Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Jeli dalam Memilih Sekolah untuk Anak .... (2)

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

* Hasil Riset Sistem Sekolah Berbasiskan Multiple Intelligence dan Holistic Learning
Selain memperhatikan unsur-unsur tersebut di atas, ada beberapa poin yang dapat membantu orang tua dalam memilih sekolah yang benar-benar berkualitas bagi masa depan anaknya.

* Memiliki konsep sekolah yang jelas dan tepat
Konsep sekolah sangat penting, karena konsep ibarat sebuah 'resep' dalam pembuatan kue. Hanya konsep yang tepat sajalah yang akan menghasilkan kue-kue yang berkualitas. Oleh karena itu, jenis kue yang sama sering kali memiliki rasa yang berbeda-beda. Hanya kue dengan resep yang tepatlah yang dapat menghasilkan rasa yang lezat dan disukai.



* Pemahaman yang mendalam akan konsep sekolah
Seluruh jajaran mulai dari pimpinan, guru, administrasi secara keseluruhan mengetahui dan memahami konsep dasarnya yang dimiliki oleh sekolahnya, dan menerapkan konsep tersebut kepada siswa dalam proses belajar dan mengajar.

* Program pengembangan SDM yang kontinyu
Guru-guru yang secara terus-menerus mendapat pelatihan dan program pengembangan yang berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan keahliannya.

* Melibatkan orang tua dan anak secara aktif
Proses ini akan sangat membantu kedua belah pihak untuk dapat menjamin tersolusikannya setiap permasalahan anak. Karena anak pada dasarnya merupakan produk orang tua dan sekolahnya. Hal ini dapat dilakukan, misalnya dengan mengadakan pelatihan pendidikan bagi orang tua, voluntary parent, pemecahan problem perilaku bersama, kunjungan ke obyek pembelajaran luar sekolah.

* Dasar rekrutmen guru-guru yang tepat dan ketat
Pemilihan guru dan para pendidik harus lebih mengutamakan pada kecintaan kepada anak serta bidang pendidikan bukan pada gelar-gelar akademik semata, karena banyak sekali guru yang bergelar tinggi tapi justru tidak mencintai bidangnya.

* Guru yang memahami psikologi perkembangan anak
Para gurunya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai psikologi anak dan pendidikan (Psikologi Perkembangan, Gaya Belajar, Komunikasi). Dia bisa menjelaskan tidak hanya apa yang diberikan dalam proses pembelajaran akan tetapi juga mengapa dan untuk apa hal itu diberikan pada anak.

* Para guru yang menguasai teknik-teknik pengajaran dan pendidikan
Guru harus menempatkan posisinya sebagai sahabat bagi siswa bukan sebagai instruktur; sehingga siswa merasa belajar dengan sahabatnya bukan dengan instrukturnya.

* Sistem dan pola Pembelajaran yang mengacu pada proses perkembangan kemampuan secara berkala, bukan pada ujian akhir
Penilaian hasil sebuah pembelajaran adalah proses peningkatan dari waktu-kewaktu kemampuan siswa, mulai dari tidak bisa menjadi bisa dan mahir bukan hanya berbasiskan tes/ujian di akhir masa pembelajaran saja. Sistem ini disebut sebagai 'Portfolio Management.'
Sistem pendidikan dan pengajaran yang memberdayakan kemampuan unggul 'unik' setiap anak. Tidak memberlakukan sistem ranking dan rata-rata kelas, akan melainkan menggunakan sistem yang mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing individu dengan berfokus pada keunggulannya. Sehingga anak paham akan potensi keunggulan dirinya masing-masing.

* Tidak menggunakan kelas sebagai satu-satunya tempat belajar
Setiap tempat adalah tempat belajar yang baik dan sempurna bagi siswa, sementara kelas adalah hanya salah satunya.

* Tidak menggunakan papan tulis dan buku sebagai satu-satunya media belajar
Media belajar yang baik adalah dengan membuat alat pembelajaran sendiri dari lingkungannya dengan mengandalkan ide-ide kreatif dari guru dan siswa. Buku dan papan tulis hanyalah alat bantu untuk memvisualisasikan apa yang diinginkan oleh guru pada siswanya.

* Materi yang seimbang antara akademik dan life skill
Di luar sekolah anak akan menghadapi berbagai macam tantangan kehidupan nyata bagi dirinya saat ini dan kelak setelah dewasa. Oleh karena itu pembelajaran kehidupan dan bagaimana untuk dapat hidup dimasyarakat jauh lebih utama untuk dikuasai oleh para siswa. Bukan hanya mengagung-agungkan nilai EBTA, sumatif tes atau IPK, yang nyata-nyata kontribusinya tidak besar bagi sukses kehidupan anak kelak.

* Mau menerima masukkan dari luar untuk proses pengembangan sistem pembelajaran
Jelas bahwa sekolah bukanlah institusi yang paling sempurna dalam mendidik dan mengembangkan kemampuan siswa. Oleh karenanya sekolah sangat memerlukan berbagai masukan yang tepat dari berbagai pihak untuk dapat mendidik lebih baik.
Anak antusias, kreatif, kritis dan senang sekali bersekolah dan diajak bicara tentang sekolahnya. Ini merupakah alat ukur yang paling mudah bagi orang tua yang ingin mengetahui apakah sekolah yang dipilihnya cocok untuk anaknya.
Anak kita akan menjadi lebih baik dalam waktu 3-6 bulan.
Sistem pendidikan yang baik tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mengembangkan anak didiknya, baik yang berhubungan dengan kemampuan krititis ataupun prilaku terpuji dari anak kita. Perubahan itu seharusnya akan mulai terlihat dan dirasakan oleh orang tua pada semester-semester awal dan terus berlangsung sepanjang periode pembelajaran.
Apakah sekolah semacam ini ada? Jawabanya ada, namun tidak banyak dan beberapa di antaranya sudah memuat poin di atas meskipun belum seluruhnya.
Di mana..? Masih sangat sporadis dan biasanya bentuknya semacam sekolah alam. Di daerah mana saja..? Beberapa d iantaranya Sekolah Dasar Insantama di Bogor, Sekolah TK Star Int'l Bogor, Sekolah Dasar dan Menengah, Alam Ciganjur, Sekolah Semut-semut di Cimanggis, Sekolah Tunas Global di Depok, Sekolah Masterpiece di BSD, Sekolah SD Peradaban di Serang Banten dan Rumah Cendikia di Makassar.
Mungkin masih banyak lagi di daerah lainnya dan biasanya sekolah ini tidak banyak berpromosi yang berlebih-lebihan atau dilebih-lebihkan, karena beritanya sudah menyebar dari orang tua yang sudah menyekolahkan anaknya di sana. Jenjangnya bervariasi mulai TK, SD, SMP hingga SMA. Semoga sekolah semacam ini akan semakin banyak tersebar diseluruh pelosok tanah air tercinta. (3bp.blogspot.com/habis)



Read More...

Sisi Lain dari Ujian Nasional


SPIRIT NTT/MAYELUS DORI BASTIAN
CORAT-CORET--Para siswa-siswi sekolah menengah atas di Kota Kupang merayakan kelulusan ujian nasional (UN) dengan melakukan aksi corat-coret, Senin (15/6/2009).

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

UJIAN
Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas sudah diumumkan. Di sisi lain pro dan kotra mengenai ujian nasional terus berlangsung.
Banyak pihak meminta agar UN ditiadakan mengingat banyaknya kecurangan yang terjadi pada saat pelaksanaan ujian serta layak tidaknya ujian nasional dijadikan standar kelulusan para siswa.Bahkan, Selasa 29 Mei Komunitas Airmata Guru dan Education Forum yang dipimpin artis Sophia Latjuba menghadap Komisi X DPR meminta agar UN ditiadakan karena tidak bisa dijadikan ukuran keberhasilan siswa dalam belajar.

Sebenarnya apakah yang kita harapkan dari hasil UN? Seperti layaknya sebuah tes, kita semua tentu mengharapkan ujian ini memberikan gambaran akan kemampuan siswa yang sebenarnya. Dengan kata lain, hasil ujian itu menunjukkan tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajarinya selama ini di sekolah.
Dan, seperti yang telah digariskan oleh Departemen Pendidikan Nasional, hasil tes tersebut dijadikan standar kelulusan.


Kembali kepada fitrahnya sebagai sebuah tes, benarkah UN dapat memberikan gambaran tentang kemampuan siswa yang sebenarnya? Terlepas dari semua kecurangan yang terjadi ketika pelaksanaan UN, saya ingin menyoroti sisi lain dari ujian tersebut dalam upaya mempertimbangkan layakkah ujian nasional dijadikan standar kelulusan? Hampir dapat dipastikan, seorang yang sedang mengahadapi tes akan mengalami kecemasan.Hanya saja, tingkat kecemasan itu sendiri berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sangat tinggi, sedang, atau rendah. Dalam dunia pendidikan fenomena ini dikenal dengan nama test anxiety (kecemasan menghadapi tes). Bagaimana pengaruh kecemasan menghadapi tes ini terhadap hasil tes?

Sebuah penelitian Hill (1980) yang melibatkan 10.000 ribu siswa sekolah dasar dan menengah di Amerika menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yang mengikuti tes gagal menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya disebabkan oleh situasi dan suasana tes yang membuat mereka cemas. Sebaliknya, para siswa ini memperlihatkan hasil yang lebih baik jika berada pada kondisi yang lebih optimal, dalam arti unsur-unsur yang membuat siswa berada dibawah tekanan dikurangi atau dihilangkan sama sekali.Ini menunjukkan bahwa sebenarnya para siswa tersebut menguasai materi yang diujikan tapi gagal memperlihatkan kemampuan mereka yang sebenarnya karena kecemasan yang melanda mereka saat menghadapi tes.

Efek buruk dari kecemasan terhadap tes ini umumnya terlihat pada tes yang terstandar, aptitude tes dan tes-tes pendidikan lainnya. Oleh sebab itu penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar tes bukanlah cerminan kemampuan siswa yang sebenarnya.Mungkin akan timbul pertanyaan bahwa yang sebenarnya terjadi adalah hal sebaliknya. Artinya, siswa memang tidak siap menghadapi ujian sehingga timbul kecemasan menghadapinya.

Serangkaian penelitian pun dilakukan untuk mencari tahu kebenaran kemungkinan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa buruknya hasil ujian siswa semata-mata disebabkan oleh kondisi dan situasi tes yang membuat mereka cemas, dan bukan oleh lemahnya penguasaan materi pelajaran oleh siswa yang bersangkutan.

Faktor-faktor penyebab timbulnya kecemasan menghadapi tes
Sejumlah penelitian yang mendalam dan dilaksanakan dalam kurun waktu sepuluh tahun mencatat tiga faktor utama pemicu kecemasan menghadapi tes yaitu (1) keterbatasan waktu; (2) tingkat kesulitan materi tes; (3) instruksi tes, bentuk pertanyaan dan jawaban tes dan hal-hal mekanis tes lainnya.Di bawah tekanan waktu yang ditentukan untuk menjawab soal-soal yang disediakan siswa akan menjadi mudah panik dan salah satu efek yang ditimbulkan oleh kepanikan tersebut adalah kegagalan mengingat atau mengekspresikan hal-hal yang sebenarnya telah mereka kuasai.

Lebih lanjut, siswa mungkin juga mendapatkan tingkat kesulitan soal yang sangat tinggi, sehingga memicu kecemasan mereka yang berakibat tidak hanya soal yang sulit saja yang tidak dapat mereka jawab, tapi juga soal-soal yang mudah yang sebenarnya sudah mereka kuasai. Instruksi tes yang panjang atau sulit dipahami oleh siswa juga berpotensi menimbulkan kecemasan ini.Kecemasan terhadap tes ini tidak hanya dirasakan oleh siswa pada saat tes berlangsung, bahkan telah dirasakan beberapa hari sebelum tes tersebut. Wujud dari rasa cemas ini bermacam-macam, seperti jantung berdebar lebih keras, keringat dingin, tangan gemetar, tidak bisa berkonsentrasi, lupa semua hal yang telah dipelajari atau tidak bisa tidur malam sebelum tes.

Dengan kondisi seperti ini, sudah dapat diduga siswa tidak menampilkan kemampuan mereka yang sebenarnya pada saat tes. Maka tidak mengherankan jika ada siswa yang dikenal cukup pintar ternyata tidak lulus UN atau SPMB.Selain dari ketiga hal di atas beberapa hal penting lainnya juga dicatat sebagai pemicu kecemasan menghadapi ujian. Di antaranya adalah meningkatnya kecemasan menghadapi tes seiring dengan tingginya jenjang pendidikan. Artinya, siswa SMA yang menghadapi ujian akan menghadapi tingkat kecemasan yang lebih tinggi daripada siswa SMP.

Selanjutnya, penelitian yang melibatkan berbagai budaya (cross cultural research) membuktikan bahwa makin besar peran sebuah tes, makin besar pula tingkat kecemasan yang ditimbulkannya terhadap peserta tes.

Tes yang berperan menentukan lulus atau tidak lulusnya seseorang untuk jenjang pendidikan tertentu berpotensi besar membuat cemas peserta yang mengikutinya. Bayangan buruk seperti tanggapan dari lingkungan sosial, malu dan kehilangan muka memperparah efek kecemasan menghadapi tes tersebut. Melihat lebih dekat kondisi ujian nasional, terutama ujian nasional tingkat SMA bukan tidak mungkin semua faktor di atas berperan cukup besar. Terutama ketakutan akan gagalnya menempuh tes tersebut serta besarnya resiko yang akan diterima.Seperti diungkapkan di atas, besarnya pengaruh kecemasan menghadapi tes ini menyebabkan sebagian besar tes tidak memperlihatkan kemampuan siswa yang sebenarnya.

Akan halnya UN, sampai saat ini memang kita tidak tahu pasti seberapa besar pengaruh kecemasan menghadapi tes ini berperan pada kemampuan siswa menjawab soal-soal ujian karena memang diperlukan penelitian khusus untuk membuktikannya.Akan tetapi, menyimak phenomena serupa, bukan tidak mungkin nilai UN bukanlah cerminan kemampuan siswa yang sebenarnya.Dengan kondisi ini, sangatlah rapuh kalau kita mendasarkan lulus atau tidaknya seorang siswa atas dasar sesuatu yang sebenarnya bukanlah kemampuannya.Kita seolah berpegang pada sesuatu yang sebenarnya belum tentu bisa dipercaya.

Mencermati hal ini, amatlah wajar permintaan dari Education Forum dan Komunitas Air Mata Guru untuk meniadakan ujian nasional skarena dianggap tidak layak sebagai standar kelulusan. Tinggallah sekarang bagaimana pemerintah menyikapinya. Haruskah kita terus membuat sebuah keputusan penting, lulus tidak lulusnya siswa, atas dasar sesuatu yang belum tentu menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya? Bagi saya, menjadikan ujian nasional sebagai standar kelulusan bagaikan bercermin pada kaca yang buram. Jika kaca tersebut dibersihkan, akan terlihat wajah yang jauh lebih jelas dan tentu saja memperlihatkan bayangan sebenarnya. (Diana Chitra Hasan, Dosen UBH, Mahasiswa Master of Education, Monash University, Australia)


Read More...

Thobias Ully: Mendekatkan Pelayanan


SPIRIT NTT/HUMAS KABUPATEN KUPANG
RITUS ADAT--Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Ully, M.Si, menggelar ritus adat sebelum memulai menjalankan roda pemerintah di kabupaten baru itu, 4 Juni 2009 lalu.


* Pembentukan Sabu Raijua

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT
--Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Ully, M.Si, mengatakan, pembentukan kabupaten itu sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, semua komponen warga diharapkan bahu- membahu mendukung kebijakan pemerintah.

Thobias mengatakan hal ini saat gelar makan adat bersama para kepala suku, tanggal 4 Juni 2009, di Istana Teni Hawu. Gelar makan adat ini, menurut Thobias, dimaksudkan untuk menyatukan kesepakatan antara pemerintah dan kepala suku di daerah itu. Dengan demikian, katanya, pelaksanaan pembangunan tak mengalami hambatan.




Thobias menjelaskan bahwa di Kabupaten Sabu Raijua terdapat empat suku yang sangat berpengaruh sejak zaman dahulu, yakni Suku Namata yang mengatur budaya, Suku Nataga yang menata tata pemerintahan, Suku Nahoro mengatur tentang kesejahteraan rakyat dan Suku Nahupu yang mengatur dan mengendalikan keamanan wilayah (panglima perang).

Dalam gelar makan adat tersebut para kepala suku mengatakan, bahwa masyarakat Sabu Raijua sudah siap dalam satu kebulatan niat dan tekad di bawah pimpinan Penjabat Bupati Thobias Uly membangun Sabu.

Thobias mengatakan tugas utama yang ia jalankan adalah menyelenggarakan pemerintahan secara umum, membentuk struktur organisasi tata pemerintahan, memfasilitasi pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Kabupaten Sabu Raijua dan memfasilitasi pelaksanaan Pilkada secara langsung oleh masyarakat di daerah itu.

Thobias juga menjelaskan bahwa, "Kami selaku penjabat bupati tentu belum melaksanakan tugas dalam bidang pelayanan kemasyarakatan secara maksimal. Yang akan dilakukan pertama adalah pendekatan secara kultur dan dukungan dari semua tokoh masyarakat dan kepala suku yang ada di daerah ini sehingga dalam pelaksanaan pembangunan ke depan diharapkan tidak ada kendala."
Karena itu, Thobias Uly mengharapkan kerja sama di antara semua elemen masyarakat sehingga dapat tercapai pelayanan tuntas dan prima. (humas pemkab kupang)

Read More...

20 Siswa Diamankan Polisi


SPIRIT NTT/HUMAS SIKKA/JOHN ORIWIS
DIAMANKAN--Berapa siswa SMA di Maumere diamankan polisi dan diberi pembinaan karena mengganggu kamtibmas usai menerima amplop kelulusan UN, Senin (15/6/2009).


* Usai Terima Amplop Pengumuman UN
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

MAUMERE, SPIRIT
-- Saat merayakan kelulusan dengan berkonvoi menggunakaan kendaraan roda dua, usai menerima amplop pengumuman kelulusan ujian nasional (UN), Senin (15/6/2009), lebih dari 20 siswa SMA dan SMK di Kabupaten Sikka terjaring razia yang digelar Aparat Kepolisian Resort Sikka. Aparat keamanan menganggap para siswa mengganggu kamtibmas karena tidak mengenakan helm serta mengendarai kendaraan tanpa surat-surat penting.

Seperti disaksikan SPIRIT NTT, puluhan siswa yang terjaring karena ugal-ugalan diberi pembinaan dan peringatan kemudian dipulangkan setelah melengkapi surat - surat kendaraan.




Padahal para kepala SMA dan SMK di Kabupaten Sikka telah memperingati para siswa kelas tiga supaya tidak melanggar ketertiban berlalu lintas dengan melakukan konvoi, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.
Selain itu, para siswa juga telah dihimbau untuk tidak melakukan aksi coret- moret seragam, pagar, tembok dan diharapkan untuk tidak melakukan tindakan anarkis berupa perusakan gedung sekolah dan fasilitas pendidikan lainnya. Walau demikian, proses penyerahan amplop berlangsung aman dan tertib.

Para siswa/siswi peserta UAN yang berjumlah 2.449 ini telah mendengarkan dan menerima amplop hasil kelulusannya di sekolah masing-masing. Ke- 2.449 siswa-siswi ini terbagi dalam dua kelompok sekolah, yaitu sekolah menengah kejuruan berjumlah 880 peserta tersebar di 11 SMK, dan sekolah menengah atas berjumlah 1.569 peserta di 15 SMA.

Kepala Bidang Sekolah Menengah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sikka, Ny. Maria Ance Eting, S.Pd, M.Pd, mengatakan, prosentase kelulusan se- Kabupaten Sikka untuk tingkat SMA mengalami penurunan dari dua tahun ajaran sebelumnya. Yakni di tahun ajaran 2007 prosentase kelulusan SMA tingkat kabupaten mencapai 62.31 persen, dari 1616 peserta UN dan yang lulus hanya 1007 orang siswa.

Di tahun ajaran 2008, kata dia, prosesentase kelulusan SMA menurun ke- 58.42 persen dari 1402 peserta dan yang lulus 819 orang. Sedangkan di tahun 2009, prosentase kelulusan SMA merosot menjadi 44.87 persen dari 1569 peserta UN. Yang lulus 704 orang.

Sedangkan di tingkat SMK se Kabupaten Sikka, selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan. Tahun 2007 prosentase kelulusan SMK mencapai 75.02 persen, tahun 2008 naik menjadi 81.31 persen dan tahun 2009 meningkat menjadi 84.66 persen.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Maumere Bidang Kurikulum, Keda Martinus, S.Pd, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, untuk tahun 2009 ini, prosentase kelulusan SMA Negeri 1, 93,30 persen menurun satu persen dari hasil kelulusan tahun 2008 lalu. Namun, untuk tahun ini SMA Negeri 1 mendapat predikat kelulusan paling tinggi dari sekolah-sekolah menengah atas di Sikka..

"Proses belajar mengajar yang baik serta adanya teknik pendekatan yang baik kepada siswa dapat menghasilkan mutu pendidikan yang baik," katanya.
Di samping itu kepala SMK Santu Gabriel juga menghimbau kepada suluruh siswa-siswi untuk menerima hasil ujian dengan lapang dada dan tidak melakukan aksi corat-coret seragam karena akan digunakan lagi dalam porses penerimaan ijazah. (jonathan)


Read More...

Rumah Santa Monika untuk pembinaan Kaum Perempuan

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

MAUMERE, SPIRIT
--Rumah aman Santa Monika yang dibangun di Kompleks Biara SspS di Jalan Ahmad Yani, Maumere, Kabupaten Sikka, akan diperuntukkan untuk memberi terapi dan pembinaan bagi kaum perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan pemerkosaan. Peletakan batu pertama rumah yang diprakarsai Truk-F Sikka ini, telah dilakukan oleh Wakil Bupati, dr. Wera Damianus, M.M, Selasa (16/6/2009) lalu.

Rumah aman atau save house ini dibangun atas hasil kerja sama Caritas Maumere dan Truk-F dan dibiayai sepenuhnya oleh Caritas Jerman. Rumah aman ini merupakan tempat penampungan para korban kekerasan fisik baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan korban kekerasan lainnya.



Wera Damianus saat meletakkan batu pertama berharap agar dengan dibenamkannya batu pertama tersebut, seluruh perilaku dan tindakan kekerasan ikut terkubur di dalamnya demi terciptanya kehidupan yang aman dan damai menuju Sikka yang bermartabat.

Sebelumnya, Wera Damianus juga menjelaskan, rumah aman ini merupakan tempat perlindungan dan penampungan bagi para korban kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan lainnya. Di samping itu juga rumah aman ini juga sebagai tempat terapi dan tempat untuk melatih keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

"Dengan adanya rumah aman ini kasus kekerasan diharapkan dapat teratasi dengan baik demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera," harap Wera.

Sementara itu Ketua Divisi Perempuan Truk-F, Suster Esthokia yang juga sebagai Pengurus Rumah Aman Santa Monika menyampaikan limpah terima kasih kepada pemerintah atas dukungan dan kerja sama selama ini serta mau bermitra dengan Truk-F untuk menanggulangi kasus-kasus yang menimpa masyarakat.

Hadir Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Dra. Irma Tibuluji, Kepala Bagian Keluarga Sejahtera, Dra. Reneldis Paji Wera, Direktur Caritas Maumere, Pater Klaus Naumann dan sejumlah undangan. (jonathan )



Read More...

CPNSD Sikka Formasi 2008 Terima SK


SPIRIT NTT/HUMAS SIKKA/JOHN ORIWIS
TERIMA SK--Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, menyerahkan SK kepada CPNSD setempat formasi tahun 2008 di Aula Hotel Benggoan III-Maumere, Rabu (10/6/2009).


Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

MAUMERE, SPIRIT
-- Sebanyak 423 Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Sikka formasi tahun 2008, menerima surat keputusan (SK) pengangkatan di Aula Hotel Benggoan III Maumere, Rabu (10/6/2009).

SK CPNSD ini diserahkan Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang kepada empat orang perwakilan CPNSD, yakni Herman Yosef (pengemudi), Florianus Albertus (penyuluh kesehatan), Sisilia F Dua Nurak (Pranata Humas) dan Avenita W Dua Nia. Pengangkatan para lulusan seleksi CPNSD ini berdasarkan pada SK Bupati Sikka Nomor BKD.813.3.2/39/2009-D tentang Pengangkatan Menjadi CPNSD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2008.



Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang dalam arahannya usai menyerahkan sacara simbolis SK CPNSD, mengatakan bahwa PNS merupakan pelayan bagi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Untuk itu sangat diharapkan agar para CPNS dan PNS di Kabupaten Sikka supaya bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat.

"Sebagai pegawai negeri, kita hendaknya mampu menjadi pelayan dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat," kata Sosimus. Kepada 423 CPNSD yang hadir, Sosimus Mitang juga mengingatkan bahwa menurut aturan, pengajuan perpindahan antardaerah oleh para pegawai negeri hanya bisa terjadi jika seorang PNS telah menjalani masa kerja selama lima tahun setelah menjadi PNS.

423 CPNSD Kabupaten Sikka ini terdiri dari 350 orang pelamar umum dan 73 orang tenaga honor. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sikka, Drs. Joseph Anton Nong Baba, para kepala dinas, kantor, badan bagian, camat dan sekertaris camat serta undangan lainnya.
Salah seorang CPNSD Sikka, Yohana Bispanti da Rato ketika ditemui mengaku senang. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. Yohana sendiri mengaku akan bekerja secara baik demi Sikka ke depan.

Dikatakan Yohana, sejak Kamis (5/6/2009) pekan lalu, dirinya bersama rekan-rekan lulusan CPNSD telah melakukan orientasi. Dan, setelah menerima SK mereka baru akan melaksanakan tugas sesuai penempatan yang ada dalam SK.
Sementara seorang tenaga honor yang lulus, Frengki Lering yang selama ini bertugas sebagai operator pada RSPD Sikka, mengaku gembira dan siap untuk melaksanakan tugas dengan baik. (john oriwis)



Read More...

Tak Benar ada Pungli

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

MAUMERE, SPIRIT
--Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, membantah tidak pernah memerintahkan seseorang untuk melakukan pungutan liar (pungli) sebanyak lima persen dari setiap proyek yang sedang ditangani kontraktor di Sikka.

Bupati Sosimus Mitang mengatakan hal ini pada acara tatap muka dengan para kontraktor dan pengusaha se- Kabupaten Sikka di Aula Serba Guna Rumah Jabatan Bupati Sikka, Jalan El Tari Maumere, Kamis (11/6/2009).



Penjelasan Sosimus Mitang ini terkait adanya informasi dari para kontraktor bahwa ada pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab dan telah mengatasnamakan Bupati Sikka meminta sejumlah uang kepada para kontraktor via handphone.

Ia menekankan agar para kontraktor dan pengusaha yang ada di Kabupaten Sikka supaya tidak mudah percaya dan harus melakukan kroscek terhadap Bupati Sikka dan Wakil Bupati Sikka terkait kebenaran permintaan sejumlah dana dari pihak tertentu dengan mengatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati Sikka.
"Mafia-mafia kecil mangatasnamakan Bupati dan Wakil Bupati Sikka sedang kita telusuri, supaya segera diproses secara hukum," jelas Sosimus Mitang dengan nada kesal.

Mantan Sekretaris Kabupaten Sikka ini juga menjelaskan bahwa hubungan baik antara pemerintah dengan para kontraktor dan pengusaha yang ada di Kabupaten Sikka supaya tetap terjaga dengan baik. Demi suksesnya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sikka, karena para kontaktor dan pengusaha di Kabupaten Sikka juga tentunya memiliki tanggung jawab terhadap suksesnya pelaksanaan pembangunan di Nian Sikka.

Himbauan yang sama juga pernah disampaikan Sosimus Mitang ketika melakukan tatap muka dan rapat koordinasi beberapa waktu lalu dengan para SKPD, PPK dan panitia proyek supaya bekerja sesuai aturan yang ada dan tetap menjaga hubungan kemitraan dengan para kontraktor dan pengusaha secara baik. Wakil Bupati Sikka, dr. Wera Damianus, M.M, dalam arahannya mengharapkan agar di antara para kontraktor dan pengusaha supaya saling memperhatikan dan berdiskusi terkait pelaksanaan proyek yang sedang ditangani.

Evaluasi ini kata dia, perlu dilakukan sehingga pelaksanaan proyek yang sedang dikerjakan dapat terlaksana tepat waktu dengan hasil yang baik pula.
"Semua kontaktor di Kabupaten Sikka mempunyai hak yang sama untuk mengikuti tender, namun dalam prosesnya sangat diharapkan supaya terlaksana sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada," jelas Wera Damianus.

Ketika Bupati Sikka menanyakan perihal keikutsertaan anggota keluarga Bupati maupun Wakil Bupati Sikka sebagai kontraktor dan pengusaha, para kontraktor dan pengusaha yang hadir menjawab anggota keluarga Bupati maupun Wakil Bupati Sikka dapat mengikuti tender asal mengikuti mekanisme dan aturan yang ada.

Hadir Sekretaris Kabupaten Sikka, Drs. Sabinus Nabu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Sikka, Drs. Cypri da Costa, para kepala dinas, badan, kantor, bagian, para kontraktor dan pengusaha di Kabupaten Sikka. (johnoriwis)


Read More...

--boks, raster warna (pesan humas sikka)
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

PERSENTASE UN DI SIKKA
------------------------------------------
* SMAN 1 Maumere 93,30 %
* SMAN II Maumere 36,00 %
* SMAN Nita 43,55 %
* SMAN Bola 88,98 %
* SMAN Talibura 21,43 %
* SMAK St Gabriel 27,52 %
* SMAK Yohanes Paulus II 18,75 %
* SMA Santu Petrus 19,48 %
* SMA Santa Maria 12,70 %
* SMA PGRI 10,61 %
* SMA Alvares 34,43 %
* SMA Bhaktyarsa 52,17 %
* MA At-Taqwa 58,82 %
* SMA Muhamadiyah 40.00 %
* SMAK Frateran 75, 63 %
* SMKN 1 Maumere 35,85 %
* SMKN Talibura 92,31 %
* SMK Santu Gabriel 98,99 %
* SMK Yohanes XXIII 95,19 %
* SMK Tawa Tana 100,00%
* SMK Santu Thomas 97,06 %
* SMK Budi Luhur 1 91,89 %
* SMK Sta Elisabeth Lela 98,68 %
* SMK Bina Maritim 98,31 %
* SMK Yapenrais 14,29 %






Read More...

Bupati Sumteng Lantik Kades Lenang

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

WAIBAKUL, SPIRIT
--Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang melantik dan mengambil sumpah Kepala Desa (Kades) Lenang, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Agus Lota Lapu, di Lenang, 18 Maret 2009 lalu.

Dalam sambutannya, Bupati Umbu Bintang mengatakan, kegiatan pelantikan kepala desa hari ini, di sini, sebagai salah satu peristiwa bermakna dan bermartabat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bermakna oleh karena pemerintahan desa dalam sistem ketatanegaraan kita merupakan sub sistem terpenting dalam sistem pemerintahan sehingga tidaklah berlebihan jikalau disebutkan bahwa pemerintahan desa merupakan ujung tombak bagi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan.




Pada tataran daerah otonom, katanya, desa merupakan unit pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan, persoalan, dan harapan-harapan masyarakat akan berbagai layanan pemerintahan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan.

"Berbagai dinamika yang telah menyertai peristiwa demokrasi di desa ini merupakan bagian dari usaha pendewasaan demokrasi di tingkat desa. Pada pihak lain, peristiwa pelantikan hari ini harus dimaknai sebagai sumber energi baru dalam mengelola aktivitas berpemerintahan dalam merespons harapan-harapan masyarakat desa," katanya.

Merujuk pada argumentasi ini, Bupati Umbu Bintang menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, desa oleh karena hakekatnya, merupakan komunitas masyarakat yang keberadaan dan keberlanjutannya ditentukan oleh karena kuatnya kekerabatan sebagai tali pengikat. Kohesivitas (ikatan) sosial oleh karena persamaan asal usul dan kekerabatan tentu merupakan modal sosial yang harus terus dijaga-kembangkan untuk menghadirkan performa desa yang makin baik ke depan. Kepada kepala desa yang dilantik, Bupati Bintang meminta untuk merekatkan berbagai kekuatan yang ada di masyarakat, membutuhkan seni dan kemampuan saudara untuk mengelolanya.

Kepada para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama di desa itu, bupati juga meinta untuk menyatukan tekad dalam rangka membangun desa setempat. Kepentingan desa atau kepentingan bersama yang lebih besar harus menjadi orientasi utama dalam memandang berbagai persoalan yang muncul di tengah-tengah kehidupan desa.

Kedua, dalam perkembangan terkini, desa diharapkan menjadi organisasi pemerintahan modern. Artinya, pengelolaan berbagai aktivitas berpemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kemasyarakatan juga harus memperhatikan prinsip-prinsip pengelolaan yang benar. Desa pada tataran kekinian tak lagi dapat dikelola dengan cara-cara lama dan atau dengan cara yang biasa-biasa saja. Desa harus dikelola dengan cara-cara yang baru dan cara-cara yang luar biasa.
"Kepala desa terpilih saya minta untuk mengkoordinasikan berbagai pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat desa bersama BPD, LPM, dan perangkat desa lainnya untuk selalu merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan demikian manajemen pemerintah desa harus mempertimbangkan dua kondisi sekaligus, yaitu perkembangan peraturan perundang-undangan serta juga perkembangan tuntutan dan harapan masyarakat desa," nasihat bupati.

Ketiga, berhasil tidaknya pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakat di desa sangat-sangat ditentukan oleh kemampuan mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan mensinerjikan berbagai program yang dirumuskan oleh desa dan yang datang pada desa. Untuk itulah, maka koordinasi vertikal dan horisontal menjadi penting saudara perhatikan. Koordinasi horisontal perlu dilakukan terutama dengan BPD, LPM, dan lembaga-lembaga lain yang setaraf dengan kepala desa di desa dan koordinasi vertikal wajib saudara lakukan terhadap pemerintah stasan melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten.

Keempat, salah satu sumber utama persoalan yang biasanya muncul di desa adalah ketidakmampuan dan atau mungkin ketidakjujuran mengelola sejumlah bantuan kepada masyarakat baik oleh karena validitas data yang meragukan maupun oleh karena kesengajaan bertindak untuk meraup keuntungan sendiri. Isu-isu seputar beras murah yang tak kunjung selesai, banyaknya warga yang tidak terdata sebagai komunitas yang berhak mendapatkan BLT dan berbagai bantuan lainnya yang justeru menimbulkan masalah harus menyadarkan saudara, perangkat Desa, BPD, dan LPM untuk lebih arif dan profesional mengelola desa ini. Harus dibangun komitmen yang kuat agar persoalan-persoalan memalukan ini tak lagi terulang. Berikanlah apa yang menjadi hak warga, karena hakekat berpemerintahan sesungguhnya hanya bertumpu pada dua hal; pertama, menjaga, melindungi, dan melayani kepentingan dan kebutuhan masyarakat dan kedua, mengusahakan kesejahteraan hidup masyarakat. (humas pemkab sumteng)



Gerakkan Semua Potensi

PADA bagian sambutannya, Bupati Umbu Bintang meminta Kades Leneng untuk menjadikan desa setempat sebagai salah satu desa yang sungguh-sungguh berkontribusi bagi masa depan Sumba Tengah.

"Jikalau desa ini memiliki tingkat produktivitas tinggi, maka desa ini telah menyumbang bagi usaha tiga tahun pertama menyelamatkan Sumba Tengah dari ancaman bergabung kembali dengan Kabupaten Induk. Gerakkan segenap potensi yang ada dalam masyarakat desa menjadi penting untuk diperhatikan," ujarnya.

Terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD), Bupati Umbu Bintang meminta agar memperhatikan pengelolaannya secara baik sehingga mampu berhasil guna dan berdaya guna. Untuk itulah berbagai rujukan yuridis terkait dengan pola pengelolaannya patut diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Pada tahun 2009 ini, katanya, pemerintah atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba Tengah telah menambah jumlah Alokasi Dana Desa menjadi 75.000.000,-. Penambahan jumlah ADD ini sesungguhnya lebih dimaksudkan untuk makin memberdayakan masyarakat Desa dan bukan sekedar memberdayakan aparatur Pemerintahan Desa.

Selain ADD, katanya, ada begitu banyak bantuan yang mengarah langsung pada desa; di antaranya terdapat Dana PNPM-MP - PUAP (Pemberdayaan Usaha Agribisnis Perdesaan) sebesar 100.000.000/desa di mana pada tahun 2008 telah diberikan pada 23 desa dan pada tahun 2009 ini akan melayani desa-desa yang belum mendapatkannya serta juga dana PNP M-MP sebesar dua miliar rupiah/kecamatan. Memperhatikan dana-dana yang masuk ke tingkat desa serta berbagai bantuan fisik lainnya, demikian bupati, hampir tak mungkin desa mengeluh tentang persoalan finansial, apalagi jikalau dibandingkan sebelum Pemekaran Kabupaten Sumba Barat.

"Persoalan sesungguhnya adalah apakah saudara-saudara di tingkat desa mampu melakukan pengelolaan dana bantuan dimaksud bagi kepentingan masyarakat atau tidak. Pada pihak lain, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah sungguh-sungguh menempatkan desa sebagai sub sistem integral terpenting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Penambahan TPAPD kepada aparatur khususnya kepala desa menjadi Rp 1.000.000,- merupakan bukti seriusnya pemerintah memperhatikan organisasi pemerintahan desa," katanya. (humas sumba tengah)

Read More...

Desa Aman Harus Menjadi Gerakan Moral

* Bupati Umbu Bintang
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

WAIBAKUL, SPIRIT-
-Kondisi ketenteraman dan ketertiban masyarakat terutama masalah pencurian ternak dan perampokan merupakan salah satu isu utama di Kabupaten Sumba Tengah. Karenanya setiap kepala desa harus mampu menjaga desa dari berbagai bentuk gangguan. Hidupkanlah sistem keamanan lingkungan atau pola apa saja yang tepat dalam mengatasi gangguan terhadap harta milik masyarakat. Gerakan desa aman harus menjadi gerakan moral bersama di Kabupaten Sumba Tengah.

Hal ini diungkapkan Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk alias Umbu Bintang ketika melantik dan mengambil sumpah Kepala Desa Lenang, Agus Lota Lapu, di Lenang, 18 Maret 2009 lalu.


Menurut Bupati Bintang, isu keamanan dan ketertiban dibahas khusus dalam rapat kerja Pamong Praja se-Kabupaten Sumba Tengah tanggal 4-5 Februari 2009. Saat itu, katanya, terdapat beberapa pokok pikiran yang dihasilkan secara bersama yang sekarang sementara digodok lebih lanjut oleh tim perumus dan pada gilirannya akan dipercakapkan kembali dengan berbagai elemen masyarakat termasuk di dalamnya unsur-unsur pemerintahan desa.

Kepada Kades Lenang, Bupati Umbu Bintang meminta untuk menjalin kerja sama dengan BPD, LPM dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk menggerakkan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas. "Gerakan Kembali ke Kebun haruslah menjadi sebuah Gerakan Moral bersama di Kabupaten Sumba Tengah. Tak boleh ada masyarakat yang tak punya kebun. Apapun caranya, sepanjang halal, gunakanlah kewenangan kades agar setiap masyarakat memiliki kebun. Namun untuk itu, keteladanan menjadi penting. Jikalau masyarakat harus memiliki kebun dengan luasan tertentu maka kepala desa, perangkat desa, BPD, dan LPM juga harus memiliki kebun," tegasnya.

Selain itu, lanjut bupati, pola hidup hemat juga harus menjadi sebuah gerakan di Desa Lenang. Ketuklah pintu setiap warga desa, yakinkan mereka agar belajar hidup hemat. Gerakan Hidup Hemat harus menjadi sebuah Gerakan Moral bersama.
Pendidikan dan kesehatan masyarakat, lanjut bupati, juga harus menjadi sebuah perhatian kades. "Saudara kades harus memimpikan sesuatu bagi desa ini. Mimpi agar dalam rentang waktu tertentu akan lahir sarjana-sarjana handal dari desa ini. Bermimpi bahwa dalam rentang waktu tertentu masyarakat desa ini terbebaskan dari berbagai penyakit yang mendera. Gerakan menyekolahkan Anak dan Gerakan Hidup Sehat harus menjadi sebuah Gerakan Moral bersama," tandasnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Bupati Umbu Bintang mengucapkan selamat kepada Kades Lenang atas kepercayaan rakyat dan Tuhan terhadapnya.
"Kepada keluarga saya juga mengucapkan selamat dan meminta agar terus mendukung pelaksanaan tugas-tugas dari Saudara Agus Lota Lapu. Terima kasih kepada pemerintah kecamatan,

pemerintah desa, kepada BPD, LPM, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda dan semua masyarakat desa yang telah memungkinkan kegiatan pelantikan dimaksud terselenggara," katanya. (humas sumba tengah)



Read More...

Pengelolaan Keuangan, Hindari Ekses Negatip

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

WAIBAKUL, SPIRIT
--Bupati Sumba Tengah (Sumteng), Drs. Umbu Sappi Pateduk, meminta agar ekses negatif dalam pengelolaan keuangan harus dihindari sedini mungkin sebagai akibat dari lemahnya kemampuan aparatur daerah dalam mengimplementasikan sistem dan mekanisme pengelolaan keuangan daerah.

"Kekurangpahaman terhadap seluk beluk perbendaharaan dan penata usahaan keuangan dan besarnya tuntutan baik perundang-undangan maupun ekspektasi masyarakat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang handal dalam mengelola berbagai sumber daya daerah termasuk didalamnya sumber daya keuangan harus menjadi perhatian serius untuk ditindaklanjuti," ujar Bupati Pateduk dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati pada acara pembukaan bimtek bagi para bendahara, bendahara barang, dan pejabat penata usahaan keuangan lingkup Pemkab Sumba Tengah, 19 Maret 2009 lalu.


Tentu menjadi sesuatu yang tak terbantahkan, kata bupati, bahwa berbagai kelambanan yang terjadi dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terutama menyangkut administrasi keuangan baik dari proses pencairan, penggunaan, pelaporan dan pertanggungjawaban maupun proses penataan barang milik pemerintah pada masing-masing SKPD lebih disebabkan oleh karena pengetahuan dan pemahaman akan pola administrasi keuangan dan barang yang belum memadai.

"Secara praktis - pragmatis, kegiatan ini tentu, diharapkan dapat membantu peserta bimtek dapat memahami seluk beluk perbendaharaan dan penata usahaan keuangan sehingga berbagai program dan kegiatan pada masing-masing SKPD dapat berlangsung dan atau berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.

Dalam perspektif yang lebih normatif, lanjutnya, kegiatan ini tentu dilatarbelakangi oleh kesadaran terkait dengan usaha besar dan komitmen pemerintah dalam rangka mewujudkan Penyelenggaraan Kepemerintahan yang baik (good governance).
"Penerapan prinsip-prinsip good governance, yaitu efektivitas, efisiensi, profesionalitas, transparansi, dan akuntabilatas diyakini menjadi pijakan dan perspektif dalam kerangka mengoptimalkan berbagai sumber daya termasuk sumber daya keuangan untuk mensejahterakan masyarakat, sebab jikalau berbagai sumber daya yang ada termasuk keuangan tidak dikelola berdasarkan prinsip-prinsip yang benar, maka berbagai perubahan yang diharapkan terjadi secara positif akan sulit digapai," tandasnnya.

Kepada para peserta, Bupati minta forum bimtek itu sebagai media pembelajaran yang baik untuk menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas-tugas dalam mengelola keuangan.

"Saya tidak ingin mendengar kesan kegiatan ini berjalan apa adanya. Saya sungguh berharap kegiatan ini dapat membawa impact positif dan menjadi salah satu medium transformasi laku tindak saudara dalam mengelola keuangan daerah. Hal ini perlu saya tegaskan oleh karena, dalam banyak hal, kegiatan-kegiatan seperti ini dipandang sebelah mata dan hasilnya berbagai perubahan penting tak perbah dapat kita lakukan. Hindarkanlah diri dari cara berpikir menjadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk melepas lelah dari rutinitas pekerjaan kantor. Saudara harus sadar bahwa kegiatan ini dibiayai oleh negara, dibiayai oleh daerah, dan oleh karenanya dibiayai oleh rakyat, rakyat yang sementara berharap banyak pada kita semua," tegas bupati.

Kepada para instruktur, bupati mengucapkan selamat dan terima kasih yang mendalam atas kesediaannya untuk membagi pengetahuan dan pengalaman dengan kami di Sumba Tengah. "Kami berharap, bapak/ibu dapat memberikan yang terbaik dalam kesempatan ini," ujarnya. Bimtek ini digelar dari tanggal 19 - 22 Maret 2009. (humas sumba tengah)


Read More...

Pemerintah agar 'Dandani' Pantai Pede


SPIRIT NTT/DION DB PUTRA
PANTAI PEDE, panoramanya indah, berpasir putih. Sangat cocok sebagai tempat rekreasi. Namun sarana pendukung belum memadai untuk menarik minat wisatawan mancanegara mengunjungi obyek wisata itu. Pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk membenahinya.

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Salomom Haba

LABUAN BAJO, SPIRIT
---Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) agar 'mendandani' obyek wisata Pantai Pede, Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), agar dibanjiri wisatawan. Sejauh sarana dan prasarana di pantai itu masih sangat minim. Hal ini menyebabkan kurangnya pengunjung yang datang ke lokasi pantai wisata tersebut.

Pantauan SPIRIT NTT, Selasa (9/6/2009), di lokasi pantai ini, terdapat beberapa bangunan rumah kecil atau lopo, namun kondisinya sudah mulai rusak. Kawasan pinggir pantai ini terlihat sangat kotor dan tidak terawat. Rumah pos jaga yang ada dibiarkan terbengkalai dan tidak lagi terpakai. Tempat duduk bagi pengunjung yang dibuat dari campuran semen juga sangat minim.



Anris, Wildrus, serta Mudyana, pengunjung pantai wisata ini ditemui dilokasi itu mengatakan, fasilitas dan prasarana di Pantai Pede kurang menunjang, sehingga para pengunjung yang datang tidak bisa menikmati fasilitas yang ada secara nyaman.

"Selama ini fasilitas dan prasarana yang ada di tempat ini tidak pernah berubah. Mestinya ada penambahan serta pengaturan yang lebih baik di lokasi pantai wisata ini sehingga bisa menarik minat pengunjung. Pantai wisata Pede merupakan salah satu obyek wisata yang cukup menarik di daerah ini. Tapi jika tidak ditunjang dengan sarana yang memadai, maka ke depan tempat ini semakin sepi pengunjung," ujar Anris.

Wildrus dan Mudyana menambahkan, Pantai Pede harus ditata pemerintah lebih baik lagi sehingga memberikan kesan indah dan para pengunjung bisa tertarik datang ke pantai wisata ini. "Kalau fasilitasnya hanya seperti ini dan tanpa rencana pengembangan, maka akan menimbulkan rasa bosan dari pengunjung. Kondisi ini akan membuat pengunjung akan berkurang dari hari ke hari," kata Mudyana.

Mereka berharap Pemkab Mabar melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata setempat bisa memperhatikan obyek wisata ini sehingga dapat memberikan pelayanan serta daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ada di wilayah Mabar. (*)

Read More...

Jalan Rusak, Lalu lintas ke Waekelambu Terganggu


SPIRIT NTT/ISTIMEWA
IKAN manta, salah satu potensi di perairan Labuan Bajo


Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Salomom Haba

LABUAN BAJO, SPIRIT
-- Lalu lintas orang dan barang ke Kelurahan Waekelambu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terganggu menyusul ruas jalan ke wilayah itu rusak berat. Warga setempat meminta pemerintah agar memperbaikinya karena rusak parah serta berlubang sehingga menyulitkan pengendara (arus lalu lintas) yang melintasinya.

Permintaan ini disampaikan Sri Andriani, Ronalius Dona dan Alnias Durun, warga Kelurahan Waekelambu saat ditemui SPIRIT NTT, Rabu (10/6/2009). Dona mengatakan, permintaan perbaikan ruas jalan itu karena jalan tersebut kondisinya sangat memrihatinkan dan ruas tersebut menghubungkan beberapa wilayah kelurahan. Karena itu perlu ada perhatian pemkab setempat terhadap jalan itu.
"Jika ruas jalan ini tidak segera diperbaiki, maka tingkat kerusakannya akan lebih parah. Saat ini ruas ini masih bisa dilalui kendaraan dengan baik, namun saat musin hujan tiba kondisinya sangat berbahaya bagi pengendara," kata Dona.




Hal ini dibenarkan Adriani dan Durun yang ditemui terpisah. Durun mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah sangat parah sehingga perlu ada perbaikan di sepanjang badan jalan yang berlubang termasuk membangun selokan/drainase di pinggir jalan itu sehingga wilayah aman dari banjir.

"Pengendara kesulitan melintasi ruas jalan yang berlubang serta berbatuan. Sejak tingkat kerusakan ruas ini semakin parah, tapi belum ada upaya pemkab setempat untuk memperbaikinya. Kalau tidak diperbaiki, dikhawatirkan tingkat kerusakan akan bertambah," kata Durun diamini Adriani.

Mereka berharap pemerintah setempat dapat melakukan perbaikan jalan di wilayah itu sehingga warga tidak lagi terganggu saat melintas wilayah Kelurahan Waekelambu.
Pantauan SPIRIT NTT, sepanjang ruas jalan ini dipenuhi lubang besar pada beberapa titik. Sebagian aspal jalan sudah terlepas serta dipenuhi bebatuan sebesar kepalan tangan. (*)



Read More...

Walikota Targetkan Bangun 20.000 Unit Rumah

* Untuk Warga Misikin Kota Kupang
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Rosalina Langa Woso

KUPANG, SPIRIT
--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, mengatakan, selama masa kepemimpinannya, ia menargetkan KPN Maju membangun 20.000 unit rumah untuk warga miskin. Lahannya sudah disiapkan seluas 28 hektar (ha) yang didukung dengan sejumlah fasilitas air minum, listrik, pendidikan dan sarana kesehatan yang memadai.

Kondisi pembangunan rumah murah, kata Adoe, tidak sama dengan perumahan lainnya di Kota Kupang. Bangunan tipe 21 dibangun di atas lahan 200 meter persegi, dilengkapi satu kamar tidur, satu ruang tamu, satu kamar mandi, dan satu dapur. Penggunaan kayu untuk kosen pintu dan jendela terbuat dari kayu jati. Lahan 200 meter persegi itu, kata Adoe, untuk memudahkan para debitur melakukan rehab dan penambahan kamar tidur.


Kini, katanya, Senin (15/6/2009), sebanyak 5.620 calon debitur rumah murah di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, masuk daftar tunggu. Hal ini menandakan warga miskin belum memiliki rumah sendiri. Menurut Adoe, Pemkot Kupang memasang target penyelesaian pembangunan rumah sampai dengan Desember 2009, mencapai 575 unit.

Menurut Adoe, target ini bisa dicapai dari perhitungan pengerjaan sampai dengan Mei 2009, sudah 79 unit rumah yang dikerjakan oleh Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Maju Kota Kupang.

Tahap awal pengerjaan rumah murah, kata Adoe, diprioritaskan bagi 44 petugas Dinas Kebersihan Kota Kupang. Sedangkan yang lainnya akan diberikan kepada warga Kota Kupang yang benar-benar membutuhkan rumah sendiri.
Adoe menjelaskan, cicilan kredit tahun pertama sangat murah sebesar Rp 23.800,00/bulan. Cicilan ini merupakan cicilan kredit rumah termurah di Indonesia. Tahun berikutnya, akan naik sesuai dengan kemampuan masing-masing debitur. "Pemkot berniat untuk membantu warga miskin yang belum memiliki rumah sendiri," ujarnya.

Ketua KPN Maju Kota Kupang, Yefta Bengu, S.Sos, MM mengatakan, pembangunan rumah murah di Manulai II tidak bisa dikonversikan dengan pembangunan lainya. "Pemkot telah menyiapkan lahan dan modal untuk pembangunan rumah murah. Untuk itu, bantuan pemkot ini menjadi berkat bagi warga miskin yang belum memiliki rumah sendiri," kata Bengu. (*)

Read More...

Warga Komunikasi dengan SKPD Terkait


SPIRIT NTT/OBBY LEWANMERU
BANTUAN BERAS--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, menyerahkan bantuan beras kepada salah satu anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Talena Lain di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Selasa (16/6/2009).

* Dapatkan Dana PEM
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Oby Lewanmeru

KUPANG, SPIRIT
--Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang pada tahun 2009 ini mengucurkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM) sebesar Rp 6,474,000,000,00 (6,4 miliar) kepada koperasi dan kelompok usaha yang ada di Kota Kupang.

Warga Kota Kupang yang ingin mendapatkan bantuan dana PEM, disarankan komunikasi langsung dengan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang terkait.
Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, mengatakan hal ini saat ditemui SPIRIT NTT usai memberikan bantuan dana stimulan kepada Koperasi Serba Usaha (KSU) Talena Lain, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Selasa (16/6/2009).


Hurek menjelaskan, dana PEM itu diberikan pemerintah kepada masyarakat guna membantu meningkatkan ekonomi mereka. Dengan cara itu, lanjutnya, pemerintah melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok-kelompok usaha seperti koperasi.

Untuk membantu koperasi, demikian Hurek, Pemkot Kupang mengalokasikan dana PEM sebesar Rp 4 miliar. Dana tersebut untuk KSU Talenta, KSU Serviam, Putri Gangga dan Koperasi Masjid Nursahada. Sedangkan Rp 2 miliar lainnya disalurkan kepada kelompok-kelompok usaha.

Dia menjelaskan, dana yang disalurkan itu pada tahun pertama tidak dicicil. Pengembalian dana PEM tersebut mulai dicicil pada tahun kedua. "Jadi, aturannya tahun pertama dana itu dikelola oleh koperasi tanpa pengembalian. Pada tahun kedua baru koperasi cicil dengan bunga tidak boleh lebih dari 16 persen," kata Hurek.

Hurek berharap dengan bantuan dana PEM tersebut masyarakat mendapat modal usaha yang murah melalui koperasi yang ada sehingga masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan melalui koperasi.

"Pengucuran dana PEM ini bertujuan untuk mengembangkan usaha-usaha sektor riil. Masyarakat kita perlu diarahkan perlahan-lahan agar menjadi masyarakat yang produktif sehingga pertumbuhan ekonomi daerah benar-benar ditopang oleh kekuatan ekonomi masyarakat," kata Hurek. (*)


Read More...

Hurek: Pemkot Belum Bisa Terapkan

* City Council Usul Legalkan Prostitusi
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Hermina Pello

KUPANG, SPIRIT
--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, mengatakan, usulan dari City Council atau Dewan Kota agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melegalkan prostitusi, belum bisa diterapkan karena pemerintah masih harus melakukan sosialisasi.

"Pemerintah Kota Kupang sampai saat ini belum mengambil sikap terhadap hasil pertimbangan dari City Council terhadap permasalahan prostitusi. Pemkot masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar ada pemahaman yang sama," kata Hurek saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.



Hurek menegaskan, pemkot tidak berniat untuk melegalkan prostitusi, tetapi berupaya untuk melindungi masyarakat. Pemkot bukan menyetujui adanya prostitusi tetapi berupaya agar melindungi warganya karena dengan pengontrolan maka masyarakat lainnya bisa terlindungi.

Menurutnya, perda yang mengatur prostitusi sudah ada, tetapi masih resisten. "Upaya yang dilakukan pemkot adalah untuk melindungi masyarakat sesuai dengan undang-undang yang belaku di mana pemerintah harus melindungi masyarakatnya bukan soal setuju atau tidak setuju," katanya.

Hurek mengatakan, City Council merupakan elemen masyarakat di Kota Kupang. Tetapi, pemerintah menyadari bahwa masih ada elemen masyarakat lainnya di Kota Kupang. Karena itu harus dilakukan sosialisasi hingga diperoleh pemahaman yang sama. "Hingga saat ini masih terus dilakukan sosialisasi sehingga belum diketahui hasil sosialisasi seperti apa karena belum ada kesamaan persepsi," ujarnya.

Untuk diketahui, dokumen pertimbangan mengenai prostitusi di Kota Kupang sudah dibuat sejak tanggal 1 Agustus 2008. City Council sudah memasukkan ke pemkot. Dalam dokumen itu, City Council meminta pemerintah untuk melegalkan prostitusi di satu lokasi tertentu. (*)

Read More...

Pemkot Tata Kembali Wilayah Ruang Ternak


SPIRIT NTT/PT.INCO.CO.OD
KAMBING--Pola beternak seperti kambing masih dilakukan kebanyakan warga Kota Kupang dengan cara-cara tradisionil seperti dilepas di kawasan umum sehingga mengganggu arus lalu lintas. Gambar diabadikan belum lama ini.

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Rosalina Langa Woso

-- pol out-
"Saya tidak mengerti, ada staf saya yang beternak babi di tengah rumah penduduk dalam kota."
- Drs. Daniel Adoe-
--------------------------------------------------------------------------

KUPANG, SPIRIT--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, berjanji akan menata kembali wilayah tata ruang ternak di Kota Kupang sebab ada warga Kota Kupang memiliki kebiasaan beternak yang buruk.

Selain itu, warga beternak di tengah wilayah pemukiman penduduk. Hal ini tidak diperbolehkan karena mencemarkan lingkungan dan bisa membawa penyakit.
"Saya tidak mengerti, ada staf saya yang beternak babi di tengah rumah penduduk dalam kota," kata Adoe saat menerima kunjungan tim DPRD NTT di Kantor Walikota, Senin (15/6/2009). Tim DPRD NTT terdiri dari Drs. Mell Adoe (Ketua DPRD NTT), Ir. Karel Yani Mboeik dan Adrianus Ndu Ufi.

Adoe merespons pertanyaan Karel Yani Mboeik perihal kondisi peternakan dan tata ruang wilayah ternak di Kota Kupang. Adoe menegaskan, penyakit flu babi, flu burung dan penyakit lainnya perlu dicegah dengan tidak membangun lokasi ternak di daerah pemukiman penduduk.



Adoe mempersilakan tim DPRD NTT memonitor secara langsung kebiasaan beternak warga Kota Kupang. Tentang tata ruang wilayah ternak, Adoe mengatakan, akan ditata kembali.
Sebelumnya, Yani Mboeik mengatakan, masalah ternak bukan hanya menjadi masalah nasional tetapi juga merupakan masalah lokal NTT, termasuk Kota Kupang. "Masalah ternak menjadi sorotan media massa. Jadi DPRD NTT mau melihat secara langsung kondisi peternakan di Kota Kupang," ujar Yani Mboeik.
Menurut Yani Mboeik, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, punya program menjadikan NTT sebagai propinsi ternak. Program inni harus disusul dengan langkah nyata penataan wilayah ternak di setiap kota dan kabupaten. Ironisnya, lanjut Yani Mboeik, program ini tidak diikuti dengan dukungan dana yang seimbang.

Yani Mboeik mencontohkan, untuk menjadikan NTT sebagai propinsi ternak, pemerintah harus menyiapkan dana senilai Rp 800-900 miliar. "Biayanya tidak bisa diakomodir secara komprehensif, tetapi disiapkan secara bertahap dengan biaya yang kecil," katanya. (*)


Read More...

Masyarakat Sabu: Terima Kasih Pemerintah Pusat

Spirit NTT, 22028 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT
--Masyarakat Sabu Raijua menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah meningkatkan status daerah itu secara otonom. Sudah lama warga merindukan hal ini.

"Kami menyampaikan kepada presiden, dalam hal ini menteri dalam negeri yang telah memekarkan daerah ini menjadi daerah otonom tanggal 26 Mei 2009," kata tokoh masyarakat Sabu Raijua, Kaleb Kana Lomi, ketika ditemui SPIRIT NTT di Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, tanggal 2 Juni 2009.



Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang yang telah memperjuangkan dan memfasilitasi panitia pembentukan Kabupaten Sabu Raijua mengajukan permohonan ke pemerintah pusat.
Ke depan, kata Kana Lomi, masyarakat tentu mengharapkan kabupaten ini ditata secara baik dan benar. Selama ini, kata dia, masyarakat menata daerah itu dengan caranya.

Kepada penjabat bupati, Kana Lomi meminta agar dapat meletakkan dasar-dasar pembangunan secara baik.
Kana Lomi mengatakan bahwa, "Kita harus membuka diri untuk orang lain. Sebab, Sabu Raijua bukan lahir untuk orang Sabu saja, tetapi Sabu Raijua lahir untuk kita semua sebagai masyarakat NTT. Karena itu harus ada kerja sama yang baik antara Kabupaten Kupang sebagai kabupaten induk dengan Kabupaten Sabu Raijua."
Kepada penjabat bupati ia meminta agar dapat memahami daerah itu dari berbagai aspek.

Sementara itu, Artur Antoni Radja Pono, seorang pegawai negeri sipil menyambut baik terbentuknya kabupaten baru itu. Ia mengatakan, selama ini banyak mengalami hambatan ketika berurusan ke kabupaten induk di Kupang. (humas pemkab kupang)


Read More...

Pemimpin Jangan Hanya Menebar Jargon

Spirit NTT, 22-28 Juni 20009

KUPANG, SPIRIT
--Seorang pemimpin diharapkan tak hanya menebarkan jargon, namun dapat mewujudnyatakan dalam pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua. Jika pemimpin bekerja keras dan menunjukkan keteladanan, maka ia dapat didukung masyarakat secara utuh.

Pandangan ini disampaikan salah satu tokoh pemuda Kabupaten Sabu Raijua, Domi Dira Tome, saat ditemui SPIRIT NTT di Lanud Tardamu, Kelurahan Meba, Kecamatan Sabu Barat, tanggal 3 Juni 2009.
"Sebagai generasi muda, kami siap membantu pemerintah kabupaten," kata Dira Tome. Ia mengatakan bahwa selama ini kaum muda di sana (Sabu Raijua) selalu kompak dalam setiap kegiatan.



Ia menekankan agar pemimpin masa depan di Sabu Raijua mau bekerja keras, melayani dengan cerdas dan melayani dengan tepat. "Kami tidak menghendaki pemimpin yang bukan hanya mengatakan siap membangun, namun tidak bisa buat apa-apa. Bila setiap pemimpin yang mengatakan siap membangun lalu tidak bisa buat apa-apa, akan menurunkan martabatnya sebagai pemimpin. Seorang pemimpin diharapkan dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat," katanya.

Karena itu setiap pejabat yang akan bertugas di Kabupaten Sabu Raijua ini, "Kami harapkan agar melakukan pendekatan budaya sebab daerah Sabu Raijua lebih menekankan hal itu. Kami di sini lebih menekankan kekeluargaan."
Dira Tome berpendapat bahwa budaya yang dimiliki masyarakat Sabu Raijua merupakan aset daerah yang bernilai tinggi yang dapat mendatangkan devisa bagi daerah ini. Ke depan siapapun yang akan menjadi pemimpin diharapkan dapat mengakomodir semua potensi yang ada di daerah ini.

"Kami kaum muda berpendapat bahwa budaya merupakan aset dan sekaligus identitas daerah yang juga merupakan harga diri masyarakat. Karena itu kami berharap bagi pemimpin di daerah ini agar melakukan pendekatan kultur," tegasnya berulangkali. (humas pemkab kupang)


Masyarakat Sabu: Terima Kasih Pemerintah Pusat

KUPANG, SPIRIT--Masyarakat Sabu Raijua menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah meningkatkan status daerah itu secara otonom. Sudah lama warga merindukan hal ini.
"Kami menyampaikan kepada presiden, dalam hal ini menteri dalam negeri yang telah memekarkan daerah ini menjadi daerah otonom tanggal 26 Mei 2009," kata tokoh masyarakat Sabu Raijua, Kaleb Kana Lomi, ketika ditemui SPIRIT NTT di Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, tanggal 2 Juni 2009.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang yang telah memperjuangkan dan memfasilitasi panitia pembentukan Kabupaten Sabu Raijua mengajukan permohonan ke pemerintah pusat.
Ke depan, kata Kana Lomi, masyarakat tentu mengharapkan kabupaten ini ditata secara baik dan benar. Selama ini, kata dia, masyarakat menata daerah itu dengan caranya.
Kepada penjabat bupati, Kana Lomi meminta agar dapat meletakkan dasar-dasar pembangunan secara baik.
Kana Lomi mengatakan bahwa, "Kita harus membuka diri untuk orang lain. Sebab, Sabu Raijua bukan lahir untuk orang Sabu saja, tetapi Sabu Raijua lahir untuk kita semua sebagai masyarakat NTT. Karena itu harus ada kerja sama yang baik antara Kabupaten Kupang sebagai kabupaten induk dengan Kabupaten Sabu Raijua."
Kepada penjabat bupati ia meminta agar dapat memahami daerah itu dari berbagai aspek.
Sementara itu, Artur Antoni Radja Pono, seorang pegawai negeri sipil menyambut baik terbentuknya kabupaten baru itu. Ia mengatakan, selama ini banyak mengalami hambatan ketika berurusan ke kabupaten induk di Kupang. (humas pemkab kupang)


Read More...

Warga Leloboko Belum Nikmati Listrik

* Di Amfoang Tengah
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT
--Warga Desa Leloboko di Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, hingga kini belum menikmati listrik.
"Sampai saat ini sejak Indonesia merdeka, kami belum nikmati penerangan listrik dari PLN. Perkampungan kami selalu gelap gulita jika malam telah tiba," kata Kepala Desa Leloboko, Yakob Naitasi, di Kupang, Minggu (20/6/2009).

Menurut dia, masyarakat di desa itu dan wilayah Amfoang lainnya masih menggunakan lampu pelita, sehingga belum menikmati apa yang disebut sebagai "kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia".



Pastor Paroki Sta Maria Mater Dei Oepoli di Amfoang Utara, Romo Bento Ninu juga mengakui bahwa masyarakat di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang seperti belum menikmati kemerdekaan. "Jangankan listrik, sarana dan prasarana jalan dari Kupang menuju Amfoang juga masih sulit. Masih banyak warga Amfoang yang belum melihat Kota Kupang, karena ketiadaan sarana transportasi," katanya.

Ia menambahkan, ketika membawa rombongan muda-mudi Katolik (Mudika) dari Oepoli ke Kota Kupang, pekan lalu, anak-anak muda itu kegirangan. "Mereka sampai berdiri sambil melompat-lompat dalam truk untuk melihat suasana Kota Kupang pada malam hari. Mereka baru pertama kali melihat apa yang disebut sebagai lampu listrik itu," ujarnya.

Kepala Desa Leloboko, Yacob Naitasi, mengharapkan pemerintahan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dapat memperhatikan penerangan listrik di wilayah tersebut.
"Kami berharap adanya kerjasama antara Pemkab Kupang dengan PLN untuk memasang jaringan listrik ke wilayah Amfoang agar masyarakat kami juga bisa menikmati penerangan pada malam hari," ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa sarana dan prasarana jalan ke Amfoang masih sangat memprihatinkan serta masih minimnya penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat desa. "Sebagian besar sarana jalan belum tersentuh aspal dan berlubang-lubang sehingga menyulitkan masyarakat untuk memasarkan hasil-hasilnya ke kota, karena tak ada sarana angkutan darat yang beroperasi ke wilayah Amfoang," katanya.
Pemerintah diminta untuk segera memperbaiki jalan dan pengadaan air bersih di wilayah itu, sehingga tidak munculkan masalah-masalah baru di desa tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya sudah berulang kali mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana jalan ke wilayah Amfoang dalam forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kupang, namun tetap tidak ada realisasi hingga saat ini. (ant)


Read More...

'TANGAN BERSIH'


Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

WALIKOTA
Kupang, Drs. Daniel Adoe, punya satu obsesi besar. Para pejabat atau siapa pun yang bekerja sebagai abdi negara di jajaran birokrasi agar meninggalkan tugas di pemerintahan dengan 'tangan bersih.' Tidak korupsi!
Obsesi ini disampaikannya pada kegiatan orientasi pejabat terkait dengan tindak pidana korupsi di Kupang, Kamis (11/6/2009). Mengapa terjadi korupsi?

"Tindakan korupsi bukan saja lahir dan hanya dilakukan oleh aparatur negara, tetapi juga lahir dan datang dari masyarakat. Masyarakat juga merupakan bagian dari sumber korupsi itu sendiri, seperti menyuap dan menyogok aparatur negara saat membutuhkan pelayanan," katanya saat itu.
Menurut Walikota Adoe, perilaku masyarakat seperti suka menyogok dan menyuap aparatur negara, membuat yang bersangkutan jadi terpengaruh dan terperdaya untuk melakukan korupsi.



"Awalnya memang pejabat yang bersangkutan punya tekad untuk tidak korupsi, tetapi karena masyarakat terus memaksa, akhirnya korupsi itu terjadi. Masyarakat juga perlu diberi penyadaran dan sosialisasi tentang korupsi," katanya menegaskan.
Dalam kaitan dengan itu, ia mengharapkan para peserta orientasi tersebut untuk mengikuti dengan baik kegiatan dimaksud agar meninggalkan masa tugas di pemerintahan dengan "tangan bersih".

Daniel Adoe menambahkan, pihaknya akan melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam bentuk bimbingan teknis (Bimtek) agar dapat secara periodik mendidik dan membina apatur negara di lingkungan Setda Kota Kupang.

Sementara itu, Staf Deputi Pencegahan KPK, Ryan Herviansyah, mengatakan, korupsi yang terjadi di Indonesia selama ini, karena sistem yang memberikan peluang terjadinya tindak pidana korupsi.
"Sistem yang berlaku selama 30 tahun di negara kita, telah memberikan peluang yang cukup besar kepada para penguasa untuk berkesempatan melakukan korupsi," katanya.

Akibat sistem tersebut, tambahnya, korupsi akhirnya merambah ke semua lembaga pemerintahan, baik itu eksekutif, legislatif maupun yudikatif. (ant)

Read More...

PDAM Kota Belum Pakai Dana Rp 1 Miliar

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT
--Dana Rp1 miliar yang dialokasikan untuk Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, belum dimanfaatkan karena masih menunggu balasan usul rencana kerja kepada pihak pengawas lembaga tersebut.

Dirut PDAM Kota Kupang, Noldi P Mumu, S.E, yang dihubungi di Kupang, Kamis (11/6/2009), menjelaskan, manajemen PDAM Kota Kupang belum bisa menggunakan anggaran Rp 1 miliar yang telah disetujui panitia anggaran DPRD Kota Kupang karena usul rencana penggunaan dana tersebut kepada badan pengawas belum dibalas.
"Sehari setelah Dewan menyetujui anggaran itu, kami sudah mengusulkan rencana penggunaannya ke badan pengawas, namun hingga hari ini belum ada tanggapan," kata Noldi.



Dia mengatakan, dana sebesar Rp 1 miliar itu, sesuai perencanaan akan digunakan untuk pemantauan awal dan operasional manajeman PDAM Kota Kupang selama enam bulan ke depan. "Jadi kami masih menunggu dari badan pengawas," ujarnya.
Untuk diketahui, dana Rp 1 miliar yang dipinjamkan oleh pemerintah Kota Kupang sebagai dana penyertaan modal kepada PDAM Kota Kupang, awalnya ditolak panitia anggaran DPRD setempat.

Selain, permohonan anggaran sebesar Rp 1 miliar itu tidak prosedural karena dibahas di luar pembahasan anggaran yang semestinya, pemerintah dan PDAM Kota Kupang pun tidak secara tegas merincikan rencana penggunaan, serta telah terjadi pendobelan pembiayaan.

Seperti yang terlihat pada sidang pertengahan Mei lalu, panitia anggaran DPRD Kota Kupang mempertanyakan rincian dana Rp300 juta dari Rp1 miliar untuk pembelian solar, padahal anggaran dengan pos yang sama sudah ada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang tahun anggaran 2009.

"Kalau di Dinas PU sudah ada anggaran dengan pos belanja yang sama, kenapa lagi PDAM minta anggaran baru," tanya Imanuel Haning salah seorang anggota panitia anggaran. Dia meminta PDAM harus merincikan secara jelas penggunaan anggaran tersebut.

Namun, karena pemerintah dan pihak manajemn PDAM Kota Kupang, beralasan bahwa, urusan air masuk dalam kategori emergensi dan membutuhkan tindakan cepat bagi warga di ibukota Provinsi NTT itu, akhirnya 15 orang anggota panitia anggaran DPRD Kota Kupang menyetujuinya. (ant)


Read More...

Walikota Kupang Minta Dukung "Green and Clean"

Spirit NTT, 21-28 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT
--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, meminta kepada semua dinas, badan dan kantor serta masyarakat di ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu untuk terus mendukung penanaman seribu pohon, sebagai bagian dari program Kupang hijau dan bersih (green and clean) yang dicanangkan sejak setahun lalu.

Permintaan tersebut disampaikan Adoe, pada sebuah acara di Kantor Departemen Agama Kota Kupang, Kamis (11/6/2009), yang juga dihadiri oleh para kepala dinas, badan, kantor dan sejumlah tokoh masyarakat.




Menurut Adoe, program penanaman seribu pohon yang dicanangkan pemerintahan kota sangat bermanfaat untuk mengatasi pemanasan global yang sekarang sedang menjadi isu dunia. "Saya sangat dukung program ini, karena itu mari kita dukung pemerintahan Presiden SBY --Susilo Bambang Yudhoyono yang mencanangkan penanaman sejuta pohon--," ajak Adoe.

Dia mengatakan, kondisi lingkungan saat ini sangat mengkhawatirkan. Untuk itu ekosistem lingkungan harus dijaga demi keseimbangan hidup, dengan menanam pohon sebanyak-banyaknya.
Adoe mengatakan, pemerintah Kota Kupang secara nyata menindaklanjuti program penanaman sejuta pohon di tingkat nasional dengan program lokal "green and clean" yang berjalan baik.

Keberhasilan itu lanjut mantan Wakil Walikota Kupang ini, ditandai dengan diperolehnya Piala Adipura dari pemerintah pusat. "Ini bukan hasil kerja pemeintah semata. Masyarakat pun turut ambil bagian di dalam keberhasilan ini," ujarnya.
Karena ini --program green and clean--merupakan tugas bersama, Walikota Kupang mengajak Kepala Kantor Agama Kota Kupang yang baru, Dra. Imelda da Costa, mengikuti jejak pejabat sebelumnya (Rafael Opeh) dalam hal peduli lingkungan. "Saya minta pejabat baru pada kantor ini untuk mengikuti jejak pejabat yang lama, dukung program 'green and clean'," katanya. (ant)



PDAM Kota Belum Pakai Dana Rp 1 Miliar

KUPANG, SPIRIT--Dana Rp1 miliar yang dialokasikan untuk Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, belum dimanfaatkan karena masih menunggu balasan usul rencana kerja kepada pihak pengawas lembaga tersebut.
Dirut PDAM Kota Kupang, Noldi P Mumu, S.E, yang dihubungi di Kupang, Kamis (11/6/2009), menjelaskan, manajemen PDAM Kota Kupang belum bisa menggunakan anggaran Rp 1 miliar yang telah disetujui panitia anggaran DPRD Kota Kupang karena usul rencana penggunaan dana tersebut kepada badan pengawas belum dibalas.
"Sehari setelah Dewan menyetujui anggaran itu, kami sudah mengusulkan rencana penggunaannya ke badan pengawas, namun hingga hari ini belum ada tanggapan," kata Noldi.
Dia mengatakan, dana sebesar Rp 1 miliar itu, sesuai perencanaan akan digunakan untuk pemantauan awal dan operasional manajeman PDAM Kota Kupang selama enam bulan ke depan. "Jadi kami masih menunggu dari badan pengawas," ujarnya.
Untuk diketahui, dana Rp 1 miliar yang dipinjamkan oleh pemerintah Kota Kupang sebagai dana penyertaan modal kepada PDAM Kota Kupang, awalnya ditolak panitia anggaran DPRD setempat.
Selain, permohonan anggaran sebesar Rp 1 miliar itu tidak prosedural karena dibahas di luar pembahasan anggaran yang semestinya, pemerintah dan PDAM Kota Kupang pun tidak secara tegas merincikan rencana penggunaan, serta telah terjadi pendobelan pembiayaan.
Seperti yang terlihat pada sidang pertengahan Mei lalu, panitia anggaran DPRD Kota Kupang mempertanyakan rincian dana Rp300 juta dari Rp1 miliar untuk pembelian solar, padahal anggaran dengan pos yang sama sudah ada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kupang tahun anggaran 2009.
"Kalau di Dinas PU sudah ada anggaran dengan pos belanja yang sama, kenapa lagi PDAM minta anggaran baru," tanya Imanuel Haning salah seorang anggota panitia anggaran. Dia meminta PDAM harus merincikan secara jelas penggunaan anggaran tersebut.
Namun, karena pemerintah dan pihak manajemn PDAM Kota Kupang, beralasan bahwa, urusan air masuk dalam kategori emergensi dan membutuhkan tindakan cepat bagi warga di ibukota Provinsi NTT itu, akhirnya 15 orang anggota panitia anggaran DPRD Kota Kupang menyetujuinya. (ant)


Read More...

Belum Semua Warga Kota Kupang Paham Tentang Gizi


SPIRIT NTT/ROSALINA LANGA WOSO
PESERTA RAKER--Peserta Raker Kesehatan Daerah di Lantai III Kantor Walikota, Senin (15/6/2009).

* Wakil Walikota Buka Raker Kesehatan Daerah
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Rosalina Langa Woso

KUPANG, SPIRIT
--Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, mengakui belum semua warga Kota Kupang paham pengetahuan tentang gizi. Pemahaman yang keliru tentang pola makan, menjadi kendala bagi warga untuk hidup sehat dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Hurek mencontohkan, warga yang memelihara ayam kampung yang setiap hari bertelur tidak memberi makan anaknya dengan telur ayam. Telur ayam yang ada dijual di pasar untuk membeli satu bungkus mie. Kebiasaan yang sama dilakukan warga pesisir pantai yang keseharian menjual ikan. Ikan dijual untuk membeli mie yang dikonsumsi oleh semua keluarga. "Pedagang pisang, beli molen. Pedagang kelapa, beli minyak goreng," ujar Hurek.



Hurek yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Dominggus Sarambu, mengatakan hal ini ketika membuka Rapat Kerja (Raker) Kesehatan Daerah di Lantai III Kantor Walikota, Senin (15/6/2009). Kegiatan ini berakhir hari Selasa (16/6/2009).

Menurutnya, pola makan yang keliru masih terjadi. Nasi dianggap layak menjadi makanan sumber karbohidrat terbaik. Padahal, jagung dan ubi-ubian mengandung karbohidrat yang setara dengan nasi. "Pilihan makanan, telah dipengaruhi oleh status seseorang," katanya.

Karenanya, Hurek meminta petugas kesehatan harus menjadi motor penggerak untuk menyampaikan program pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Kupang yang masih minim pengetahuannya tentang pola hidup sehat.
Hurek mengatakan, warga Kota Kupang akan memahami secara komprehensif tentang pelayanan kesehatan bila dipromosikan melalui media massa. Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah memanfaatkan media massa sebagai ajang promotif.

Tindakan kuratif yang selama ini telah digalakkan, kata Hurek, bisa berjalan seimbang bila disusul dengan langkah publikasi secara baik. Warga akan memahami apa yang dilakukan petugas kesehatan dan mudah ditiru petugas lain dengan melalui langkah promotif media massa.

Ketua Panitia Pelaksana Rakerkesda, Wenslaus Nahak, dalam laporannya mengatakan, masalah pokok implementasi perencanaan kesehatan pada kota adalah sistem perencanaan kesehatan yang kurang efektif dalam mengakomodir kebutuhan dan permasalahan kesehatan setempat.

"Perlu langkah sistematis untuk merumuskan rencana kegiatan tahun 2010 yang lebih efektif dan efisien. Hal ini untuk menghasilkan program kesehatan yang lebih berpihak kepada rakyat," kata Wenslaus. (*)


Read More...

Walikota Kupang Resmikan SPC Kupang


SPIRIT NTT/OBBY LEWANMERU
TINJAU SPC--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, meninjau lokasi penjualan handphone (HP) dan aksesoris di pusat perbelanjaan Sahabat Pasaraya Centre (SPC) Kupang, Senin (15/6/2009).

* Pemkot Fokus Kembangkan UKM
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Oby Lewanmeru

KUPANG, SPIRIT
--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, meresmikan pembukaan Sahabat Pasaraya Centre (SPC) Kupang di Jalan Jenderal Sudirman Kuanino, Senin (15/6/2009) malam. Peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan melakukan pengguntingan pita.

Dalam sambutannya, Daniel Adoe meminta manajemen SPC agar menyerap tenaga kerja, terutama tenaga kerja yang memiliki keahlian pada bidang usaha yang ada. Ini dilakukan agar mengurangi angka pengangguran di Kota Kupang.




Menurut Adoe, saat ini pemerintah memfokuskan pada bidang-bidang usaha kecil menengah atau mikro guna meminimalisir angka pengangguran di wilayah ini. Salah satunya, lanjut Adoe, dengan munculnya berbagai lapangan kerja seperti SPC ini. "Dengan dibukanya SPC ini diharapkan dapat menyerap sejumlah tenaga kerja. Dan, tentunya tenaga kerja yang direkrut oleh manajemen SPC ini adalah yang memiliki keahlian khusus," kata Adoe.

Pemerintah Kota Kupang, demikian Adoe, berupaya meningkatkan keterampilan warganya, terutama generasi muda sehingga bisa memanfaatkan keahlian yang ada untuk membuka lapangan kerja yang pada akhirnya menurunkan angka pengangguran.
Walikota menyatakan, dengan berkembangnya teknologi, maka harus diikuti pula oleh keahlian-keahlian khusus. Dan, dengan munculnya berbagai bidang bisnis, termasuk SPC ini diharapkan membantu pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Kota Kupang.

Adoe menjelaskan, sampai sekarang angkatan kerja di Kota Kupang sekitar 36.000 orang, sedangkan jumlah penganggur sekitar 6.000 orang atau sekitar 16 persen dari total angkatan kerja. Karena itu, kata Adoe, dengan kehadairan berbagai lembaga- lembaga bisnis sangat membantu mengurangi angka tersebut.

Sementara itu, Chandra Sentosa, mewakili SPC Kupang mengatakan, kehadiran SPC ini merupakan dukungan dari semua pihak yang ada di Kota Kupang. Ia berharap SPC merupakan salah satu pusat perbelanjaan HP di wilayah ini.
Acara pembukaan SPC Kupang dimeriahkan Mozaik Band, dan penarikan undian bagi para undangan. (*)

Read More...

Mustahil Produksi Jagung NTT Capai 933.000 Ton


* Jaksa agar Periksa Dugaan KKN
Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT
--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meragukan hasil produksi jagung yang dilaporkan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT tahun 2009 yang mencapai 933.000 ton.
"Saya ragukan laporan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan bahwa produksi jagung di NTT capai 933.000 ton. Saya rasa laporan itu hanya asal bapak senang (ABS)," kata anggota DPRD NTT, Karel Yani Mboeik, di Kupang, Rabu (10/6/2009).

Berdasarkan laporan Dinas Pertanian dan Perkebunan, kata Yani, dari total dana sebesar Rp 1,2 miliar yang dialokasikan pada tahun anggaran 2009 baru disalurkan sebesar 30 persen, sisa 70 persen untuk pengembangan jagung pada lahan seluas 670 hektar di 10 kabupaten.




Menurut Yani, tidak mungkin dana baru cair 30 persen dari Rp 1,2 miliar, tetapi produksi jagung mencapai 933.000 ton. Ini, aneh dan tidak rasional. Yani mengatakan, persoalan untuk menjadikan NTT sebagai propinsi jagung sudah terjadi sejak penetapan anggaran 2009, karena penetapan dana Rp 1,2 miliar untuk pengembangan jagung di NTT tidak sesuai mekanisme, karena dilakukan secara sepihak oleh eksekutif dan sebagian anggota DPRD. "Anggaran itu ditetapkan tanpa melalui pembahasan oleh panitia anggaran," katanya.

Karena itu, Yani meminta aparat Kepolisian dan Kejaksaan NTT untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pemanfaatan anggaran itu, karena diduga terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam program NTT sebagai propinsi jagung.
Menjawab sorotan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Gabriel Dawa, mengatakan, produksi jagung pada 2009 ini mencapai 933 ton dari lahan seluas 670 hektar yang tersebar di 10 kabupaten di NTT dari alokasi anggaran oleh pemerintah sebesar Rp 1,2 miliar.

Peningkatan hasil produksi ini, menurut Dawa, atas bantuan pemerintah kepada petani, berupa "traktor tangan" dan bantuan bibit unggul kepada petani. "Jika petani mengelola lahan secara tradisional, maka hasilnya tidak terlalu tinggi," katanya.
Jika menggunakan bibit lokal, jelas Dawa, maka hasil yang dicapai untuk satu hektar hanya 2,5 ton, sementara jika menggunakan bibit komposit mencapai empat ton per hektar, serta bibit jagung hibrida mencapai tujuh sampai delapan ton per hektar.

Karena itu, pihaknya mengusulkan kepada petani agar menggunakan bibit komposit untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, terutama jagung. Dengan demikian, target untuk menjadikan NTT sebagai propinsi jagung dapat terwujud. (ant)

Read More...

Belu Dukung NTT Jadi Propinsi Koperasi

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

ATAMBUA, SPIRIT
--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu mendukung program kerja Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT menjadikan NTT sebagai propinsi koperasi di Indonesia pada tahun 2015. Pemkab juga secara otomatis akan menjadikan Belu sebagai salah satu kabupaten koperasi di NTT.


Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus, mengatakan hal ini ketika memimpin rapat koperasi di Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (25/5/2009). Taolin mengingatkan para pimpinan dinas, badan, bagian, kantor dan para camat agar mendukung program Pemprop NTT.



Menurut Taolin, program ini dapat berjalan bila setiap koperasi yang ada di unit kerja masing-masing dapat diaktifkan kembali. Untuk itu, katanya, perlu ada koordinasi lintas sektor antardinas koperasi dan usaha kecil menengah untuk memfasilitasi unit kerja yang ada di kabupaten itu. Tujuan lainnya melihat kembali sistem kerja, struktur organisasi, dan kesehatan dalam koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Belu, Stef Supardji, S.H, pada kesempatan itu, mengatakan, dalam waktu dekat sosialisasi akan dilakukan ke tiap unit kerja guna memberikan masukan dan pembenahan di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Sipardji mengimbau pimpinan unit dan masyarakat yang membentuk kelompok usaha bersama (KUB) agar segera mengurus badan hukum kelompok bersama tersebut. Sebab, ke depan perhatian pemerintah dalam memberdayakan kelompok tersebut akan diarahkan melalui koperasi. (humas pemkab belu)


Read More...

Temuan BPK Segera Ditindaklanjuti


Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

ATAMBUA, SPIRIT
--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu akan menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap penggunaan anggaran negara demi pembangunan kesejahteraan rakyat. Pasalnya, 90 persen temuan BPK itu merupakan kesalahan administrasi.

Demikian dikemukakan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, kepada wartawan di Kantor DPRD Belu, usai rapat paripurna istimewa penyerahan laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan Pemkab Belu tahun anggaran 2008 oleh BPK kepada DPRD setempat, Jumat (12/6/2009).



"Hari Senin (15/6/2009, red) kita akan tindaklanjuti temuan BPK NTT karena 90 persen temuan itu adalah kesalahan administrasi," katanya. Bupati Belu mencotontohkan, temuan BPK di Dinas Pekerjaan Umum Belu mencapai Rp 9 miliar itu disebabkan karena kesalahan pada pos anggaran. Seharusnya kata dia, catatan administrasi masuk dalam pos anggaran belanja barang dan jasa. "Namun selama ini yang kita laksanakan adalah pada pos anggaran belanja modal. Kesalahan administrasi di sini," katanya.

Bupati Lopez mengimbau kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar selalu membenahi laporan administrasi keuangan sehingga kelak tidak terjadi temuan lagi oleh BPK, seperti dialami pada tahun anggaran 2008.

Wakil Ketua DPRD Belu, Drs. HK Silvester, mengatakan, hari Senin (15/6/2009), BPK menyerahkan hasil audit secara langsung kepada DPRD. Ini merupakan suatu bentuk pertanggungjawaban APBD terhadap pengelolaan keuangan negara secara transparan dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Oleh karena itu DPRD mengharapkan agar slogan mengemban aspirasi dan amanat rakyat tetap dijaga dan dipertahankan. (humas pemkab belu)

Read More...

Kades Diingatkan Selalu di Tengah Masyarakat

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

ATAMBUA, SPIRIT
--Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, mengingatkan semua kepala desa (Kades) di daerah itu untuk selalu di tengah masyarakat. Tujuannya untuk memberikan motivasi kepada masyarakat.

Ia mengatakan hal ini pada pengambilan sumpah dan pelantikan Kades Motaain, Oanmane, Naas, Raimataus dan Rabasa Hairain, Kecamatan Malaka Barat, Selasa (16/6/2009). "Tiga bidang inilah yang menjadi tugas pokok seorang kepala desa ketika ia diambil sumpah dan dilantik. Sedangkan masalah lain, seperti kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan sarana umum lainnya menjadi tanggung jawab pemkab," katanya.


Di bidang pertanian lanjut bupati, Kades harus berada di tengah masyarakat untuk memberikan motivasi agar dapat memberdayakan potensi yang ada terutama memanfaatkan lahan tidur.

Ia mengatakan, seorang Kades selalu memperhatikan kesehatan masyarakat terutama kesehatan lingkungan, gizi buruk yang selalu melanda anak balita serta kejadian-kejadian luar biasa lainnya. Kades agar selalu bertindak cepat dan tepat untuk melaporkan kepada instansi terkait guna mendapat bantuan.

Ia juga mengingatkan Kades agar selalu berkampanye tentang keluarga berencana. Pasalnya, pertumbuhan penduduk dengan anga kelahiran yang setiap tahun terus bertambah sedang lahan pertanian tak bertambah. "Dua anak cukup. Bukan berarti kita melarang hak asasi masyarakat, namun banyak anak apakah kita sebagai orangtua dapat melaksanakan semua hak anak dengan baik terutama di bidang pendidikan," katanya.

Wakil Ketua DPRD Belu, Bernadus Bria, B.A, mengatakan, pelantikan seorang Kades merupakan titik awal untuk memulai tugas selama enam tahun. Selama jangka waktu itu ia harus bisa melayani masyarakat secara baik. (humas pemkab belu)



Read More...

Pemkab Belu Dukung 'Anggur Merah'


Spirit NTT, 22-28 Juni 2009

ATAMBUA, SPIRIT
-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu akan tetap mendukung program anggaran untuk rakyat menuju sejahtera (Anggur Merah) yang dicanangkan Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT dengan prioritas pada bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan serta koperasi.

Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez mengatakan hal ini ketika menerima kunjungan kerja DPRD NTT di Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (15/6/2009). Dalam arahannya, bupati mengatakan, Pemkab Belu akan tetap mendukung serta memperhatikan program Anggur Merah itu.



"Fasilitas di bidang pertanian sudah cukup memadai untuk pengembangan jagung hibrida termasuk peternakan, perikanan dan koperasi yang mengalami kemajuan cukup pesat," katanya. Hal ini penting, kata bupati, karena untuk menjadikan Kabupaten Belu menjadi daerah penghasil jagung, gudang ternak dan kabupaten koperasi sebagai bentuk dukungan program ini.

Ia mengatakan, jalur Jalan Atambua-Weluli merupakan salah satu jalan negara yang mengakses ke daerah perbatasan yang panjangnya 30 kilomete perlu mendapat perhatian serius dari pemprop. "Bagaimana bisa selesai kalau setiap tahun kita hanya menyelesaikan dua sampai empat kilometer, selain itu jembatan Wemean di bagian selatan belum mencapai 100 persen. Namun, dalam laporan mitra kerja Dinas PU NTT, realisasi proyek sudah mencapai 100 persen," katanya.

Anggota DPRD NTT, Maternus Billi, B.Sc, mengatakan, Pemprop NTT telah mencangkan NTT sebagai penghasil jagung, ternak dan propinsi koperasi. Oleh karena Kabupaten Belu sebagai salah satu kabupaten di NTT dengan potensi yang memadai diharapkan untuk tidak kalah dengan kabupaten lain. (humas pemkab belu)



Read More...

Kadonya, Copot...



SPIRIT NTT/APLONIA MATILDE DHIU
CORAT-CORET--Para siswa dari berbagai SLTA di Kota Kupang merayakan kelulusan UN 2009 dengan melakukan aksi corat-coret, Senin (15/6/2009).

Spirit NTT, 22-28 Juni 2009, Laporan Rosalina Langa Woso

KESAL
. Itulah perasaan dan disposisi batin Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, ketika mengetahui beberapa sekolah di wilayahnya menuai hasil ujian nasional (UN) 2009 nol persen. Berhati-hatilah para kepala sekolahnya. Adoe sudah mewanti-wanti mencopotnya. Sekolahnya pun ditutup. Itulah kadonya.

Bagi Adoe, sekolah-sekolah yang persentase kelulusannya jelek menandakan bahwa para kepala sekolahnya tidak berhasil mengelola sekolah. Karena itu kepala sekolahnya mesti bertanggung jawab.




Adoe bukan cuma mengancam akan mencopot para kepsek. Ia juga akan berniat menutup sekolah yang persentasenya nol persen. "Itu sangat memalukan, dia (kepsek) bekin apa saja selama satu tahun, sampai kelulusan nol persen," ujar Adoe dengan nada kesal saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2009), terkait persentase kelulusan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Kota Kupang. Seperti diketahui, hasil UN untuk SLTA di Kota Kupang diumumkan, Senin (15/6/2009).

Daniel Adoe memberikan kesempatan satu tahun lagi kepada sekolah yang persentasenya nol persen untuk meningkatkan persentase kelulusannya. Bila sampai tiga kali persentase kelulusan hanya nol persen, ia tidak segan-segan akan menutup sekolah itu.

Ditanya kapan akan mencopot para kepsek, Adoe mengatakan, dalam waktu dekat setelah dirinya mendapat laporan persentase kelulusan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang. "Saya akan copot semua kepsek yang sekolahnya capai kelulusan di bawah 50 persen. Buat malu-malu saja. Masih ada lagi yang lulusnya nol persen. Mau jadi apa dunia pendidikan di Kota Kupang kalau masih ada tingkat kelulusan seperti ini?" sesal Adoe dengan nada tinggi.

Pencopotan yang dilakukannya, kata Adoe, bukan tanpa dasar. Selain menunjukkan kinerja yang tidak becus oleh para kepsek, Adoe juga memegang janji para kepsek saat dilantik. Saat itu, kata Adoe, para kepsek telah berjanji melalui pakta integritas akan bersungguh-sungguh mengelola lembaga pendidikan melalui sumpah jabatannya.

Sementara itu, Ketua Panitia UN Tahun 2009 Dinas Pendidikan Kota Kupang, Allan Modjo, kepada SPIRIT NTT secara terpisah mengatakan, dua SMA yang mencapai persentase kelulusan 100 persen adalah SMA Seminari St. Rafael Oepoi, Kupang dan SMA Kristen Mercusuar. Sementara sekolah yang mengalami nol persen antara lain SMA Beringin dan SMA El Tari Kupang. (*)

Read More...

P2KP Kelapa Lima Beri Beasiswa

Spirit NTT, 15-21 Juni 2009, Laporan Hermina Pello

KELAPA LIMA, SPIRIT
--Koordinator P2KP Kelurahan Kelapa Lima, Heri Tibuludji, Kamis (10/6/2009), menyebut salah satu kegiatan di bidang sosial P2KP adalah memberi beasiswa kepada 13 anak yang kurang mampu.
Selain itu, pada Rabu (9/6/2009), memberikan bantuan kepada lima orang tidak mampu dan orang jompo. Bantuan yang diberikan itu berupa satu karung beras, susu, gula, sabun mandi dan sabun cuci. Selain itu juga
Tibuludji yang juga Ketua RW 02 Kelapa Lima ini mengatakan bahwa pada tahun pertama, P2KP Kelapa Lima memperoleh dana Rp 300 juta yang dikucurkan dalam tiga tahap.



Tahun kedua mendapat dana Rp 350 juta dan saat ini dalam tahap kelima dimana dana yang dikucurkan sebanyak Rp 175 juta untuk tiga kegiatan, yaitu sosial, lingkungan dan ekonomi.

Tibuludji juga menyebut kegiatan lainnya adalah membuat gerobak dari BLM (bantuan langsung masyarakat) tahap ke empat, sedangkan sisanya 15 gerobak sampah sedang dalam proses pembuatan.

"Jika sudah selesai maka gerobak sampah itu akan dibagikan kepada RT yang belum mendapat gerobak sampah dan kami berharap agar respon mereka juga bagus sehingga gerobak sampah itu bisa berfungsi dengan baik," katanya sembari menambahkan bahwa selain gerobak sampah, dari P2KP juga telah membuat beberapa TPS serta bak sampah di beberapa RT.

Dengan adanya gerobak sampah, lanjut Tibuludji, diharapkan masalah sampah di Kelapa Lima bisa tertangani dan warga tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat. (*)

Read More...

Peternak Ayam di Airnona Butuh Dana PEM

Spirit NTT, 15-21 Juni 2009, Laporan Hermina Pello

AIRNONA, SPIRIT
--Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Airnona, Karel Ku'u, Sabtu (6/6/2009), mengatakan warga kelurahan setempat mengharapkan Pemerintah Kota Kupang terus menggulirkan dana pemberdayaan ekonomi masyarakat (PEM). Dana bergulir itu sangat membantu warga Airnona yang hampir 70 persen bermata pencaharian sebagai pedagang kecil seperti peternakan ayam dan babi.

"Kami masih berharap agar program pemerintah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemberian dana bergulir itu masih berjalan karena di daerah kami ini ada sekitar 60 persen hingga 70 persen merupakan pedagang kecil di pasar dan juga pedagang keliling," kata Karel.


Karel mengatakan, pada waktu lalu, pernah ada dana PEM di Kelurahan Airnona, cuma penerimanya tidak jelas. "Kalau ada dana PEM maka harus jelas sasarannya karena ada banyak orang yang mau berusaha, namun kesulitan modal. Bagaimana mereka mau membesarkan usaha mereka jika mereka kekurangan modal," katanya.
Selain para pedagang, lanjut Karel, ada juga yang beternak babi dan ayam. Mereka juga membutuhkan modal tambahan.

"Sekarang ini pengusaha kecil ini merasa agak sedikit terbantu dengan dana bergulir dari Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Saat ini sudah terbentuk tujuh kelompok keswadayaan masyarakat (KSM) dengan jumlah anggota minimal satu kelompok 10 orang dan dana yang diberikan senilai Rp 500 ribu/orang," ujar Karel.

Karel juga mengharapkan agar pemerintah bisa memfasilitasi para pedagang keliling, misalnya dengan memberikan bantuan dalam bentuk gerobak sehingga mereka tidak perlu memikul dagangan mereka. "Saya rasa ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemkot Kupang memberikan dorongan dan motivasi bagi mereka agar mereka berusaha lebih giat lagi," ujarnya. (*)


Read More...