu dalam keadaan kering dan tidak potensial, maka degradsi akan cepat terjadi. Selanjutnya akan mengalami kemunduran yang pesat. Daripada mengalami kemunduran, lebih baik kita beri dia otonomi. Ada potensi potensial yang segera dieksploitasi untuk menunjang otonomi. Misalnya, sektor kelautan. Potensi penangkapan ikan sangat besar, karena berada pada posisi zona ZEE, dimana potensi ikannya besar. Kalau Sabu diberi otonomi, potensi yang ada, bakal memberi kontribusi yang besar, khususnya sektor kelautan. Sembari begitu, juga dilakukan rehabilitasi daratan, misalnya membangun embung, menanam pohon tuak, dan lain sebagainya.

Tampaknya, ide otonomi dan pemekaran bukan sekadar wacana?
Ini bukan wacana untuk menyenangkan hati rakyat. Ini sangat serius. Saya sudah menurunkan tim independen dari Jakarta untuk melakukan survai. Kita harap sebelum Natal, kajiannya sudah selesai, sehingga kita dapat merekomendasikan ke pemerintah pusat. (bentara online.com) Spirit NTT, 10-16 Desember 2007.

Tidak ada komentar: