Laporan Humas Kota Kupang, Spirit NTT 3-10 Desember 2007
KUPANG, SPIRIT--Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah abdi masyarakat, bukan sebagai tuan atau bos. Sebagai abdi negara, sangat penting bagi seorang PNS menampilkan perilaku yang bisa menumbuhkan citra atau kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Peringatan ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Setda Kota Kupang, Winestra Manuhutu, S.Ip, pada acara penutupan pendidikan dan latihan (Diklat) prajabatan CPNSD golongan I dan II lingkup Pemerintah Kota Kupang tahun 2007, di Aula Aasando Lantai III Kantor Walikota Kupang, Senin (26/11/2007).
Menurut Adoe, PNS harus melakukan pembenahan terhadap beberapa hal mendasar yang dimulai dari dalam diri sendiri serta disiplin dalam berbagai aspek, loyal terhadap pimpinan, jujur, semangat dan etos kerja serta pelayanan prima bagi terciptanya kinerja pemerintahan yang optimal, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas.
"Melalui diklat yang berlangsung sekitar satu bulan, kiranya benar-benar efektif untuk mendukung seluruh keberadaan para peserta sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan aparatur pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan penempaan mental, perilaku, serta budi pekerti sesuai tuntutan normatif seorang PNS yang baik dan bertanggung jawab," kata Adoe.
Di akhir sambutannya, Adoe menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, dalam hal ini BKD Kota Kupang, juga kepada widyaiswara dan instruktur yang telah membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tugas-tugas administrasi perkantoran dan pelayanan kemasyarakatan.
Kepala BKD Kota Kupang, Christofel Beda, dalam laporannya menyebut jumlah peserta yang mengikuti diklat sebanyak 214 orang, 211 orang di antaranya berasal dari Kota Kupang, satu orang dari Kabupaten Kupang, dua orang dari Politeknik Kupang. Rinciannya, kualifikasi tenaga kesehatan 26 orang, tenaga pendidikan 98 orang dan tenaga teknis lainnya 87 orang.
Aspek yang dinilai selama diklat adalah sikap dan perilaku, pendalaman materi dan karya tulis. Berdasarkan penilaian, 213 orang dinyatakan lulus, satu orang tidak lulus karena mengalami sakit selama pendidikan. Beda mengatakan, kepada peserta yang lulus diberikan surat tanda tamat pendidikan dan latihan. *
Peringatan ini disampaikan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Setda Kota Kupang, Winestra Manuhutu, S.Ip, pada acara penutupan pendidikan dan latihan (Diklat) prajabatan CPNSD golongan I dan II lingkup Pemerintah Kota Kupang tahun 2007, di Aula Aasando Lantai III Kantor Walikota Kupang, Senin (26/11/2007).
Menurut Adoe, PNS harus melakukan pembenahan terhadap beberapa hal mendasar yang dimulai dari dalam diri sendiri serta disiplin dalam berbagai aspek, loyal terhadap pimpinan, jujur, semangat dan etos kerja serta pelayanan prima bagi terciptanya kinerja pemerintahan yang optimal, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas.
"Melalui diklat yang berlangsung sekitar satu bulan, kiranya benar-benar efektif untuk mendukung seluruh keberadaan para peserta sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan aparatur pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pembinaan dan penempaan mental, perilaku, serta budi pekerti sesuai tuntutan normatif seorang PNS yang baik dan bertanggung jawab," kata Adoe.
Di akhir sambutannya, Adoe menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, dalam hal ini BKD Kota Kupang, juga kepada widyaiswara dan instruktur yang telah membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan tugas-tugas administrasi perkantoran dan pelayanan kemasyarakatan.
Kepala BKD Kota Kupang, Christofel Beda, dalam laporannya menyebut jumlah peserta yang mengikuti diklat sebanyak 214 orang, 211 orang di antaranya berasal dari Kota Kupang, satu orang dari Kabupaten Kupang, dua orang dari Politeknik Kupang. Rinciannya, kualifikasi tenaga kesehatan 26 orang, tenaga pendidikan 98 orang dan tenaga teknis lainnya 87 orang.
Aspek yang dinilai selama diklat adalah sikap dan perilaku, pendalaman materi dan karya tulis. Berdasarkan penilaian, 213 orang dinyatakan lulus, satu orang tidak lulus karena mengalami sakit selama pendidikan. Beda mengatakan, kepada peserta yang lulus diberikan surat tanda tamat pendidikan dan latihan. *





Tidak ada komentar:
Posting Komentar