Spirit NTT, 6-12 Oktober 2008
PEMERINTAH Kabupaten Timor Tengah Utara (Pemkab TTU) terus melakukan gebrakan untuk memberdayakan para nelayan di daerah itu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun tempat pendaratan ikan (TPI) senilai Rp 6 miliar pada tahun anggaran 2009 mendatang.
Dana proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sasaran proyek untuk memberdayakan para nelayan di pantai utara dan usaha mikro yang mengandalkan hasil laut.
Bagaimana tanggapan Bupati TTU, Drs. Gabriel Manek, M.Si? Ditemui di gedung DPRD TTU, Selasa (7/10/2008) siang, Bupati Manek mengatakan, "Pemkab TTU telah masukkan proposal proyek ke Departemen Perikanan dan Kelautan di Jakarta. Bahkan saya sudah bertemu langsung dengan Menteri Perikanan dan Kelautan di Jakarta. Semoga permohonan ini dikabulkan dan tahun 2009 sudah bisa direalisasikan."
Proyek ini, kata Bupati Manek, mempunyai sasaran untuk memberdayakan para nelayan di kawasan pantai utara. "Potensi laut di pantura sangat menjanjikan. Hasil tangkapan ikan lumayan besar. Namun sarana dan prasarana pendukung belum memadai dan lengkap. Kami berharap dengan dibangunnya TPI bisa mendongkrak hasil tangkapan dan aktivitas nelayan bisa dikontrol dengan baik," jelasnya.
Dengan beroperasinya TPI, lanjut Bupati Manek, usaha mikro yang mengandalkan hasil laut seperti teripang, rumput laut, koperasi nelayan, industri pengepakan dan pengeringan ikan, pabrik tepung ikan, dan sebagainya bisa hidup dan berkembang pesat. "TPI ini juga membawa dampak ikutan untuk menghidupkan usaha mikro yang mengandalkan hasil laut," jelasnya. Jika TPI sudah berjalan maksimal, Pemkab TTU juga akan membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI). "Rencana bangun PPI juga pasti. Tapi TPI itu berjalan baik dulu," tukasnya.
Menanggapi rencana ini, Christ Manehat dan Carlos Sonbay, anggota DPRD TTU mengingatkan pemerintah untuk tidak getol mendatangkan duit ke pantai utara dengan membangun proyek fisik. "Setelah bangun, dibiarkan begitu hingga mubazir. Kecenderungan ini mulai tampak di Wini, pantai utara. Misalnya, pabrik es, kios nelayan dan koperasi nelayan yang sudah dibangun sekarang dibiarkan mubazir tanpa dikelola secara baik," jelas Sonbay.
"Nanti saya perintahkan Kadis Perikanan TTU segera memanfaatkan fasilitas tersebut bagi nelayan. Memang susah jika dibiarkan mubazir. Saya janji akan menjadi perhatian serius. Kabupaten TTU mestinya bersyukur dianugerahi potensi perikanan laut yang luar biasa. Ini harus digarap serius," jelas Bupati Manek menanggapi peringatan para anggota Dewan ini. (ade)
PEMERINTAH Kabupaten Timor Tengah Utara (Pemkab TTU) terus melakukan gebrakan untuk memberdayakan para nelayan di daerah itu. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun tempat pendaratan ikan (TPI) senilai Rp 6 miliar pada tahun anggaran 2009 mendatang.
Dana proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sasaran proyek untuk memberdayakan para nelayan di pantai utara dan usaha mikro yang mengandalkan hasil laut.
Bagaimana tanggapan Bupati TTU, Drs. Gabriel Manek, M.Si? Ditemui di gedung DPRD TTU, Selasa (7/10/2008) siang, Bupati Manek mengatakan, "Pemkab TTU telah masukkan proposal proyek ke Departemen Perikanan dan Kelautan di Jakarta. Bahkan saya sudah bertemu langsung dengan Menteri Perikanan dan Kelautan di Jakarta. Semoga permohonan ini dikabulkan dan tahun 2009 sudah bisa direalisasikan."
Proyek ini, kata Bupati Manek, mempunyai sasaran untuk memberdayakan para nelayan di kawasan pantai utara. "Potensi laut di pantura sangat menjanjikan. Hasil tangkapan ikan lumayan besar. Namun sarana dan prasarana pendukung belum memadai dan lengkap. Kami berharap dengan dibangunnya TPI bisa mendongkrak hasil tangkapan dan aktivitas nelayan bisa dikontrol dengan baik," jelasnya.
Dengan beroperasinya TPI, lanjut Bupati Manek, usaha mikro yang mengandalkan hasil laut seperti teripang, rumput laut, koperasi nelayan, industri pengepakan dan pengeringan ikan, pabrik tepung ikan, dan sebagainya bisa hidup dan berkembang pesat. "TPI ini juga membawa dampak ikutan untuk menghidupkan usaha mikro yang mengandalkan hasil laut," jelasnya. Jika TPI sudah berjalan maksimal, Pemkab TTU juga akan membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI). "Rencana bangun PPI juga pasti. Tapi TPI itu berjalan baik dulu," tukasnya.
Menanggapi rencana ini, Christ Manehat dan Carlos Sonbay, anggota DPRD TTU mengingatkan pemerintah untuk tidak getol mendatangkan duit ke pantai utara dengan membangun proyek fisik. "Setelah bangun, dibiarkan begitu hingga mubazir. Kecenderungan ini mulai tampak di Wini, pantai utara. Misalnya, pabrik es, kios nelayan dan koperasi nelayan yang sudah dibangun sekarang dibiarkan mubazir tanpa dikelola secara baik," jelas Sonbay.
"Nanti saya perintahkan Kadis Perikanan TTU segera memanfaatkan fasilitas tersebut bagi nelayan. Memang susah jika dibiarkan mubazir. Saya janji akan menjadi perhatian serius. Kabupaten TTU mestinya bersyukur dianugerahi potensi perikanan laut yang luar biasa. Ini harus digarap serius," jelas Bupati Manek menanggapi peringatan para anggota Dewan ini. (ade)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar