Spirit NTT 6-12 Oktober 2008
SOE, SPIRIT-- Stok pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai akhir September 2008 masih surplus, bahkan sampai akhir tahun 2008. Hanya daya beli masyarakat setempat tergolong rendah karena mereka sulit mendapatkan uang untuk berbelanja barang hasil olahan pabrik.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Gede Wiradarma di SoE, Kamis (2/10), mengatakan, sampai akhir September 2008 belum ada laporan dari masyarakat mengenai kasus rawan pangan, dibanding periode yang sama tahun 2007.
Bahkan pada bulan Juli 2007, katanya, sejumlah desa sudah melaporkan kasus rawan pangan di daerah itu. Curah hujan cukup banyak, sampai April 2008, sementara curah hujan tahun 2007 hanya sampai bulan Februari 2007.
Tahun ini petani menanam sampai Maret 2008 sehingga mereka dapat memanen hasil pertanian dalam jumlah sampai 200 ton. Jumlah tersebut hanya berupa jagung, belum termasuk umbi umbian, dan kacang kacangan.
"Diperkirakan sampai akhir tahun 2008 masyarakat belum mengalami rawan pangan kecuali stok yang ada dijual di pasar. Tetapi biasanya masyarakat tetap menyimpan hasil pertanian lokal sampai musim tanam tiba yakni bulan November -Desember," katanya.
Selain curah hujan yang cukup, bantuan dari dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura cukup membantu. Misalnya, penyediaan bibit, penyuluhan kepada para petani, dan pembinaan para tenaga penyuluh di lapangan. Pemberian bibit jagung hibrida mendorong hasil panen tahun ini meningkat. Tahun 2007 hasil panen jagung hanya satu ton per hektare menjadi tiga ton per hektare pada tahun 2008. Belum termasuk jenis pangan lokal lain.
Hanya saja daya beli masyarakat masih rendah. Pangan lokal selalu kalah bersaing dengan harga pangan dari luar NTT terutama beras. Beberapa jenis kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu, teh, minyakgoreng, minyak tanah, dan daging segar sulit diperoleh karena daya beli warga sangat rendah. Kemampuan berbelanja bahan material untuk membangun rumah atau membiayai kesehatan pun masih sangat rendah. (kor/kcm)
SOE, SPIRIT-- Stok pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sampai akhir September 2008 masih surplus, bahkan sampai akhir tahun 2008. Hanya daya beli masyarakat setempat tergolong rendah karena mereka sulit mendapatkan uang untuk berbelanja barang hasil olahan pabrik.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir. Gede Wiradarma di SoE, Kamis (2/10), mengatakan, sampai akhir September 2008 belum ada laporan dari masyarakat mengenai kasus rawan pangan, dibanding periode yang sama tahun 2007.
Bahkan pada bulan Juli 2007, katanya, sejumlah desa sudah melaporkan kasus rawan pangan di daerah itu. Curah hujan cukup banyak, sampai April 2008, sementara curah hujan tahun 2007 hanya sampai bulan Februari 2007.
Tahun ini petani menanam sampai Maret 2008 sehingga mereka dapat memanen hasil pertanian dalam jumlah sampai 200 ton. Jumlah tersebut hanya berupa jagung, belum termasuk umbi umbian, dan kacang kacangan.
"Diperkirakan sampai akhir tahun 2008 masyarakat belum mengalami rawan pangan kecuali stok yang ada dijual di pasar. Tetapi biasanya masyarakat tetap menyimpan hasil pertanian lokal sampai musim tanam tiba yakni bulan November -Desember," katanya.
Selain curah hujan yang cukup, bantuan dari dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura cukup membantu. Misalnya, penyediaan bibit, penyuluhan kepada para petani, dan pembinaan para tenaga penyuluh di lapangan. Pemberian bibit jagung hibrida mendorong hasil panen tahun ini meningkat. Tahun 2007 hasil panen jagung hanya satu ton per hektare menjadi tiga ton per hektare pada tahun 2008. Belum termasuk jenis pangan lokal lain.
Hanya saja daya beli masyarakat masih rendah. Pangan lokal selalu kalah bersaing dengan harga pangan dari luar NTT terutama beras. Beberapa jenis kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu, teh, minyakgoreng, minyak tanah, dan daging segar sulit diperoleh karena daya beli warga sangat rendah. Kemampuan berbelanja bahan material untuk membangun rumah atau membiayai kesehatan pun masih sangat rendah. (kor/kcm)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar