Spirit NTT, 6-12 Oktober 2008
DI BAWAH rimbunan pohon ketapang itu, tampak lebih dari 20 orang sedang duduk melingkar di atas tikar yang mereka bentangkan di atas pasir sambil berdiskusi.
Entah apa yang mereka diskusikan, tetapi para medis dari Puskesmas Kelapa Lima Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, tampak serius saat beranjangsana di Pantai Paradiso Kupang, pekan lalu.
Pantai Paradiso yang terletak di Bilangan Oesapa Kupang itu, hanya memiliki sepenggal pantai berpasir putih di bawah rimbunan pohon ketapang.
Selebihnya, adalah pantai karang yang ditumbuhi pohon bakau (mangroe) sebagai tanaman pelindung pantai dari kemungkinan terjadinya abrasi.
Di sekitar tanaman bakau itu, tampak beberapa orang nelayan sedang memancing, sementara di bagian lainnya, tampak sekelompok anak muda sedang berfoto melalui kamera handphone.
Suasana di sekitar kawasan pantai karang itu begitu menyegarkan. Selain ada pohon bakau dan ketapang, juga tumbuh beraneka pohon yang menambah keteduhan di wilayah pantai itu. Dua orang anak kecil tampak bermain di sela-sela karang sambil menikmati deburan ombak yang datang perlahan dari arah laut menghantam karang di sekitarnya.
Sepasang muda mudi duduk di bawah rimbunan pohon lontar sambil menikmati lalu lalang perahu nelayan yang tengah mencari ikan di sekitar bibir pantai itu.
Di kawasan sekitar Pantai Paradiso itu merupakan lokasi pemukiman nelayan yang berasal dari Buton (Sulawesi Tenggara), Bugis (Sulawesi Selatan) serta para nelayan dari Pulau Rote dan penduduk setempat.
Obyek wisata pantai karang itu, letaknya hanya sekitar 100 meter dari Jalan Timor Raya Kupang. Di kawasan sekitarnya, juga ada areal tambak garam yang dikelola para nelayan setempat sebagai sumber penghasilan alternatif selain melaut.
Ibu Yustina, seorang pengunjung yang ketika itu bersama dua orang putranya sedang menikmati air laut di kawasan pantai tersebut menyatakan kagum dengan keindahan alam di sekitar pantai itu.
"Jika pemerintah Kota Kupang dapat menatanya dengan baik, Paradiso agaknya menjadi sebuah objek wisata pantai yang menarik di ibukota Propinsi NTT, selain pantai pasir putih Lasiana yang sudah populer di kalangan masyarakat kota," ujarnya.
Kupang memiliki kawasan pantai yang cukup indah dan kemungkinan kecil terjadinya abrasi, karena pantainya berbalut karang.
Yustina bukanlah seorang pengamat masalah pariwisata, tetapi seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, pandangannya soal penataan kawasan pantai menjadi obyek wisata adalah sesuatu yang cukup beralasan, karena Kupang minim sekali dengan obyek wisata yang membanggakan.
Dalam liburan lebaran ini, sejumlah objek wisata di Kupang seperti kolam renang Baumata, sekitar 12 km selatan Kupang serta pantai pasir putih Lasiana, sekitar 12 km timur Kupang, padat dengan pengunjung yang datang dari berbagai sudut kota Kupang dan sekitarnya.
Yuni, penjaga pintu masuk di kolam renang Baumata mengatakan, setiap hari dalam liburan lebaran ini, jumlah pengunjung ke objek wisata alam Baumata rata-rata mencapai 400 orang.
"Jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Baumata ini sangat luar biasa jika dibandingkan dengan pengunjung yang datang pada akhir pekan atau pada hari minggu yang berkisar antara 100-200 orang," ujarnya.
Demikian pun halnya dengan Lasiana. Ratusan orang berekreasi ke pantai pasir putih itu untuk mengisi hari libur sekaligus mencari kesejukan udara di tengah suhu udara Kota Kupang yang berkisar antara 35-36 derajat celcius.
Menurut ibu Yustina, jika sepanjang pantai Paradiso itu tertata dengan baik, seperti penyediaan fasilitas bernaung atau orang Kupang menyebutnya "lopo", pantai karang itu akan ramai pula di kunjungi orang.
Pengunjung datang ke lokasi itu harus mencari pohon pelindung untuk berteduh. "Jika ada fasilitas seperti itu, pedagang kaki lima akan masuk ke lokasi itu untuk menjual jajanan seperti di Pantai Lasiana dan Baumata," ujarnya.
Paridiso hanyalah sebuah pantai karang, namun elok keindahan alam pantainya sangat mengagumkan sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah kota untuk menatanya menjadi sebuah obyek wisata pantai yang memikat di Kota Kupang. (ant)
DI BAWAH rimbunan pohon ketapang itu, tampak lebih dari 20 orang sedang duduk melingkar di atas tikar yang mereka bentangkan di atas pasir sambil berdiskusi.
Entah apa yang mereka diskusikan, tetapi para medis dari Puskesmas Kelapa Lima Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, tampak serius saat beranjangsana di Pantai Paradiso Kupang, pekan lalu.
Pantai Paradiso yang terletak di Bilangan Oesapa Kupang itu, hanya memiliki sepenggal pantai berpasir putih di bawah rimbunan pohon ketapang.
Selebihnya, adalah pantai karang yang ditumbuhi pohon bakau (mangroe) sebagai tanaman pelindung pantai dari kemungkinan terjadinya abrasi.
Di sekitar tanaman bakau itu, tampak beberapa orang nelayan sedang memancing, sementara di bagian lainnya, tampak sekelompok anak muda sedang berfoto melalui kamera handphone.
Suasana di sekitar kawasan pantai karang itu begitu menyegarkan. Selain ada pohon bakau dan ketapang, juga tumbuh beraneka pohon yang menambah keteduhan di wilayah pantai itu. Dua orang anak kecil tampak bermain di sela-sela karang sambil menikmati deburan ombak yang datang perlahan dari arah laut menghantam karang di sekitarnya.
Sepasang muda mudi duduk di bawah rimbunan pohon lontar sambil menikmati lalu lalang perahu nelayan yang tengah mencari ikan di sekitar bibir pantai itu.
Di kawasan sekitar Pantai Paradiso itu merupakan lokasi pemukiman nelayan yang berasal dari Buton (Sulawesi Tenggara), Bugis (Sulawesi Selatan) serta para nelayan dari Pulau Rote dan penduduk setempat.
Obyek wisata pantai karang itu, letaknya hanya sekitar 100 meter dari Jalan Timor Raya Kupang. Di kawasan sekitarnya, juga ada areal tambak garam yang dikelola para nelayan setempat sebagai sumber penghasilan alternatif selain melaut.
Ibu Yustina, seorang pengunjung yang ketika itu bersama dua orang putranya sedang menikmati air laut di kawasan pantai tersebut menyatakan kagum dengan keindahan alam di sekitar pantai itu.
"Jika pemerintah Kota Kupang dapat menatanya dengan baik, Paradiso agaknya menjadi sebuah objek wisata pantai yang menarik di ibukota Propinsi NTT, selain pantai pasir putih Lasiana yang sudah populer di kalangan masyarakat kota," ujarnya.
Kupang memiliki kawasan pantai yang cukup indah dan kemungkinan kecil terjadinya abrasi, karena pantainya berbalut karang.
Yustina bukanlah seorang pengamat masalah pariwisata, tetapi seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, pandangannya soal penataan kawasan pantai menjadi obyek wisata adalah sesuatu yang cukup beralasan, karena Kupang minim sekali dengan obyek wisata yang membanggakan.
Dalam liburan lebaran ini, sejumlah objek wisata di Kupang seperti kolam renang Baumata, sekitar 12 km selatan Kupang serta pantai pasir putih Lasiana, sekitar 12 km timur Kupang, padat dengan pengunjung yang datang dari berbagai sudut kota Kupang dan sekitarnya.
Yuni, penjaga pintu masuk di kolam renang Baumata mengatakan, setiap hari dalam liburan lebaran ini, jumlah pengunjung ke objek wisata alam Baumata rata-rata mencapai 400 orang.
"Jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Baumata ini sangat luar biasa jika dibandingkan dengan pengunjung yang datang pada akhir pekan atau pada hari minggu yang berkisar antara 100-200 orang," ujarnya.
Demikian pun halnya dengan Lasiana. Ratusan orang berekreasi ke pantai pasir putih itu untuk mengisi hari libur sekaligus mencari kesejukan udara di tengah suhu udara Kota Kupang yang berkisar antara 35-36 derajat celcius.
Menurut ibu Yustina, jika sepanjang pantai Paradiso itu tertata dengan baik, seperti penyediaan fasilitas bernaung atau orang Kupang menyebutnya "lopo", pantai karang itu akan ramai pula di kunjungi orang.
Pengunjung datang ke lokasi itu harus mencari pohon pelindung untuk berteduh. "Jika ada fasilitas seperti itu, pedagang kaki lima akan masuk ke lokasi itu untuk menjual jajanan seperti di Pantai Lasiana dan Baumata," ujarnya.
Paridiso hanyalah sebuah pantai karang, namun elok keindahan alam pantainya sangat mengagumkan sehingga perlu mendapat perhatian dari pemerintah kota untuk menatanya menjadi sebuah obyek wisata pantai yang memikat di Kota Kupang. (ant)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar