Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

PLN bangun listrik tenaga angin terbesar

Spirit NTT, 1 - 7 September 2008, Laporan Muchlis Al Alawi

SOE, SPIRIT-- Perusahaan Listrik Negara Wilayah NTT memastikan bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Realisasi pembangunan tersebut dilakukan usai PLN mempelajari kontrak fisik bangunan yang ditawarkan pihak ketiga.

General Manager PLN Wilayah NTT, Amir Rosidin, mengatakan hal itu saat bertatap muka dengan Bupati TTS, Drs. Daniel Banunaek, MA, di SoE, Selasa (26/8/2008). Amir berkeinginan setidaknya NTT memiliki salah satu ikon lantaran hadirnya PLTB di TTS.

"Bila terealisir, maka PLTB yang dibangun di TTS merupakan pembangkit listrik tenaga bayu terbesar di Indonesia dengan kapasitas satu hingga dua megawatt. Selain itu, pembangunan PLTB dilakukan untuk mendukung pembangkit listrik yang dibangun di Bolok-Kupang dan Atapupu, Belu," jelas Amir.

Dia mengakui kedatangannya ke Bupati TTS hendak berkoordinasi tentang lokasi yang bakal dijadikan tempat bangunan PLTB tersebut. Informasinya, PLTB akan dibangun di Oelbubuk, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS, September 2008.

Menurut Amir, sesuai kontrak dengan pihak ketiga, kapasitas pembangunan PLTB maksimal 15 megawatt. Untuk tahap awal, PLTB akan dibangun dengan kapasitas satu megawatt.

Terhadap keinginan itu, Bupati TTS, Drs. Daniel A Banunaek, MA, menyatakan apresiasinya terhadap rencana PLN membangun PLTB di TTS. Namun saat ini persoalan tanah yang menjadi lokasi pembangunan PLTB belum selesai.
Kepada Kabag Tatapem Setkab TTS, Maxi Oematan, Bupati Banunaek mempersilakan menjelaskan duduk perkaranya. Menurut Maxi, persoalan tanah di Oelbubuk belum rampung karena keluarga pemilik tanah belum memberikan jawaban kepastian dijualnya tanah itu kepada pihak ketiga. "Untuk menjual tanah tersebut pemilik tanah harus berembug dulu dengan keluarganya. Pasalnya, keluarga pemilik tanah sudah tersebar diberbagai wilayah hingga Irian Jaya," ujar Maxi.

Atas jawaban tersebut, Bupati Banunaek menawarkan kepada PLN untuk menggunakan tanah di wilayah Bu'at yang juga memiliki potensi angin. Menurut Banunaek berdasarkan penelitian dari Jerman, potensi angin di Bu'at memiliki kecapatan 6,3. Dengan demikian, selain lokasinya strategis, tanah tersebut masih dalam kawasan tanah pemerintah.

Menjawab penawaran Bupati Banunaek, Kepala Kanwil PLN NTT, Amir Rosidin, akan mempertimbangkannya. Menurutnya, keputusan layak dan tidaknya pembangunan di lokasi tersebut tergantung dari rekanan.*

1 komentar:

dvdbsl mengatakan...

Kab.TTS itu sebagian besar wilayahnya sangat gersang. maka tentu SDA jg sngt minim, begitupun SDMnya. dgn adanya program PLTB, mrp moment terbaik utk memaksimalkan potensi alam (angin)dgn baik. tnetu kita semua mendukung rencana ini. semoga berhsil.