Spirit NTT, 6-12 Oktober 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Para alumni SMAK Surya, Atambua membenahi sarana belajar di sekolah itu dengan cara merenovasi ruangan kelas, mengisi buku-buku di perpustakaan yang dan pembenahan lainnya di sekolah tersebut. Selain itu, membangun patung pendiri lembaga pendidikan setempat.
Ketua Panitia 50 Tahun SMAK Surya, Atambua, drg. Falentinus Parera, mengatakan hal ini kepada SPIRIT NTT di Atambua, Minggu (5/10/2008). Parera menjelaskan, rencana pembangunan patung pendiri SMK Surya dan renovasi sekolah serta sarana belajar lainnya merupakan hasil kesepakatan dalam temu kangen para alumni sehari sebelum acara puncak pesta emas, 50 tahun SMAK Surya pada 4 Oktober 2008.
Parera mengatakan, secara keseluruhan kegiatan 50 tahun SMAK Surya Atambua berjalan sukses ditandai dengan perayaan misa syukur di kompleks sekolah ini. Para alumni, siswa, guru, pegawai dan undangan lainnya antusias menghadiri acara puncak ini.
Sukses kegiatan ini, demikian Parera, berkat kerja keras panitia kecil di lingkungan SMAK Surya Atambua. Meski begitu sehari sebelum puncak acara tanggal 4 Oktober 2008, telah dilakukan pertemuan bersama para alumni. Saat itu, selain dipilih pengurus alumni untuk periode berikutnya, juga dibicarakan beberapa hal menyangkut pembenahan SMAK Surya Atambua ke depannya.
"Dalam temu kangen para alumni, sudah diangkat ketua alumni yang baru, Ir. Tisera Antonius dan Sekretaris, Ir. Yeremias Taek. Ada beberapa agenda yang dibuat pasca pesta emas, yakni pembenahan ruang kelas, mengisi perpustakaan yang ada dengan buku-buku. Direncanakan untuk membangun patung pendiri SMAK Surya Atambua," kata calon Wakil Bupati Belu ini.
Untuk diketahui, SMAK Surya Atambua, didirikan oleh almarhum Pater Piet Verharren, SVD, tanggal 1 Agustus 1958 dengan gedung pertama di Kampung Pegawai (Asrama Sta. Theresia Avilla sekarang). Pembukaan tahun ajaran baru dilaksanakan tanggal 1 September 1958 dengan guru pertama antara lain, Gabriel Nailala, guru Bahasa Inggris, HD Luan mengajar Bahasa Indonesia, PJ Seran Teys mengajar Ilmu Hayat (biologi), Piet Nahak Leki mengajar Aljabar, Ibu Rosa Leky mengajar Pedagogik, Pater Joseph Zipher mengajar Ilmu Alam.
Wakil Kepala Sekolah pertama, Drs. Jos Diaz, Kepala Tata Usaha pertama, Hendrik Hale Serens. Uang sekolah ketika itu dibebankan kepada siswa Rp 7,5.
Beberapa alumni angkatan pertama SMAK Surya, yakni Drs. Aleks Babys, Drs. Anton Amaunut (mantan Bupati TTU), Jhon Letto (mantan Bupati Belu), Almarhum Drs. Hendrikus Sakunab (mantan Bupati TTU), Almarhum Drs. Charles Beria, Helena Papilaya, Hendervina Unpenaweni. (yon)
ATAMBUA, SPIRIT--Para alumni SMAK Surya, Atambua membenahi sarana belajar di sekolah itu dengan cara merenovasi ruangan kelas, mengisi buku-buku di perpustakaan yang dan pembenahan lainnya di sekolah tersebut. Selain itu, membangun patung pendiri lembaga pendidikan setempat.
Ketua Panitia 50 Tahun SMAK Surya, Atambua, drg. Falentinus Parera, mengatakan hal ini kepada SPIRIT NTT di Atambua, Minggu (5/10/2008). Parera menjelaskan, rencana pembangunan patung pendiri SMK Surya dan renovasi sekolah serta sarana belajar lainnya merupakan hasil kesepakatan dalam temu kangen para alumni sehari sebelum acara puncak pesta emas, 50 tahun SMAK Surya pada 4 Oktober 2008.
Parera mengatakan, secara keseluruhan kegiatan 50 tahun SMAK Surya Atambua berjalan sukses ditandai dengan perayaan misa syukur di kompleks sekolah ini. Para alumni, siswa, guru, pegawai dan undangan lainnya antusias menghadiri acara puncak ini.
Sukses kegiatan ini, demikian Parera, berkat kerja keras panitia kecil di lingkungan SMAK Surya Atambua. Meski begitu sehari sebelum puncak acara tanggal 4 Oktober 2008, telah dilakukan pertemuan bersama para alumni. Saat itu, selain dipilih pengurus alumni untuk periode berikutnya, juga dibicarakan beberapa hal menyangkut pembenahan SMAK Surya Atambua ke depannya.
"Dalam temu kangen para alumni, sudah diangkat ketua alumni yang baru, Ir. Tisera Antonius dan Sekretaris, Ir. Yeremias Taek. Ada beberapa agenda yang dibuat pasca pesta emas, yakni pembenahan ruang kelas, mengisi perpustakaan yang ada dengan buku-buku. Direncanakan untuk membangun patung pendiri SMAK Surya Atambua," kata calon Wakil Bupati Belu ini.
Untuk diketahui, SMAK Surya Atambua, didirikan oleh almarhum Pater Piet Verharren, SVD, tanggal 1 Agustus 1958 dengan gedung pertama di Kampung Pegawai (Asrama Sta. Theresia Avilla sekarang). Pembukaan tahun ajaran baru dilaksanakan tanggal 1 September 1958 dengan guru pertama antara lain, Gabriel Nailala, guru Bahasa Inggris, HD Luan mengajar Bahasa Indonesia, PJ Seran Teys mengajar Ilmu Hayat (biologi), Piet Nahak Leki mengajar Aljabar, Ibu Rosa Leky mengajar Pedagogik, Pater Joseph Zipher mengajar Ilmu Alam.
Wakil Kepala Sekolah pertama, Drs. Jos Diaz, Kepala Tata Usaha pertama, Hendrik Hale Serens. Uang sekolah ketika itu dibebankan kepada siswa Rp 7,5.
Beberapa alumni angkatan pertama SMAK Surya, yakni Drs. Aleks Babys, Drs. Anton Amaunut (mantan Bupati TTU), Jhon Letto (mantan Bupati Belu), Almarhum Drs. Hendrikus Sakunab (mantan Bupati TTU), Almarhum Drs. Charles Beria, Helena Papilaya, Hendervina Unpenaweni. (yon)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar