Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger


Keamanan Tanggung jawab Semua Pihak
Spirit NTT, 18-24 Mei 2009

MAUMERE, SPIRIT
--Masalah keamanan merupakan tanggung jawab semua pihak di NTT dengan cara mencegah dan mengatasi berbagai gangguan keamanan dan konflik yang ada.

Hal ini disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Sikka Drs. Sosimus Mitang, ketika membuka Kegiatan Peningkatan Kerja Sama dengan Aparat Keamanan dan Teknik Pencegahan Kejahatan Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2009, di Aula Hotel Mai Wali, Jalan Don Thomas, Kamis (7/5/2009).

Masalah gangguan kemanan, kata Lebu Raya, merupakan masalah serius yang harus kita cegah dan kita tanggulangi bersama. Karena, lanjutnya, dampak dari gangguan keamanan akan ikut memberi pengaruh kepada bidang-bidang kehidupan lainnya yang ada di tengah kehidupan masyarakat. "Kejahatan juga merupakan produk dari kehidupan sosial masyarakat, untuk itu masyarakat harus terus mendapat pembinaan kesadaraan," katanya.



Pencegahan terhadap gangguan keamanan, saran Lebu Raya, supaya dilaksanakan dengan berbagai kebijakan yang ada, secara tegas dan menyeluruh. "Dan, hendaknya kegiatan ini mampu memunculkan strategi pokok dalam upaya pencegahan gangguan terhadap keamanan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Propinsi NTT, Drs. MP Florianus, dalam laporannya yang disampaikan Kepala Bidang Fasilitas Politik dan Kajian Masalah Strategis Kesbangpol dan Linmas Propinsi NTT, Drs. Adi Mandala, menyebut tujuan penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Kerja Sama dengan Aparat Keamanan dan Teknik Pencegahan Kejahatan Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2009 untuk memfasilitasi komponen strategis masyarakat dan aparatur pemerintah dalam menggali kearifan-kearifan lokal, memberdayakan peran dan tanggung jawab serta menyatukan konsep pemikiran sehingga mampu mengindentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi di daerah dan secara bersama-sama menemukan dan mengemukakan solusi pemecahannya.
Tujuan lainnya, terwujudnya keterpaduan dan keserasian penyelesaian dan penanganan konflik di daerah, serta memantapkan pemerintah dan komponen strategis masyarakat dalam rangka memanage gejolak dan konflik sosial di daerah masing-masing.

Kegiatan ini di ikuti para kapala badan, Kantor Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Kota se-NTT, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur aparat keamanan yang ada di Kabupaten Sikka. Kegiatan berlangsung hingga Jumat (8/5/2009).
Hadir pada acara pembukaan kegiatan Peningkatan Kerja Sama dengan Aparat Keamanan dan Teknik Pencegahan Kejahatan Tingkat Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2009 tersebut, antara lain, jajaran Muspida Sikka dan undangan lainnya. (john oriwis)


Tidak ada komentar: