Menduniakan Pulau Komodo...

Spirit NTT, 1-7 Juni 2009

PERFORMA
Dwiki Dharmawan di jalur musik sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebagai musisi andal, Dwiki sudah sering melanglang buana guna mewakili Indonesia dalam berbagai ajang festival jazz. Kiprah ini tentu mengharumkan nama bangsa, sebab keterampilannya dalam mengomposisi musik, terbukti sudah banyak memancing perhatian musisi papan atas dunia.

Uniknya, selain aktif berkiprah dalam jalur musik, Dwiki juga dikenal sebagai individu yang rajin mempromosikan budaya bangsa. Salah satu program yang sedang digarapnya adalah gerakan memopulerkan Taman Nasional Komodo (TNK) agar masuk dalam daftar tujuh keajaiban dunia melalui voting di situs new7Wonders.com. "Saya melakukan hal ini agar taman nasional Indonesia bisa terpilih sebagai tujuh keajaiban dunia," ujar Dwiki bersemangat di Jakarta, belum lama ini.



Demi mendukung program pemerintah itu, Dwiki telah menggelar konser, 21 Mei lalu. Pendiri Krakatau band ini mengadakan konser itu untuk lebih mengampanyekan slogan Vote Komodo For New 7Wonder di Plenary Hall Jakarta Convention Center, saat konser digelar.

Dalam perhelatan itu, ia menyosialisasikan program voting bagi TNK kepada masyarakat luas. Dwiki menjelaskan pemilihan online itu diselenggarakan oleh The New 7Wonders Foundation, sebuah yayasan yang bekerja sama dengan The United Nation Office for Partnerships.

Ia mengatakan setelah 'kecolongan' dengan peristiwa kalahnya Candi Borobudur dalam ajang pemilihan yang sama, Depbudpar ingin sekali mendongkrak nama TNK sebagai destinasi wisata dunia. "Salah satu caranya dengan menjadikan TNK sebagai bagian dari keajaiban di Bumi," ujar pria berdarah Sunda itu landai.
Dwiki menuturkan kalahnya Candi Borobudur dalam ajang itu dua tahun lalu sempat membuat dirinya terpukul. Berkaca dari pengalaman itu, maka tahun ini ia bersemangat membantu pemerintah, salah satu caranya dengan menggelar sebuah konser.

Bagi-bagi Pin
Berdasarkan data dari situs new7wonder, ada 222 negara yang menominasikan 261 daerah tujuan wisatanya guna memperebutkan posisi tujuh besar keajaiban dunia. Voting secara online ini akan berlangsung hingga 7 Juli mendatang guna menetapkan 77 unggulan.

Peringkat 1 hingga 11 dalam masing-masing kategori berhak melaju ke babak selanjutnya untuk diseleksi menjadi 21 nominator, atau tiga kandidat setiap kategori. Kemudian, di bulan September 2009, pihak penyelenggara akan melansir secara resmi Tujuh Keajaiban Dunia (versi baru) apa saja yang terpilih, berdasarkan perolehan suara terbanyak.

Dalam voting ini, TNK masuk dalam kategori forest/national park, dan bersaing ketat dengan 57 kontestan lain, di antaranya Hutan Amazon di Amerika Latin atau The Puerto Princesa Subterranean River National Park di Filipina. Untuk perolehan suara sementara, TNK yang kita jagokan masih bertengger di urutan 13.

Oleh karena itu, Dwiki meminta dukungan penuh masyarakat untuk terus memberikan suaranya agar preseden buru, gagalnya Candi Borobudur masuk dalam hitungan tidak terulang. "Sebagai juru kampanye, saya mengajak warga Indonesia untuk sebanyak-banyaknya memberi suara di situs new7Wonders.com."

Dwiki berharap konser World Peace Orchestra miliknya dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk memajukan pariwisata Tanah Air. Sebelum konser, peraih Grand Prize Winner dalam ajang Asia Song Festival 2000 ini, sibuk membagi-bagi pin bertuliskan Vote for Komodo National Park kepada setiap orang yang ia jumpai. Dan, hal itu telah ia praktikkan dalam perhelatan Java Jazz 2009 kemarin.

Selain mempromosikan TNK, musisi yang pernah tampil dalam Montreux Jazz Festival, Swiss, ini juga menjadikan konser World Peace Orchestra sebagai medium menyuarakan suara perdamaian dan keberagaman budaya. (vic/L-3)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar