Laporan Thimas Duran, Spirit NTT, 21-27 April 2008
KOLHUA, SPIRIT--Sebagian dana bantuan langsung masyarakat (BLM) tahap I tahun 2008 di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, dimanfaatkan untuk pengadaan lampu jalan. Pengadaan lampu jalan ini berupa tiang, kabel serta bola lampu yang dipasang di RT 24, 25 dan 26/RW 08.
Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Nyiur, Ikres Daepani, S.E, menyampaikan hal ini kepada SPIRIT NTT, Kamis (17/4/2008). Menurut Daepani yang didampingi Sekretaris BKM, Djoko Poernomo, program pembangunan lingkungan melalui program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) untuk Kelurahan Kolhua, di antaranya pengadaan lampu jalan.
Menurut Daepani, pengadaan lampu jalan di tiga titik yang berbeda, masing- masing RT 22, 25 dan RT 26/RW 08. "Masyarakat sangat membutuhkan lampu jalan karena aktivitas malam di tiga wilayah ini sangat tinggi", katanya.
Selain pengadaan lampu jalan, menurut dia, masih banyak pembangunan lain, seperti pengadaan tiga unit kereta sampah untuk RT 01/RW 01, 13,14/RW 05 masing-masing satu unit, pembangunan tiga buah bak air di RT 03/RW 01, RT 26 dan RT 27/RW 08 dan pengadaan satu unit dinamo air untuk RT 26/RW 08 serta perkerasan jalan sepanjang 299 meter di RT 27/RW 08 dan RT 33/RW 10.
Selain pembangunan fisik, menurut Daepani, ada juga dana ekonomi hibah dan sosial. Dana ekonomi hibah, menurut dia, dimanfaatkan untuk kegiatan kursus komputer sebanyak delapan orang, kursus mengemudi tujuh orang, kursus kecantikan empat orang serta tata boga lima orang.
Sementara dana sosial, menurut dia, dimanfaatkan untuk makanan tambahan bagi balita kurang gizi dan gizi buruk yang berjumlah 119 orang. Ia juga menjelaskan, pemberian makanan tambahan ini melalui kegiatan posyandu di kelurahan. *
KOLHUA, SPIRIT--Sebagian dana bantuan langsung masyarakat (BLM) tahap I tahun 2008 di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, dimanfaatkan untuk pengadaan lampu jalan. Pengadaan lampu jalan ini berupa tiang, kabel serta bola lampu yang dipasang di RT 24, 25 dan 26/RW 08.
Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Nyiur, Ikres Daepani, S.E, menyampaikan hal ini kepada SPIRIT NTT, Kamis (17/4/2008). Menurut Daepani yang didampingi Sekretaris BKM, Djoko Poernomo, program pembangunan lingkungan melalui program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP) untuk Kelurahan Kolhua, di antaranya pengadaan lampu jalan.
Menurut Daepani, pengadaan lampu jalan di tiga titik yang berbeda, masing- masing RT 22, 25 dan RT 26/RW 08. "Masyarakat sangat membutuhkan lampu jalan karena aktivitas malam di tiga wilayah ini sangat tinggi", katanya.
Selain pengadaan lampu jalan, menurut dia, masih banyak pembangunan lain, seperti pengadaan tiga unit kereta sampah untuk RT 01/RW 01, 13,14/RW 05 masing-masing satu unit, pembangunan tiga buah bak air di RT 03/RW 01, RT 26 dan RT 27/RW 08 dan pengadaan satu unit dinamo air untuk RT 26/RW 08 serta perkerasan jalan sepanjang 299 meter di RT 27/RW 08 dan RT 33/RW 10.
Selain pembangunan fisik, menurut Daepani, ada juga dana ekonomi hibah dan sosial. Dana ekonomi hibah, menurut dia, dimanfaatkan untuk kegiatan kursus komputer sebanyak delapan orang, kursus mengemudi tujuh orang, kursus kecantikan empat orang serta tata boga lima orang.
Sementara dana sosial, menurut dia, dimanfaatkan untuk makanan tambahan bagi balita kurang gizi dan gizi buruk yang berjumlah 119 orang. Ia juga menjelaskan, pemberian makanan tambahan ini melalui kegiatan posyandu di kelurahan. *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar