Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Misi pendidikan sejati mulai bergeser

Spirit NTT, 6-12 Oktober 2008

ATAMBUA, SPIRIT---Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK) Hati Tersuci Maria (HTM) Halilulik, Tasifeto Barat, Belu, Rabu (1/10/2008), merayakan pesta emas, 50 tahun pengabdiannya. Puncak perayaan pesta emas ini ditandai dengan perayaan misa syukur yang dipimpin Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr. Pada momen ini, Bupati Belu, Drs.Joachim Lopez mengatakan, misi dan makna pendidikan sejati mulai bergeser.

Uskup Dominikus dalam kotbahnya mengatakan, tugas pendidikan adalah tugas mulia. Untuk itu, para siswa dan segenap pengajar, alumni di lembaga ini harus memaknai perayaan 50 tahun dengan sungguh untuk kemajuan pendidikan dan pemanusiaan umat dan masyarakat di Keuskupan Atambua.

"Apa yang dijalankan para guru dan siswa secara tidak langsung telah menjalankan tugas mulia Tuhan. Tugas pemanusiaan, makanya saya berharap para guru dan siswa menjalankan misi pendidikan dengan baik," harap Uskup Dominikus.

Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, menilai misi dan makna pendidikan sejati saat ini sudah mulai bergeser. Hal ini disebabkan karena pengaruh eksternal. Dia mengajak elemen yang mencintai pendidikan terutama di lembaga pendidikan Katolik untuk memperhatikan nilai pendidikan yang sejati. Hal ini penting karena maju mundurnya kemajuan bangsa sangat tergantung pada nilai pendidikan yang ditanamkan kepada anak sejak dini.

Bupati Lopez menyatakan penghargaan yang tinggi atas sumbangan yang sudah diberikan lembaga ini terhadap pembangunan SDM di Belu. Ke depan ia berharap pola pembinaan yang diberikan kepada para siswa di lembaga ini tetap dipertahankan. (yon)

Tidak ada komentar: