PDAM Kota Kupang Lakukan Survai Jaringan

Spirit NTT, 1-7 Juni 2009

KUPANG, SPIRIT-
- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, kini tengah membenahi aspek administrasi dan melakukan survai jaringan perpipaan. Langkah ini ditempuh menyusul pengalihan status dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi PDAM.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Kupang, Noldy DP Mumu, S.E, mengatakan hal ini ketika ditemui SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Senin (15/5/2009). Menurut Noldy, sejak dilantik beberapa waktu lalu, ia bersama direksi mulai mengambil langkah-langkah pembenahan di perusahaan itu.


Langkah yang diambil yakni, direksi melakukan inventarisasi dan identifikasi semua kondisi yang ada kemudian akan menyusun pola manajemen yang baru. "Pola ini sesuai tuntutan manajemen modern," kata Noldy yang didampingi Direktur Admistrasi dan Keuangan, Abdullah P Ulumado, S.E, dan Direktur Teknik, Tris Talahatu, S.T.

Dia mengatakan, perusahaan masih memanfaatkan pegawai negeri sipil (PNS) eks UPTD. Namun ke depan kata dia, pegawai yang mengelola perusahaan itu adalah non PNS karena sesuai ketentuan. Untuk sementara perusahaan itu akan menyerap sekitar 20-25 karyawan sesuai ratio pelayanan. Tenaga itu kata dia, akan terus bertambah sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain itu pola pelayanan akan dilakukan secara cermat, cepat dan tepat terhadap konsumen. Juga sistim keuangan pun akan ditata lagi. Tentang survai jaringan perpipaan di lapangan Noldy mengatakan sedang dalam penanganan. Survai itu dalam rangka perbaikan jaringan transmisi untuk meningkatkan kapasitas air bersih.

Noldy mengatakan bahwa potensi air terbesar di Kota Kupang saat ini, yakni air tanah baik dangkal dan dalam. Selain itu potensi air permukaan. Namun yang terakhir ini belum dieksploitasi.

Menurut Noldy, sampai saat ini baru 10 sumur bor yang melayani sekitar 2000 pelanggan. Tahun ini, kata dia, Dinas Kimpraswil kota akan membangun lima sumur bor sehingga totalnya mencapai 15 sumur bor. Diharapkan dengan penambahan sumur itu daftar tunggu konsumen yang kini mencapai 700 dapat ter- cover.
Sementara Ulumado dan Talahatu mengatakan, biaya untuk lima sumur bor, yakni Rp 1,2 miliar atau rata-rata tiap sumur bor menelan dana Rp 250 juta. Menjawab Spirit NTT terkait dengan pernyataan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe bahwa PDAM Kota Kupang akan memberikan pelayanan air bersih satu kali 24 jam, keduanya mengatakan, apa yang dikatakan walikota merupakan dorongan bagi direksi untuk memberi pelayanan secara maksimal. "Kami akan berusaha melayani konsumen secara maksimal," katanya. (pol)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar