Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kabupaten/Kota Segera Terima Dana BOS Triwulan Kedua

Spirit NTT, 107 Juni 2009, Laporan Methil Dhiu

KUPANG, SPIRIT
--Semua kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan kedua yang diagendakan dicairkan dalam minggu ini (25-30 Mei 2009, Red). Dana tahap kedua ini senilai Rp 108.438.750,00.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (PPO) Propinsi NTT, Drs. Haji Husen, menyampaikan hal tersebut kepada SPIRIT NTT usai pembukaan Pelatihan Tim Pelatih Kabupaten/Kota Program BOS Tahun 2009, Dalam Rangka Sekolah Gratis Propinsi NTT, di Hotel Sasando Kupang, Minggu (24/5/2009).


Menurut Haji Husen, pencairan akan dilakukan minggu ini karena Surat Perintah Pembayaran (SP2) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan selanjutnya ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kupang sudah ada. Biasanya, kata Haji Husen, jika SP2 sudah ada BRI akan segera mencairkan dana tersebut satu minggu sesudahnya. Diharapkan dalam minggu ini dana tersebut sudah ditransfer ke rekening masing-masing sekolah.

Dikatakannya, pembayaran dana BOS triwulan kedua ini berjalan sesuai dengan perencanaan karena semua persyaratan yang dibutuhkan sudah diberikan oleh semua kabupaten/kota. "Pembayaran triwulan kedua memang lebih mudah dilakukan karena semua kabupaten/kota sudah memasukkan semua persyaratan. Pembayaran tahap pertama sudah dilakukan semuanya walau ada beberapa kendala," katanya.

Ia mengimbau, tim manajemen kabupaten/kota untuk segera memasukkan data-data dan semua kelengkapan persyaratan untuk tahap ketiga sehingga pada saatnya nanti akan segera dibayarkan. Diharapkan agar semua data dan persyaratan sudah masuk selambat-lambatnya bulan Juli sebelum tahun ajaran baru.

Menurutnya, kenaikan alokasi dana BOS dari tahun ke tahun dilakukan untuk tercapainya upaya pemerataan dan perluasan akses. Selain itu, katanya, dalam upaya peningkatan mutu. Untuk itu, katanya, pengelola dana BOS harus memahami betul pemanfaatannya sehingga bisa berguna bagi sekolah.
Dikatakannya, para kepala sekolah perlu didorong untuk tampil sebagai manajer dan para guru dilibatkan dengan dukungan komite dan orangtua dalam pengelolaan sekolah. (*)

Tidak ada komentar: