Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Penyuluh agama jaga keharmonisan


Spirit NTT, 1 - 7 September 2008, Laporan Muchlis Al Alawi

SOE, SPIRIT-- Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. Daniel A Banunaek, M.A, membuka pertemuan penyuluh agama non pegawai negeri sipil di Aula Suka Jadi SoE, Rabu (27/8/2008). Kegiatan yang digelar Departemen Agama (Depag) TTS ini untuk menyamakan persepsi tentang penyuluh bidang agama berkaitan dengan kerukunan hidup umat beragama dan HIV/AIDS.

Dalam arahannya, Bupati Banunaek memberi apresiasi terhadap kegiatan tersebut lantaran dapat memberikan pemahaman kepada penyuluh agama non PNS. Ia berharap acara seperti ini harus sering dilakukan.

"Bila kegiatan seperti ini sering dilakukan, maka akan menjadi budaya. Pasalnya, sebagai warga yang hidup di Indonesia kita sebagai umat beragama harus bersatu dalam bhineka tunggal ika. Dengan demikian kemajemukan yang ada di masyarakat dapat menjadi satu kekuatan untuk sama-sama membangun kerukunan antar umat beragama," kata Bupati Banunaek.

Menurut Bupati Banunaek, penyuluh agama non PNS memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama. Tak hanya itu, penyuluh agama juga dapat memberikan siraman rohani bagi warga yang masih terhimpit kemiskinan.

"Angka kemiskinan yang tinggi di TTS sangat membutuhkan kehadiran penyuluh agama non PNS. Hadirnya penyuluh akan memberikan kesejukan bagi warga untuk tetap berpegang teguh pada iman dan berusaha kendati mengalami kesulitan ekonomi," ujarnya.

Kepala Kantor Depag TTS, Thimotius Talan, BA, S.Th, mengatakan, pelayanan penyuluh agama non PNS masih jauh dari harapan. Untuk itu, perlu penataan tenaga yang rapi, efisien dan efektif. "Kami merasa perlu memberikan kontribusi ilmu pengetahuan bagi penyuluh agama non PNS sebagai bekal menunjang pembangunan di kabupaten ini," kata Talan.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan mutu pelayanan dalam penyuluhan. Untuk itu, diperlukan tuntutan dan petunjuk praktis, baik dalam penataan administrasi maupun pelaksanaan penyuluhan itu sendiri.

Menurutnya, kehadiran penyuluh agama non PNS dapat menjadi obor penerang, teladan dan pemberi informasi kepada masyarakat. Salah satu informasi yang dapat diberikan yakni tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam pemeliharaan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian tempat ibadah.

Sementara ketua panitia, Drs. Petrus Fahik, mengatakan, kegiatan itu juga bagian dari bentuk kepedulian Depag TTS mengatasi krisis moral yang terjadi di masyarakat. Kehadiran penyuluh agama non PNS dapat membina mental spiritual bagi masyarakat.

Petrus mengatakan, jumlah peserta pertemuan kali ini sebanyak 120 orang. Petrus merincikan penyuluh agama Kristen, 60 orang, penyuluh agama Katolik, 50 orang, penyuluh agama Islam, delapan orang dan penyuluh agama Hindu, satu orang.*

Tidak ada komentar: