Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Dinkes Belu-Unicef Bahas Persoalan Gizi

Spirit NTT, 1-7 Juni 2009, Laporan Edy Hayong

ATAMBUA, SPIRIT
---Dinas Kesehatan (Dinkes) Belu bersama dengan Unicef membahas persoalan gizi yang kerap melanda masyarakat di Kabupaten Belu. Hasil temuan tim kesehatan menunjukkan pengetahuan gizi termasuk pemberian makanan bergizi di masyarakat masih tergolong rendah.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Belu, dr. Lau Fabianus mengatakan itu melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Keluarga, Theresia MB Saik, SKM,M.Kes, di sela-sela kegiatan pertemuan semi lokakarya pembahasan hasil riset formatif, di aula Emaus Keuskupan Atambua, Selasa (26/5/2009). Kegiatan ini diagendakan berlangsung tiga hari (26-28 Mei 2009).



Theresia mengungkapkan, pengetahuan gizi di wilayah ini masih merupakan persoalan yang butuh perhatian semua pihak. Pemerintah melalui dinas kesehatan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui bidan mengenai pentingnya gizi.

Dari hasil riset tim 10 dari Dinkes Belu, katanya, tingkat pengetahuan masyarakat terhadap gizi relatif minim. Terhadap hasil temuan tim itu maka dinas bersama Unicef bersepakat menyelenggarakan lokakarya untuk membahasnya.

"Lokakarya tentang gizi sangat penting sehingga akan muncul masukan dari berbagai elemen terkait tentang bagaimana meningkatkan pengetahuan masyarakat (kaum ibu) terhadap gizi. Kita juga berharap dari pertemuan bersama ini diharapkan adanya perubahan perilaku masyarakat terhadap gizi dan siapa yang jadi titik sasaran sosialisasi mengenai gizi. Intinya persoalan gizi harus benar diketahui masyarakat kalau mau derajat kesehatan di daerah ini meningkat," ujarnya.

Menurutnya, dari data yang ada menunjukkan tingkat prevalensi pengetahuan masyarakat mengenai gizi masih minim di hampir semua kecamatan. Namun yang paling kurang terutama di wilayah Weliman, Nualain, Halilulik dan Weoe. Pihaknya akan terus memberikan sosialisasi sehingga pada akhirnya masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya gizi.

"Harapannya masyarakat tidak sekedar mengetahui tentang apa itu gizi tapi harus benar-benar mempraktekkannya. Kita harapkan partisipasi para bidan karena masyarakat sekarang lebih percaya bidan," tambahnya. (*)

Tidak ada komentar: