Spirit NTT, 6-12 Oktober 2008
KUPANG, SPIRIT-- Komisi B DPRD Kabupaten Kupang menilai, hasil evaluasi pelaksanaan program di kabupaten itu sampai September 2008 telah mencapai 50 persen. Bahkan terdapat sebagian yang telah mencapai 100 persen karena proses tender/ pelelangan proyek dilaksanakan sesuai rencana.
Penilaian Komisi B DPRD Kabupaten Kupang ini disampaikan dalam tanggapan yang dibaca oleh Ketua Komisi B, Luther L Sol Uf, S.H, pada sidang Paripurna ke IV DPRD Kabupaten Kupang atas Nota Keuangan dan Rancangan Pembahasan APBD Kabupaten Kupang tahun 2008 di ruang sidang Dewan setempat, Rabu (24/9/2008).
Komisi B menyadari bahwa banyak keinginan dan kebutuhan masyarakat selagi kebutuhan manusia tidak terbatas, tidak puas apa adanya, banyak yang dimiliki semakin banyak yang terasa berkurang.
"Berdasarkan kajian dan pembahasan dengan pihak eksekutif, maka untuk menyikapi permasalahan di masyarakat, Komisi B menyarankan agar masyarakat penerima bantuan ternak dari dinas peternakan diminta membuka rekening di bank. Sebab dalam kenyataannya ada pihak ketiga yang melakukan pengadaan ternak dan masyarakat hanya menerima, sementara uangnya diserahkan pada pihak ketiga," ujar Luther.
Menanggapi keluhan beberapa kelompok nelayan yang menerima kapal, perahu dan alat-alat tangkap, diakui Komisi B, ada yang tidak dapat memenuhi cicilannya karena kurang berhasil.
Pada dinas pertanian, Komisi B berpendapat bahwa bantuan bibit unggul tanaman pangan dan perkebunan perlu diikuti dengan pendataan akurat atas hasil yang telah dicapai sampai pada pemeliharaannya. Terkait aset pemerintah daerah berupa kendaraan roda dua maupun roda empat yang usianya di atas lima tahun dan membebani APBD dengan biaya pemeliharaan, Komisi B memintanya untuk dihapus agar tidak membebani APBD.
Menyoal persoalan PPL, Komisi B berpendapat agar peran PPL perlu ditingkatkan dan dinas yang harus menjadi contoh agar PPL diberikan tanggung jawab pembibitan baik untuk kebutuhan pengadaan maupun dijual kepada masyarakat. Sementara pada Dinas Koperasi dan UKM, Komisi B menyarankan agar di bentuk koperasi contoh pada setiap kecamatan sehingga masyarakat dapat melihat langsung manajemen koperasi contoh tersebut. (humas kabupaten kupang)
Funay: Jangan mempertentangkan masalah
SULAMU, SPIRIT--Setiap permasalahan yang dihadapi dalam jemaat harus dicari jalan keluar terbaik, bukan untuk dipertentangkan karena menjadi batu sandungan bagi jemaat.
Pesan ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Drs. Ruben Funay, pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian Jemaat Zaitun Pitay, Kecamatan Sulamu, 21 September 2008.
Dewasa ini, kata Ruben Funay, jemaat menginginkan pelayanan yang terbaik dari pihak gereja dan pemerintah. "Karena itu kita tetap mendukung pekerjaan pelayanan pertumbuhan iman umat. Salah satu sarananya Jemaat Zaitun Pitay membangun rumah ibadat untuk berkumpul dan bersyukur kepada Tuhan, memohon tuntunanNya, sambil kita percaya bahwa hanya di dalam Tuhan semua rencana dan kerja bisa berhasil," ujarnya.
Menurut Wabup Funay, untuk memantapkan kerukunan hidup antarumat beragama, harus mampu menciptakan suasana kehidupan umat yang harmonis dan saling menghormati dalam semangat kemajemukan. Sebab, di satu sisi manusia ingin meningkatkan derajat imannya, di sisi lain terganggunya hubungan karena pelbagai keruwetan akibat suatu perubahan sehingga yang terjadi adalah dewasa dalam beragama tetapi dangkal dalam iman.
Dalam kondisi demikian, Wabup Funay mengharapkan agar jemaat mampu membedakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, sanggup mengambil keputusan sesuai tuntutan zaman dan mampu memahami bahwa agama adalah sarana untuk menemukan jati diri.
Wabup Funay menginginkan agar gedung gereja yang dibangun itu kiranya menjadi simpul persekutuan yang kokoh dan simbol pelayanan serta pengabdian dalam meningkatkan kualitas iman agar dapat hidup layak secara rohani.
Pada kesempatan peletakan batu pertama itu, pemerintah melalui Wakil Bupati Kupang menyumbang uang tunai Rp 5 juta, semen 100 sak dan besi beton 100 staff. Bantuan itu sebagai bahan stimulan pembangunan gedung kebaktian jemaat Zaitun Pitay. (humas kabupaten kupang)
KUPANG, SPIRIT-- Komisi B DPRD Kabupaten Kupang menilai, hasil evaluasi pelaksanaan program di kabupaten itu sampai September 2008 telah mencapai 50 persen. Bahkan terdapat sebagian yang telah mencapai 100 persen karena proses tender/ pelelangan proyek dilaksanakan sesuai rencana.
Penilaian Komisi B DPRD Kabupaten Kupang ini disampaikan dalam tanggapan yang dibaca oleh Ketua Komisi B, Luther L Sol Uf, S.H, pada sidang Paripurna ke IV DPRD Kabupaten Kupang atas Nota Keuangan dan Rancangan Pembahasan APBD Kabupaten Kupang tahun 2008 di ruang sidang Dewan setempat, Rabu (24/9/2008).
Komisi B menyadari bahwa banyak keinginan dan kebutuhan masyarakat selagi kebutuhan manusia tidak terbatas, tidak puas apa adanya, banyak yang dimiliki semakin banyak yang terasa berkurang.
"Berdasarkan kajian dan pembahasan dengan pihak eksekutif, maka untuk menyikapi permasalahan di masyarakat, Komisi B menyarankan agar masyarakat penerima bantuan ternak dari dinas peternakan diminta membuka rekening di bank. Sebab dalam kenyataannya ada pihak ketiga yang melakukan pengadaan ternak dan masyarakat hanya menerima, sementara uangnya diserahkan pada pihak ketiga," ujar Luther.
Menanggapi keluhan beberapa kelompok nelayan yang menerima kapal, perahu dan alat-alat tangkap, diakui Komisi B, ada yang tidak dapat memenuhi cicilannya karena kurang berhasil.
Pada dinas pertanian, Komisi B berpendapat bahwa bantuan bibit unggul tanaman pangan dan perkebunan perlu diikuti dengan pendataan akurat atas hasil yang telah dicapai sampai pada pemeliharaannya. Terkait aset pemerintah daerah berupa kendaraan roda dua maupun roda empat yang usianya di atas lima tahun dan membebani APBD dengan biaya pemeliharaan, Komisi B memintanya untuk dihapus agar tidak membebani APBD.
Menyoal persoalan PPL, Komisi B berpendapat agar peran PPL perlu ditingkatkan dan dinas yang harus menjadi contoh agar PPL diberikan tanggung jawab pembibitan baik untuk kebutuhan pengadaan maupun dijual kepada masyarakat. Sementara pada Dinas Koperasi dan UKM, Komisi B menyarankan agar di bentuk koperasi contoh pada setiap kecamatan sehingga masyarakat dapat melihat langsung manajemen koperasi contoh tersebut. (humas kabupaten kupang)
Funay: Jangan mempertentangkan masalah
SULAMU, SPIRIT--Setiap permasalahan yang dihadapi dalam jemaat harus dicari jalan keluar terbaik, bukan untuk dipertentangkan karena menjadi batu sandungan bagi jemaat.
Pesan ini disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Drs. Ruben Funay, pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian Jemaat Zaitun Pitay, Kecamatan Sulamu, 21 September 2008.
Dewasa ini, kata Ruben Funay, jemaat menginginkan pelayanan yang terbaik dari pihak gereja dan pemerintah. "Karena itu kita tetap mendukung pekerjaan pelayanan pertumbuhan iman umat. Salah satu sarananya Jemaat Zaitun Pitay membangun rumah ibadat untuk berkumpul dan bersyukur kepada Tuhan, memohon tuntunanNya, sambil kita percaya bahwa hanya di dalam Tuhan semua rencana dan kerja bisa berhasil," ujarnya.
Menurut Wabup Funay, untuk memantapkan kerukunan hidup antarumat beragama, harus mampu menciptakan suasana kehidupan umat yang harmonis dan saling menghormati dalam semangat kemajemukan. Sebab, di satu sisi manusia ingin meningkatkan derajat imannya, di sisi lain terganggunya hubungan karena pelbagai keruwetan akibat suatu perubahan sehingga yang terjadi adalah dewasa dalam beragama tetapi dangkal dalam iman.
Dalam kondisi demikian, Wabup Funay mengharapkan agar jemaat mampu membedakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, sanggup mengambil keputusan sesuai tuntutan zaman dan mampu memahami bahwa agama adalah sarana untuk menemukan jati diri.
Wabup Funay menginginkan agar gedung gereja yang dibangun itu kiranya menjadi simpul persekutuan yang kokoh dan simbol pelayanan serta pengabdian dalam meningkatkan kualitas iman agar dapat hidup layak secara rohani.
Pada kesempatan peletakan batu pertama itu, pemerintah melalui Wakil Bupati Kupang menyumbang uang tunai Rp 5 juta, semen 100 sak dan besi beton 100 staff. Bantuan itu sebagai bahan stimulan pembangunan gedung kebaktian jemaat Zaitun Pitay. (humas kabupaten kupang)




0 komentar:
Poskan Komentar