Spirit NTT, 1-7 Juni 2009
WAIGETE, SPIRIT--Wakil Bupati Sikka, dr. Wera Damianus, MM, secara resmi membuka workshop dalam rangka mencegah dan menanggulangi penularan penyakit malaria di Desa Wairterang, Nangatobong, dan Egon, Kecamatan Waigete,
di Aula Kantor Camat Waigete, Jumat (16/5/2009).
Workshop ini digelar atas kerja sama Yayasan Bangun Indonesia, LSM Lokal- Mitra CCF Klaster Sikka, Pemerintah Jepang dan pemerintah Kabupaten Sikka.
Workhsop membahas berbagai persoalan, termasuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pada kegiatan yang sementara berjalan, ketersediaan kader, peralatan, dan sebagainya dalam mencegah dan mengatasi penyakit malaria baik di tingkat desa maupun posyandu.
Tujuan workshop untuk memperoleh informasi tentang masalah-masalah terjadinya penularan malaria, mengidentifikasi sebab-sebab penularan malaria serta mengumpulkan saran-saran berita foto 01_ wakil bupati sikka dr. wera damianus mm (berdiri) saat membuka kegiatan sosialisasi pencegahan malaria di kecamatan waigete. jum ad (15/05/2009). foto : jonathan
bagaimana mengatasi dan mencegah timbulnya masalah malaria yang lebih luas.
Wabup Sikka,Wera Damianus, dalam arahannya, mengatakan, workshop dimaksud sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten sikka, khususnya masyarakat Waigete. Kecamatan Waigete, katanya, dapat dijadikan sampel untuk lokasi workshop, karena Waigete sebagai wilayah yang dianggap rawan terhadap penularan penyakit malaria, dan persentase penularan penyakit malaria sangat tinggi.
Dikatakannya, Sikka merupakan kabupaten yang rawan terhadap bahaya malaria, untuk itu harus ada tekad, kemauan dan kesadaran yang kuat dari masyarakat untuk mengatasi bahaya malaria. Selain itu, katanya, harus ada sosialisai yang baik dari berbagai pihak sehingga masyarakat dapat memahami dan mengerti tentang kegunaan dan fungsi dari kelambu dalam pencegahan terhadap bahaya malaria.
Wera Damianus mengharapkan peserta workshop dapat mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya dan manfaatkan kesempatan dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga dapat menindaklanjuti kepada masyarakat yang tidak sempat mengikuti kegiatan dimaksud.
Camat Waigete, Agustinus Akar, S.Sos, di sela-sela kegiatan workshop juga mengharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan dan menindaklanjutinya sehingga proses penyebarannya dapat dicegah sedini mungkin.
Agustinus berharap kerja sama dan bantuan dari berbagai pihak dalam membantu mengatasi bahaya malaria.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Bangun Indonesia, dr. Sumengen Sutomo, M.Ph; Koordinator Mitra CCF Klaster Sikka, Herman da Gomez; Kepala Bagaian Humas, Markus Welung, BA; Camat Waigete, Agustinus Akar, S. Sos; perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan para peserta workshop. (cipto/nathan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar