Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kabupaten Kupang tercepat selesaikan laporan


Laporan Th Naisanu, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang memperoleh penghargaan dari Perwakilan BPKP Propinsi NTT karena merupakan kabupaten pertama yang telah menyelesaikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan, Kamis (27/12/2007) di ruang rapat Bupati Kupang oleh Kabid Akuntabilitas Pemerintah Daerah Perwakilan BPKP Provinsi NTT, Yusrial Bachtiar, kepada pemerintah Kabupaten Kupang.
Pada kesempatan tersebut, Bachtiar membacakan sambutan Kepala Perwakilan BPKP Propinsi NTT, Hamonangan Simarmata. Dalam sambutannya, Simarmata menyampaikan selamat kepada Pemkab Kupang yang telah berhasil menyelesaikan penyusunan anggaran 2008 dengan bantuan program aplikasi sismtem informasi manajemen daerah (SIMDA).
Keberhasilan ini, kata Simarmata, tidak terlepas dari upaya keras staf keuangan dan para pengelola keuangan SKPD dalam menginput data anggaran tahun 2008. Perwakilan BPKP Propinsi NTT yang dipercaya sebagai mitra kerja dalam pengelolaan keuangan daerah sangat bangga atas keberhasilan Pemkab Kupang saat ini. "Kami berharap agar prestasi ini dipertahankan dan ditingkatkan di masa-masa mendatang," harapnya.
Dikatakannya, sejak terjalin kerja sama antara Pemkab kupang dengan Perwakilan BPKP Propinsi NTT tahun 2003, baru tahun anggaran 2008 diterapkan aplikasi SIMDA mulai dari penganggaran. Program aplikasi SIMDA yang diterapkan di Kabupaten Kupang saat ini adalah versi 2.1.12, yang telah memperoleh hak kekayaan intelektual dari Menhukkam. Versi ini telah disesuaikan dengan perubahan peraturan perundang-undangan yang terbaru dan disesuaikan dengan kebutuhan Kabupaten Kupang.
Simarmata menjelaskan, dengan menggunakan aplikasi SIMDA, banyak kemudahan yang diperoleh, di antaranya membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah, kecepatan, ketepatan dan akurasi data yang disajikan dalam laporan-laporan keuangan yang akan disajikan untuk para stakeholder; menyampaikan data keuangan untuk keperluan manajemen lainnya; menyajikan informasi yang akurat secara efektif dan efisien yang akan digunakan oleh para pengguna laporan; data base yang telah tersimpan dalam program aplikasi SIMDA dapat dioleh sesuai kebutuhan. Selain itu, Pemkab Kupang lebih efektif dalam pelaksanaan penatausahaan dan akuntansi keuangan daerah.
Diuraikannya, setelah pemkab Kupang berhasil menyusun anggaran dan telah diinput dalam program aplikasi SIMDA, selanjutnya proses penerbitan SPD oleh BUD dapat dilakukan dengan program SIMDA, termasuk mencetak dokumen SPD yang akan diberikan kepada SKPD.
Gunakan aplikasi SIMDA
Kabag Humas Setda Kabupaten Kupang, Th Naisanu, menjelaskan, untuk Propinsi NTT, Kabupaten Kupang merupakan daerah pertama yang menyelesaikan DPA. Sementara itu, untuk Indonesia Kabupaten Kupang merupakan urutan kedua setelah Kabupaten Tuban. Naisanu optimis, bulan Januari 2008 sudah bisa melaksanakan anggaran tahun 2008.
Dikatakannya, penghargaan yang diberikan Perwakilan BPKP NTT kepada Pemkab Kupang karena Pemkab Kupang merupakan daerah yang tercepat dalam menyelesaikan DPA.
Dijelaskannya, total anggaran Kabupaten Kupang tahun 2008 sebesar Rp 627.358.922.202. Dari total tersebut, target pendapatan daerah sebesar Rp 509.093.984.494. Dengan demikian mengalami defisit anggaran sebesar Rp 118.264.937.708.
Kabid Akuntabilitas Pemerintah Daerah Perwakilan BPKP Propinsi NTT, Yusrial Bachtiar, yang ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan, program aplikasi SIMDA dikembangkan oleh BPKP dalam rangka mengelola keuangan daerah yang cepat, tepat dan akurat. Di Propinsi NTT, baru Kabupaten Kupang dan Flores Timur yang telah menggunakan SIMDA. Sementara daerah lainnya masih menggunakan sistem manual.
Dijelaskan, daerah-daerah yang telah melaksanakan kerja sama dengan Perwakilan BPKP NTT adalah Kabupaten Ende, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Alor, Manggarai, Manggarai Barat. Sementara TTS, TTU dan Sikka baru menyusul. "Penghargaan itu berkaitan dengan pemkab untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan daerah," ujarnya sembari menjelaskan, ke depan, pihaknya akan mendampingi staf dari SKPD sampai pada laporan-laporan yang dibutuhkan. *
Read More...

Wisata budaya, dari Oesao hingga Ledemau


Laporan Humas, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
* Monumen Veteran Australia
Monumen ini terletak di Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Berjarak 20 kilometer (km) dari Ibu kota kabupaten. Monumen ini dibangun untuk memperingati tentara-tentara Australia yang mati melawan tentara Jepang dalam peperangan yang berlangsung tahun 1942 dengan menelan banyak korban. Dapat dijangkau dengan transportasi umum dan pribadi.
* Benteng Pahlawan Sonbai III
Di Kauniki, Kecamatan Takari. Berjarak 92 km dari ibu kota kecamatan. Spesifikasi daya tarik: panorama alam, batu-batuan besar, gua pertahanan perang, hutan lindung.
* Gua Jepang Tonhitu dan Sonliku
Di Buraen, Kecamatan Amarasi. Berjarak 26 km dari Ibu kota kabupaten. Spesifikasi daya tarik: lubang tempat perlindungan dan pertahanan Jepang atas serangan Angkatan Udara Australia.
* Gua Jepang Panafbibi di Tasikona
Di Kecamatan Kupang Barat. Berjarak 32 km dari Ibu kota kabupaten. Spesifikasi daya tarik: gua tempat pendaratan dan perlindungan pertahanan Jepang pada perang dunia kedua, bungker pertahanan dengan ukuran 10 x 4 meter dan luas kamar 2 x 2 meter dengan dua pintu masuk-keluar, menghadap ke pantai.
* Sumur Maja di Ledeunu
Kecamatan Raijua. Berjarak lima kilometer dari Ibu kota kecamatan. Spesifikasi daya tarik: sumur peninggalan kerajaan majapahit.
Read More...

Bupati Medah serahkan dokumen DPA SKKPD 2008


Laporan Humas, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
KUPANG, SPIRIT--Bupati Kupang, Drs. IA Medah, menyerahkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tahun anggaran 2008 kepada semua satuan kerja dari tingkat kabupaten sampai kecamatan, kelurahan dan sekolah dasar. Dengan adanya penyerahan tersebut, satuan kerja mulai mengimplementasikan berbagai program strategis yang telah disepakati bersama antara legislatif dan eksekutif dapat segera diefektifkan untuk kepentingan masyarakat.
"Dengan adanya penetapan APBD tepat waktu, maka semua pengguna anggaran dapat menyiapkan pelaksanaan kegiatan, baik melalui tahapan sosialisasi sampai pada pelaksanaan dan pengawasan. Pelaksanannya harus dioptiomalkan jangan sampai aturannya bagus tapi pelaksanaannya berbelit-belit," ujar Bupati Medah ketika menyerahkan DPA SKPD itu, Kamis (27/12/2007) lalu.
Pemerintah Kabupaten Kupang saat ini, diakui Bupati Medah, sedang menjalin kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT untuk memberikan pendampingan kepada seluruh SKPD lingkup Pemkab Kupang baik dalam penyusunan APBD 2008 maupun operasionalnya
"Saat ini Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten dari dua kabupaten/kota di Indonesia yang siap melaksanakan dan mengoperasionalkan APBD 2008 tepat pada waktunya," tegas Bupati Medah.
Ketepatan menetapkan APBD 2008, diakui Bupati Medah, karena menjalin kemitraan yang telah dibangun bersama dengan BPKP Perwakilan NTT yang tiada henti-hentinya melakukan pembinaan maupun perbaikan dalam bentuk kursus-kursus kilat. Juga bimbingan langsung dalam mengaplikasikan program maupun metode penyusunan anggaran yang benar.
Buppati Medah pun menginstruksikan kepada seluruh jajaran eksekutif agar bekerja dengan semangat pengabdian yang tinggi dalam koridor hukum atau taat asas dalam rangka perbaikan taraf hidup masyarakat Kabupaten Kupang.
Berbagai perubahan regulasi, katanya, untuk meningkatkan pemahaman serta kepatuhan terhadap asas pengelolaan keuangan daerah, yakni keadilan, kepatutan dan manfaatnya bagi masyarakat. Dan, yang paling penting untuk pengelolaan keuangan adalah harus dilaksanakan dalam satu sistem yang terintegrasi dan sinergis.
Terapkan aplikasi SIMDA
Kepala BPKP Perwakilan NTT, Hamonangan Simarmata, dalam sambutannya, mengatakan, sejak terjalinnya kerja sama antara Pemkab Kupang dengan BPKP Perwakilan NTT tahun 2003, namun baru pada tahun 2008 diterapkan aplikasi SIMDA untuk membantu pengelolaan keuangan daerah, baik pada tingkat SKPD maupun pada tingkat Satuan Kerja Perangkat Keuangan Daerah (SKPD).
Dengan menggunakan SIMDA, katanya, banyak kemudahan yang diperoleh, antara lain membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan keuangan daerah mulai dari penganggaran, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban, kecepatan, ketepatan dan akurasi data yang disajikan dalam laporan keuangan yang disajikan untuk stakeholder. Selain itu, penyimpanan data keuangan untuk keperluan manajemen, penyajian informasi keuangan disajikan secara akurat, eefektif dan efisien.
"Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang, Pemkab Kupang memperoleh opini dari BPK dengan wajar tanpa pengecualian," tegasnya Simarmata.
Read More...

Menelusuri sejarah Flotim melalui museum daerah


Laporan Didit Ernanto, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
PROPINSI Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki tiga museum, yaitu Museum Daerah NTT yang ada di Kota Kupang, Museum Bikonblewut di Maumere, Kabupaten Sikka, dan Museum Siput di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Penulis beruntung dapat berkunjung ke salah satu museum yang ada di propinsi berjuluk 'Pintu Gerbang Selatan Kawasan Asia Pasifik' ini.
Museum yang sempat dikunjungi adalah Museum Daerah NTT. Memasuki museum yang terletak di kawasan Jalan El Tari, Kota Kupang, ini seakan merupakan napak tilas peristiwa di masa lalu yang terjadi di NTT. Berbagai benda koleksi museum mengajak kita menelusuri sejarah NTT, mulai dari zaman batu, zaman perunggu, zaman penjajahan, hingga peristiwa yang terjadi belum lama ini.
"Semua benda merupakan temuan di NTT," papar Rosalia, staf Museum Daerah NTT.
Benda purbakala yang menjadi koleksi antara lain tengkorak manusia purba homo florensis yang ditemukan di Ruteng, Manggarai. Tengkorak ini diperkirakan berumur 95.000-11.000 tahun. Kemudian ada berbagai senjata yang dimiliki oleh manusia purba, di antaranya adalah kapak perunggu. Benda arkeolog ini merupakan bukti mozaik perjalanan kehidupan manusia berikut budaya pra sejarah di NTT. Perjalanan sejarah yang panjang yang diwarnai dengan nilai-nilai tradisi dan kehidupan masyarakat tradisional.
Tradisi dari masyarakat tradisional yang ada di NTT ini diperlihatkan melalui berbagai benda seperti berbagai jenis gerabah serta benda yang disebut mokokukang. Mokokukang merupakan mas kawin yang berlaku di Suku Abui. "Sampai sekarang mokokukang masih dipakai sebagai maskawin," tutur Rosalia. Pemberian mokokukang sebagai maskawin juga menjadi simbol status yang berlaku di Suku Abui. Mokokukang terbuat dari perunggu.
Koleksi Museum Daerah NTT yang banyak menarik perhatian adalah rumah tradisional suku-suku di NTT. Rumah tradisional berbentuk setengah lingkaran yang terbuat dari alang-alang ini merupakan pusat kegiatan masyarakat tradisional. Mulai dari tidur sampai memasak dilakukan di dalam rumah. Hal tersebut disimbolkan dalam bentuk tiang rumah yang disebut dengan ni ainaf atau tiang feminin.
Tiang lainnya disebut hau monef atau tiang maskulin. Rumah tradisional ini dilengkapi dengan tempat persembahan yang disebut dengan hau monef. Rumah tradisional ini memiliki nama yang berbeda-beda. Di Alor disebut tofa dan di Ende disebut dengan saoria. Biasanya hanya keluarga inti yang menempati rumah tradisonal ini. Di Flotim, sejarah daerah dapat ditelusui melalui keberadaan gading yang kini menjadi salah satu mas kawin di daerah itu. Keberadaan benteng peninggalan Portugal di Solor, juga dapat menyingkap asal muasal sejarah peradaban di Flotim.
Bendera satu kilometer
Benda-benda lainnya adalah alat-alat tenun ikat dan produk tenun ikat khas NTT. Tak lupa pula baju adat seperti yang berasal dari Alor. Kemudian ada berbagai persenjataan di zaman penjajahan seperti peluru kendali, pedang bersarung peninggalan Belanda yang ditemukan di Ngada, Flores, serta berbagai peralatan maritim seperti teropong, lampu, dan meriam.
Benda lainnya yang merupakan peninggalan pada zaman penjajahan adalah ranjau laut yang dipakai pada Perang Dunia II. Sementara itu, benda peninggalan zaman abad ke-19 berupa keramik eropa. Berbagai keramik berbentuk seperti piring dan mangkuk ini berasal dari Skotlandia dan Belanda.
Koleksi lain yang mewakili abad 20 adalah tulang ikan paus sepanjang 20 meter. Tulang ini merupakan tulang dari ikan paus yang ditemukan di Pantai Pasir Panjang, Kupang, tahun 1972. Tulang ikan paus ini ditempatkan di ruangan terpisah. Di antara tulang ikan paus ini dipamerkan pula perahu tradisional yang dipakai untuk memburu ikan paus.
Tersisa satu cerita menarik tentang perburuan ikan paus tersebut. Konon, ikan paus tersebut diburu nelayan di Pantai Pasir Panjang. Kendati sempat terkena tombak nelayan, ikan paus ini tidak serta-merta mati. Ikan paus sempat melarikan diri ke perairan lainnya. Namun sebelum mati, ikan paus tersebut kembali lagi ke kawasan Pantai Pasir Panjang.
Satu koleksi Museum Daerah NTT yang tak boleh dilewatkan adalah bendera Merah Putih sepanjang satu kilometer. Bendera Merah Putih ini dibuat oleh Front Pembela Merah Putih yang dikomandoi oleh Eurico Guiterez semasa jajak pendapat di Timor Timur sekitar tahun 1999.
Keberadaan Museum Daerah NTT memang laik dikunjungi oleh pelancong yang benar-benar ingin mengetahui tentang sejarah kehidupan dan peristiwa yang terjadi di NTT.
Read More...

Pemerintah kurangi uang keluar


Laporan Humas Flotim, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
LARANTUKA, SPIRIT--Mulai Agustus 2007, Pemkab Flotim melakukan konsolidasi pembangunan bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan. Khusus di bidang ekonomi pemerintah berupaya mengurangi arus uang keluar dari daerah itu ke daerah lain.
Penegasan ini disampaikan Bupati Flores Timur (Flotim) Drs. Simon Hayon, saat melantik enam kepala desa di Desa Bama, Kecamatan Demon Pagong, belum lama ini. Menurut Bupati Hayon, kurang lebih sudah dua tahun pihaknya berkomunikasi dengan masyarakat Flores Timur untuk menyamakan persepsi tentang bagaimana membangun Flores Timur dengan paradigma budaya.
Meski demikian ekonomi Flores Timur masih tetap 'kering kerontang.' Salah satu contoh sederhana yakni sampai saat ini Flores Timur terus mengeluarkan uang untuk membeli air kemasan.
Karena itu, mulai tahun ini Flores Timur memiliki air kemasan yang harus dijual diseluruh wilayah Flores Timur. Air kemasan produk Flores Timur yakni dari desa Watanhura I, Kecamatan Solor Timur. Juga segera dibangun air kemasan di Hokeng.
Pemkab Flotim pun telah mengirim 300 tenaga untuk dilatih di Sulawesi khusus untuk produk makanan dari buah jambu mete, kelapa, dan ikan. Diperkirakan Oktober 2008, Flotim sudah bisa memproduksi tiga jenis makanan itu.
Read More...

388 Pencari kerja ikut tes CPNSD


Laporan Martinus Lau Nahak, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
LARANTUKA, SPIRIT--Sebanyak 388 para pencari kerja di Kabupaten Flores Timur yang berijazah sarjana dan diploma (D3), Senin (14/1/2008), mengikuti testing untuk memperebutkan 56 formasi CPNSD (calon pegawai negeri sipil daerah) tahun 2007.
Tidak hanya di Flotim, pelaksanaan testing CPNSD dilakukan serentak di semua kabupaten/kota di NTT, Senin (14/1/2008). Di Larantuka, pelaksanaan testing dilakukan di SMAN I Larantuka di Batuata.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Flotim, Anton Lebi Raya, mengatakan, dari 390 sarjana dan diploma yang mendaftar, yang datang mengikuti testing sebanyak 388 orang. "Jadi ada dua orang yang tidak ikut," katanya.
Diuraikannya, dari 56 formasi untuk pelamar umum, untuk kesehatan dibutuhkan 17 orang namun yang melamar 67 orang. Formasi guru yang dibutuhkan 22 orang tetapi yang melamar 105 orang. Tenaga strategis lainnya dibutuhkan 17 orang tetapi yang mendaftar 218 orang. Dia menambahkan, hasil testing akan diumumkan pada tanggal 1 Februari 2008.
Pantauan SPIRIT NTT di SMAN I Larantuka, pelaksanaan testing dimulai pukul 09.00-11.00 wita.
Read More...

Obyek wisata Malanange dibiarkan 'perawan'

Laporan Aris Ninu, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
BAJAWA, SPIRIT--Lokasi air panas Malanage, Desa Dariwali, Kecamatan Jerubuu, Kabupaten Ngada, belum dikelola menjadi obyek wisata yang bisa memberi kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD). Obyek wisata air panas yang masih 'perawan' ini belum diperhatikan dan ditata pemerintah agar bisa dikunjungi wisatawan.
Selain air panas, di Kecamatan Jerubuu, ada obyek wisata budaya berupa Kampung Adat Bena di Desa Tiworiwu dan Gunung Inerie yang cocok untuk wisata pendakian.
Pantauan SPIRIT NTT pekan lalu di lokasi air panas Malanage yang berada ditepi ruas jalan ke Desa Naruwolo, air panas yang dihasilkan suhunya jauh lebih panas dibanding dengan air panas Mangeruda.
Air panas Malanage mengalir dari lereng bukit yang berdekatan dengan Gunung Inerie. Lokasi air panas ini belum dikelola Pemkab Ngada untuk menjadi sebuah obyek wisata.
Di sekitar kawasan ini tumbuh subur tanaman-tanaman keras dan tanaman perkebunan seperti kakao, cengkeh dan tanaman perkebunan lainnya.
Fransiskus, warga Dariwali, menuturkan, air panas Malanage lebih panas dari air di Mangeruda. "Jika ada orang yang ingin mandi harus ke tempat pertemuan air panas dan air dingin yang berada di bawah. Air di bagian atas selama ini tidak bisa dipakai rendam badan karena terlalu panas," ujarnya.
Menurut Frans, suhu air panas di lokasi itu bisa dipakai untuk merebus telur.
Veronica, warga Jerubuu, kepada SPIRIT NTT, mengatakan, air panas Jerubuu bisa dijadikan obyek wisata karena banyak pengunjung lokal dari Kecamatan Bajawa setiap minggu dan hari libur datang ke lokasi ini untuk rekreasi.
"Saya tinggal di Bajawa namun baru kali ini datang ke Jerubuu. Ternyata ada air panas yang jauh lebih panas dibanding air di Mangeruda. Obyek ini perlu diperhatikan dan dijadikan obyek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan," tambah Hendrik, warga Bajawa.
Untuk diketahui, Kecamatan Jerubuu mekar dari Kecamatan Aimere pada tahun 2000. Jerubuu terkenal dengan kawasan perbukitan dan lereng gunung yang memiliki potensi alam yang indah guna dijadikan obyek wisata.
Kawasan Jerubuu berada di sekitar kawasan gunung berapi Inerie. Obyek lain yang membuat Jerubuu dikenal yakni masyarakat di kecamatan ini masih menghormati leluhur. Budaya dan adat istiadat masih dipegang. Dan di wilayah ini terdapat obyek wisata Kampung Adat Bena di Desa Tiworiwu (18 km dari Bajawa) dengan sejumlah peninggalan leluhur yang bernilai budaya tinggi. Sampai sekarang peninggalan itu masih ada dan dihormati.
Read More...

Resor peternakan 'bersihkan' rabies

Laporan Aris Ninu, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
BAJAWA, SPIRIT--Sebanyak 1.669 ekor anjing di wilayah Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, telah divaksin anti rabies oleh petugas Resor Peternakan Bajawa. Pemberian vaksi dilakukan sejak 10-22 Desember 2007. Pihak Resor Peternakan kini sedang melakukan vaksin anjing di wilayah Bajawa sebagai upaya membebaskan Ngada dari rabies.
Demikian Kepala Resor Peternakan Kecamatan Bajawa, drh. Florentina Tina Nono, kepada SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Jumat (10/1/2008).
Tina Nono didampingi stafnya, Ronald Repu, S.Pt, menjelaskan, 1.669 ekor anjing yang divaksin petugas berada di 6 desa dan 5 kelurahan di Kecamatan Bajawa. Kegiatan vaksin akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya di Kecamatan Bajawa. Sedangkan anjing yang ada di Kelurahan Ngedukelu dan Kisanata belum divaksin.
Tina Nono mengatakan, anjing yang ada di Kelurahan Tana Lodu dan Jawameze, telah ada kesepakatan untuk dieliminasi total. "Anjing di dua kelurahan di Kecamatan Bajawa itu dieliminasi total. Kami akan turun lagi untuk vaksin anjing yang ada di Kecamatan Bajawa," tegasnya.
Tentang kenapa masyarakat di Kecamatan Bajawa masih memelihara anjing, Tina Nono menjelaskan, berdasarkan pengakuan masyarakat, mereka memelihara anjing untuk berburu, menjaga kebun dari serangan babi hutan dan kera. Anjing pun dipelihara untuk menjaga rumah serta tanaman di kebun. Selain itu, anjing sebagai ternak pengganti babi untuk upacara adat.
"Tiga hal itu yang berpengaruh sehingga orang Bajawa masih memelihara anjing. Tetapi upaya mencegah rabies tetap kami lakukan dimana setiap tiga bulan dan enam bulan sekali dilakukan vaksinasi," tambahnya.
Mengenai kasus gigitan anjing di Bajawa, dia mengaku, ada kenaikan."Masyarakat di Kecamatan Bajawa punya kesadaran saat petugas melakukan vaksin di lapangan. Masyarakat dengan kesadaran membawa anjing ke kantor desa untuk divaksin. Ada juga yang kami temui di perkampungan mereka," tuturnya.
Read More...

Kuruboko kembangkan teknologi pertanian

Laporan Aris Ninu, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008

BAJAWA, SPIRIT--Para petani di Kuruboko, Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, mulai melirik teknologi pertanian intensifikasi padi aerob terkendali berbasis organik (IPAT-BO) yang telah diperkenalkan di Ngada 18 Desember 2007 lalu.
Petani Kuruboko telah mengajukan permohonan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ngada guna mengembangkan teknologi tersebut. IPAT-BO adalah teknologi pertanian yang hemat benih, air dan pupuk yang dapat meningkatkan produksi padi.
Camat Wolomeze, Christian Haning, kepada SPIRIT NTT di Wolomeza, Selasa (8/1/2008), menjelaskan, kawasan persawahan Kuruboko berada di Desa Nginamanu, Kecamatan Wolomeze. Kawasan tersebut cocok untuk pengembangan IPAT-BO sehingga ada kelompok tani yang ingin mengembangkan dan menanam padi menggunakan teknologi tersebut.
"Saya menyambut baik keinginan petani di Kuruboko dan siap memfasilitasi pertemuan untuk memperkenalkan teknologi tersebut," kata Haning.
Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ngada, Ir. Awa Maria Simon, melalui Kasi Pengembangan Kapasitas Kelembagaan, Samuel Kebang, saat ditemui di Bajawa, Senin (7/1/2008), mengatakan, petani di Kuruboko telah menemuinya untuk menyampaikan keinginan mengembangkan teknologi IPAT-BO di Desa Nginamanu. Namun perlu ada pelatihan agar mereka memahami betul-betul teknologi itu. Petani perlu diberitahu cara menanam, menyamai bibit, cara memberikan pupuk dan masalah pengaturan air. Dijelaskan Kebang, tahun 2008 ini pihaknya menyosialisasikan teknologi tersebut kepada semua petani di Ngada.
Perwakilan PT SMS-Jakarta di Kabupaten Ngada, Ny. Eufrasia Lay sebagai agen pupuk ABG yang bekerja sama dengan Pemkab Ngada guna pengembangan teknologi pertanian IPAT-BO, mengatakan, petani di Lindi, Desa Benteng Jawa, Kecamatan Riung Barat telah menemuinya guna mengembangkan teknologi tersebut. Tetapi ia akan memberikan pelatihan terlebih dahulu.
Read More...

Anggota DPD hadiri penanaman 1.000 pohon

Laporan Aris Ninu, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
BAJAWA, SPIRIT--Masyarakat di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, telah menaman 1.000 anakan pohon, yakni mahoni 600 anakan dan gayan 400 anakan. Penanaman anakan dihadiri anggota DPD RI, Frans Assan, Camat Soa, Yohanes Ngebu, perangkat desa dan para mosalaki (tua adat).
Demikian dikatakan Camat Soa, Yohanes Ngebu melalui Kepala Seksi (Kasi) PMD, Wili Gori, kepada SPIRIT NTT di Kantor Camat Soa, Selasa (8/1/2008).
Gori menjelaskan, penanaman seribu anakan pohon itu sebagai bagian dari keikutsertaan masyarakat mengantisipasi dampak pemanasan global yang dilaksanakan seluruh masyarakat di Indonesia.
Masyarakat Soa menanam anakan mahoni dan gayan di beberapa lokasi, yakni di lokasi kantor camat (300 pohon), lokasi mata air Fura Fuiga, Desa Seso ditanami sebanyak 300 pohon. "Penanaman dilakukan tanggal 14 Desember 2007 lalu," tuturnya.
Sedangkan pelajar SD, SMP dan SMA yang ada di Soa, kata Gori, dibagikan masing-masing 40 anakan gayan untuk ditanami di setiap sekolah. Para pelajar menanam di halaman sekolah dan masing-masing kebun sekolah.
Penanaman pohon yang dilakukan di Kecamatan Soa, tambah Gori, selain untuk mengurangi pemanasan global, juga menumbuhkan kesadaran masyarakat Soa untuk melestarikan lingkungan.
Pantauan SPIRIT NTT di Soa, tanaman mahoni ditanam di sekitar kantor camat sudah mulai tumbuh. Sebelumnya, pejabat lingkup Pemkab Ngada menanam 300 anakan mahoni di Turikisa, Kecamatan Golewa. Penanaman dipimpin Plt Asisten Tata Praja, Drs.Yohanes Isidorus Djawa. Kadishut Ngada, Ir. Benediktus Polo Maing, dalam laporan mengatakan, untuk kecamatan di Ngada penanaman dipimpin para camat masing-masing.
Read More...

Isu gender semakin kuat

Laporan Humas Belu, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Isu gender saat ini semakin kuat dibicarakan. Buktinya, persoalan gender telah memiliki kekuatan hukum dengan adanya Inpres No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dan Keputusan Mendagri No. 132 Tahun 2003 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.
Kedua produk hukum ini disosialisasikan di Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, belum lama ini, dengan menampilkan pembicara, Florentin Abuk, anggota DPRD Belu.
Bangsa kita, kata Abuk, memiliki Pancasila dengan sila kedua berbunyi, "Kemanusiaan yang adil dan beradab," tanpa membeda-bedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Perbedaan, katanya, hanya terletak pada kodratnya, yakni kaum perempuan mengalami menstruasi, berbadan, melahirkan dan menyusui anak.
"Keadaan ini boleh berbeda tetapi jangan dibeda-bedakan dalam perannya sebagai perencana maupun pelaksana pembangunan. Dengan adanya Inpres No. 9, tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pengarusutamaan gender harus dilaksanakan. Lima persen APBD II Belu harus terserap di berbagai sektor untuk pemberdayaan perempuan," katanya. Dia meminta agar kaum perempuan berperan bersama dalam pembangunan dengan meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Sementara Kabag Pemberdayaan Perempuan Setda Belu, Maria Goreti Kiik, S.IP, mengungkapkan perempuan sebagai modal atau investasi pembangunan karena bersama laki-laki, perempuan aktif dalam pembangunan.
"Tanpa perempuan, pasti pembangunan pincang. Sebab, perempuan di Indonesia jumlahnya lebih banyak dari laki-laki. Dengan demikian, perempuan memiliki kekuatan dalam mendongkrak pembangunan," ujar Kiik.
Read More...

Kaharni pimpin jalan santai 1 Muharam

Laporan Edy Hayong, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Memeriahkan Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharam 1429 H, ratusan umat muslim di Kota Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, Kamis (10/1/2008), menggelar jalan santai mengeliling kota Atambua. Jalan santai dilepas Kapolres Belu, AKBP Drs. Mulyadi Kaharni, dimulai dari halaman depan Masjid Agung Mujahidin dan berakhir di tempat yang sama.
Pantauan SPIRIT NTT, umat muslim yang ikut jalan santai terdiri dari siswa Madrasyah, remaja masjid, para orangtua. Ada yang menggunakan seragam olahraga sekolahnya, ada pula yang menggunakan pakaian biasa. Dengan berbanjar dua mereka berbaris rapi sejak garis star menuju lokasi Pasar Baru Atambua menuju Patung Gerbades, rumah jabatan Bupati/Wakil Bupati Belu selanjutnya finish di halaman depan Masjid Agung Al Mujahidin-Atambua.
Di barisan depan terlihat beberapa siswi Madrasah mengusung kain bertuliskan, "Jalan Santai Memperingati Tahun Baru 1 Muharam 1429 H/PHBI Kabupaten Belu." Jalan santai ini dikawal aparat Satlantas Polres Belu.
Tokoh muslim Atambua, Drs. Lagani Djou, yang ditemui di sela-sela acara jalan santai tersebut, menjelaskan, kegiatan ini baru pertama kali digelar untuk memeriahkan Tahun Baru 1 Muharam 1429 H. Kegiatan itu disponsori Panitia Hari Besar Indonesia (PHBI) Kabupaten Belu untuk menumbuhkan semangat kaum muda mencintai olahraga jalan santai.
"Tidak ada kegiatan khusus. Yang bisa kami lakukan cuma jalan santai. Apalagi kegiatan seperti ini sangat bagus untuk kesegaran dan kebugaran tubuh. Peserta yang hadir para siswa madrasah, remaja mesjid dan warga muslim lainnya," ujar mantan Kepala Banwas Belu ini.
Read More...

Isu gender terjadi akibat perbedaan peran

Laporan Ignas Ikun, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Masalah atau isu gender seperti rendahnya pemahaman gender, tidak hanya ditemukan di kalangan masyarakat, tetapi juga ditemukan pada level pengambil keputusan, baik lembaga eksekutif maupun legislatif. Masalah lainnya adalah keterbatasan informasi data terpilah menurut jenis kelamin.
Dengan demikian, isu gender terjadi akibat perbedaan peran, sifat biologis, penguasaan dan akses terhadap sumber daya alam, hak dan posisi serta kuatnya nilai sosial budaya dan patriarki yang menempatkan laki-laki dan perempuan pada kedudukan dan peran yang berbeda dan tidak setara.
Pandangan ini disampaikan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Belu, Drs. JT Ose Luan, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Camat Tasifeto Timur (Tastim), Drs. Marsel Mau Meta, ketika membuka acara sosialisasi Keppres No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender, di Kantor Camat Tastim, belum lama ini.
Ose Luan mengakui masih banyak kebijakan dan program serta kegiatan pembangunan yang belum berpihak gender. Oleh karemna itu, Pengarusutamaan Gender di daerah yang berkaitan dengan otonomi daerah merupakan suatu langkah penting yang dilakukan secara sistematis, terpadu dan berkelanjutan. Dengan demikian, semua perencanaan, program dan kegiatan pembangunan harus berbasiskan gender.
"Dengan demikian mutlak untuk melaksanakan Keppres No. 9 Tahun 2000 dan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 132 Tahun 2003 tentang Pengarusutamaan Gender di daerah," tegas Ose Luan.
Panitia penyelenggara dalam laporannya menyebut peserta yang mengikuti sosialisasi pengarusutamaan gender di Kecamatan Tasifeto Timur sebanyak 50 orang. Peserta terdiri diri dari para kepala desa, badan perwakilan desa (BPD), ketua PKK kecamatan dan desa, para tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Sosialisasi dilakukan sehari penuh dengan dukungan dana dari Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Belu.
Read More...

Banjir landa Fatukeki, lahan pertanian hancur

Laporan Vincen, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Masyarakat Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, bakal mengalami gagal panen tahun ini. Penyebabnya, Kali Ainiba meluap tanggal 2-3 Januari 2008 lalu, menghancurkan 10 hektar tanaman jagung, selain menghanyutkan ribuan pohon pisang.
Data yang dihimpun SPIRIT NTT dari Dinas Kesejahteraan Sosial dan Bagian Sosial Setda Belu menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi turun pada tanggal 3 Januari 2008 memicu terjadinya banjir di Kali Aniba dengan ketinggian satu setengah meter. Luapan banjir tersebut tidak menelan korban nyawa manusia, namun menghanyutkan 47 ekor ayam dan empat ekor kambing.
Banjir juga menerjang dan merusakkan rumah warga, sementara 52 buah sumur milik warga sebagai sumber air bersih tercemar lumpur. Untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi warga Fatuketi, Pemerintah Kabupaten Belu melalui instansi terkait yang tergabung dalam satkorlak penanggulangan bencana Kabupaten Belu, pada tanggal 4 Januari 2008, langsung terjun ke lokasi bencana untuk mendata dan memberikan bantuan.
Bantuan sementara yang diberikan Pemkab Belu berupa, pertama, menyediakan tiga unit mobil PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Kedua, menyedot kotoran berupa lumpur yang menggenangi sumur warga serta memberi kaporisasi oleh petugas dari Dinas Kesehatan Belu, selain memberikan pelayanan kesehatan lainnya guna mengatasi masalah penyakit susulan pascabencana.
Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Belu, Drs. Arnoldus Bria Seo, MM, yang ditemui di Posko Bencana Kabupaten Belu, mengatakan, saat ini Pemkab Belu belum membeirkan bantuan berupa beras atau makanan siap saji lainnya karena dari kunjungan ke lokasi bencana belum ada permintaan dari masyarakat, terkecuali air bersih.
Sementara Kepala Bagian Sosial Setda Belu, Untung, S.Ip, mengatakan, data yang dihimpun dari lokasi bencana Desa Fatuketi akan diteruskan kepada Pemerintah Propinsi NTT di Kupang sebagai laporan guna memberi bantuan kepada masyarakat, terutama bahan pangan beras untuk kondisi darurat. (vinsen/humas belu)
Read More...

Arsip, tulang punggung informasi

Laporan Ignas Ikun, SPRIT NTT, 14-20 Januari 2008
ATAMBUA, SPIRIT--Arsip sebagai tulang punggung informasi pembangunan perlu dikelola dengan baik sejak penerimaan dan pengamanan, sebab ada kerahasiaan yang perlu dijaga, dirawat dan dilestarikan. Melalui kearsipan itu segala tugas dan pelayanan yang dilakukan oleh lembaga atau pemerintah dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Demikian disampaikan Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Administrasi Setda Belu, Seran Gabriel, S.Sos, ketika menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) Akusisi Arsip di Hotel Paradiso, Atambua, belum lama ini.
Dengan selesainya pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 17-19 Desember 2007 itu, Bupati Lopez mengharapkan agar wawasan, pengetahuan, keahlian dan keterampilan yang dimiliki dapat diterapkan di unit masing-masing. Sebab, dengan etos kerja yang tinggi dan profesional, demikian Lopez, mutu pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal dan maksimal.
Dikatakannya, pada tahun anggaran 2008, dana untuk urusan arsip dialokasikan sebesar Rp 1.029.000.000,00 untuk mendukung urusan wajib dan urusan pilihan. "Arsip adalah aset penting dan berharga karena tingkat martabat suatu bangsa dilihat dan ditentukan oleh kualitas arsip," tegas Bupati Lopez.
Panitia penyelenggara dalam laporannya menjelaskan, bimtek yang berlangsung tiga hari itu berjalan lancar dan aman berkat kerja sama panitia dan peserta. Bimtek digelar didukung dana DPA Kantor Arsip Kabupaten Belu tahun 2007.
Panitia mengharapkan, jika peserta mengalami kesulitan dalam mengelola arsip di unit masing-masing , maka Kantor Arsip Belu siap membantunya.
Pada bagian lain, salah seorang peserta berkenan menyampaikan kesan dan pesan bahwa bimtek berjalan sukses dan aman dan akan menerapkan ilmu yang diperoleh di unit kerja masing-masing. Peserta juga mengimbau Pemkab Belu agar mengalokasikan dana khusus untuk pengelolaan arsip di unit masing-masing serta bimtek tetap diselenggarakan setiap tahun.
Read More...

Jaga dan tingkatkan mutu produk daerah

Laporan Okto Manehet, SPIRIT NTT, 14-20 Januari 2008

KALABAHI, SPIRIT--Wakil Bupati (Wabup) Alor, Drs. Abraham Maulaka, memesan kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Alor agar menjaga dan meningkatkan mutu produk daerah setempat supaya tidak kalah bersaing dengan produk daerah lain, selain eksis dalam pasaran global.
Pesan Wabup Maulaka ini disampaikan ketika membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Kabupaten Alor tahun 2007 di Aula Rumah Jabatan Bupati Alor, Sabtu (5/1/2008).
Menurut Maulaka, potensi sumber daya manusia yang diolah, harus diperdayakan dalam kerangka gerakan kembali ke desa dan pertanian (Gerbadestan). "Kalau boleh Dekranasda berperan sebagai penopang berkembangnya sektor riil yang berwawasan nasional," pintanya. Kemapanan sektor riil menghadapi tantangan global , kata Maulaka, telah teruji daya tahannya dalam menggerakkan ekonomi ketimbang sektor lainnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Maulaka memberikan beberapa solusi, yakni perlunya peningkatan kualitas desain dan produk, harga, waktu produksi, serta kesinambungan produk dan kepastian. Memasuki tahun 2008 yang dicanangkan secara nasional sebagai tahun kunjungan, harap Maulaka, Dekranasda harus menyiapkan sebuah lembaga khusus yang setiap saat dapat mempromosikan serta memasarkan hasil-hasil produk kerajianan tangan masyarakat Alor kepada setiap tamu yang berkunjung ke daerah ini.
Ketua Dekranasda Kabupaten Alor, Ny. Dina Takalapeta Meller, S.Th, mengatakan, Dekaranasda adalah lembaga nirlaba yang dibentuk Pemeritah Kabupaten Alor melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Lembaga ini, kata Dina, terus mempersandingkan dengan Dekranasda kabupaten lainnya untuk terus berkiprah dalam bingkai Gerbadestan.
Read More...

Sarana Bandara Mali belum memadai

Laporan Okto Manehat, SPIRIT NTT 14-20 Januari 2008
KALABAHI, SPIRIT--Fasilitas umum maupun khusus di Bandar Udara (Bandara) Mali, Kalabahi, Ibu kota Kabupaten Alor, belum memadai. Walau setiap hari didarati pesawat, pemerintah belum melangkapi bandara itu dengan sarana-prasarana yang memadai.
Fasilitas penting yang belum dimiliki bandara setempat adalah converyor belt (alat/rel di ruang turun penumpang untuk menaruh barang bagasi penumpang). Akibat ketiadaan sarana ini, barang-barang milik penumpang harus diangkut mobil pick up atau kereta dorong lalu diserbu oleh pemilik masing-masing. Selain itu, telepon kabel belum ada serta lampu landasan.
Belum memadainya fasilitas Bandara Mali dibenarkan Kepala Bandara, Mesakh Talilah, saat ditemui SPIRIT NTT di ruang VIP, Jumat (11/1/2008).
Talilah menjelaskan, untuk alat converyor belt memang telah diusulkan, namun belum direalisasikan. Hasil survainya, ruang kedatangan bandara tidak memungkinkan dipasang alat yang minimal panjang sembilan meter. Salah satu jalan keluar adalah memperlebar ruang kedatangan tapi belum masuk dalam perencanaan.
Bangunan ruang tunggu, ruang kedatangan dan lain-lain harus diubah dan dibangun baru. Hanya dengan bangunan baru bisa sesuai dengan kebutuhan saat ini. Gedung itu, kata Talilah, dibangun pada saat Bandara Mali hanya didarati pesawat jenis cassa. Apalagi zaman dulu pesawat jarang masuk Mali.
Read More...

Longsoran jalan negara dilapor ke kimpraswil

Laporan Okto Manehat, SPIRIT NTT 14-20 Januari 2008

KALABAHI, SPIRIT--Longsoran pada ruas jalan negara di Kabupaten Alor dilaporkan ke Dinas Kimpraswil NTT agar segera ditanggulangi. Longsoran jalan negara itu terjadi di wilayah timur Alor.
Selain itu akibat curan hujan yang tinggi dan angin kencang awal Januari 2008, terjadi longsoran di Kecamatan Mataru, tepatnya di ruas jalan Bungeta-Kui. Ruas jalan itu putus sehingga arus transportasi ke dan dari wilayah itu putus total. Soal patahnya tembok penahan abrasi pantai di Kecamatan Pantar, itu ditimbulkan gelombang laut yang tingginya mencapai 4-5 meter.
Plt. Kadis Kimpraswil Kabupaten Alor, Ir. Sumardin Sutiyo, itu saat ditemui di Kalabahi, Rabu (9/1/2008), mengatakan, dari hasil pantauan di lapangan, terjadi longsor di ruas jalan Bungeta-Kui sehingga badan jalan di salah satu titik putus total.
Longsoran juga terjadi di ruas jalan Mebung-Mainang. Batu dan tanah jatuh dari tebing dan menutupi jalan. Namun di titik itu sudah dibersihkan warga secara bergotong royong. Selain itu, lanjut Sutiyo, longsor juga terjadi di ruas jalan negara di wilayah timur yang merusak badan jalan namun tidak mengganggu arus transportasi.
Berkaitan dengan longsoran di jalan negara ini, pihaknya langsung melaporkan ke Dinas Kimpraswil NTT untuk diteruskan ke Departemen PU agar diperhatikan.
Selain longsoran, demikian Sutiyo, di Kelurahan Kabir, tembok penahan gelombang laut sepanjang 50 meter ambruk. Di Desa Pandai, tembok penahan abrasi sepanjang 100 meter, juga jebol dihantam gelombang. Tembok penahan gelombang di Desa Lawalu, juga jebol sepanjang 50 meter.
Sutiyo menandaskan, kerusakan itu baru akan diperbaiki jika mendapat alokasi anggaran murni APBD 2008
Read More...

Warga Kenarilang perbaiki sanitasi lingkungan

Laporan Okto Manehat, Spirit NTT 14-20 Januari 2008
KALABAHI, SPIRIT--Warga Kenarilang, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, disarankan untuk memperbiki sanitasi lingkungan agar terhindar dari serangan penyakit kulit. Jenis penyakit kulit yang sering diderita warga adalah koreng dan kudis; penyakit yang disebabkan sanitasi yang kurang sehat.
Kepala Puskesmas Kenarilang, Jumina Waang yang ditemui di puskesmas itu, Kamis (10/1/2008), mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Alor agar memberikan perhatian khusus atas penyakit kulit yang menyerang warga. Selama ini, kata Waang, pihaknya sering melayani pasien yang menderita koreng dan kudis. Penyakit ini bisa menyebar secara cepat sehingga perlu diantisipasi secepat mungkin.
Waang menjelaskan, penyakit koreng lebih banyak menyerang anak-anak, sedangkan kudis menyerang orang dewasa. Penyakit ini disebabkan sanitasi, khususnya air mandi yang kotor. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah atau gerakan kebersihan lingkungan, termasuk penyediaan sarana air bersih.
"Kami telah memberikan penyuluhan kepada setiap pasien yang berobat. Tinggal kemauan dari mereka memperbaiki sanitasi lingkungan, terutama ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kami menjelaskan, pengobatan yang diberikan hanya bersifat sementara dan jika kesehatan lingkungannya tidak diperbaiki maka penyakit yang sama akan tetap menyerang," kata Waang.*
Read More...

Budaya kekerasan akibat kemiskinan hati nurani

Laporan Okto Manehat, Spirit NTT 14-20 Januari 2008

KALABAHI, SPIRIT--Saat ini budaya kekerasan dan krisis kepercayaan sedang melanda Alor mencerminkan kemiskinan hati nurani. Persoalan yang timbul sering diselesaikan dengan cara-cara kekerasan. Tak heran konflik sosial terus terjadi dan menimbulkan krisis kepercayaan. Orang lebih suka saling menyalahkan satu sama lain di tengah masyarakat.
Penegasan ini disampaikan Romo Kanis Ati dalam kotbahnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru bersama Korpri, TNI, Polri, anggota DPRD Alor di Balai Raya, Desa Fanating, Kecamatan Teluk Mutiara, Rabu (9/1/2008).
Pastor Pembantu Paroki Gembala Yang Baik Alor-Pantar, itu mengatakan, budaya kekerasan yang sedang melanda Alor sebagai akibat dari kemiskinan hati nurani yang sudah mulai hancur dalam setiap diri yang adalah gambar dan citra Allah. Selain budaya kekerasan, dewasa ini berkembang roh pemecah belah persatuan dan kesatuan sehingga melahirkan krisis kesetiaan kepada Yesus Kristus.
Romo Kanis mengatakan, selama ini orang sudah tidak lagi saling mendengarkan satu sama lain sehingga kapan saja muncul berbagai konflik seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di Kalabahi. Untuk menghapus budaya kekerasan, kata Romo Kanis, harus saling mendengarkan, saling menasehati, saling solider untuk berbuat yang baik dan harus tahu berterima kasih serta harus bisa menyuarakan suara para kaum yang tak bersuara.
Ia juga mengajak segenap warga Korpri, TNI, Polri dan anggota DPRD Alor untk senantiasa berdoa untuk para pelayan publik agar lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat atau kepentingan publik daripada kepentingan diri sendiri.
Acara Natal dan Tahun Baru bersama juga diisi dengan pesan Natal oleh para tokoh agama, puji-pujian dari beberapa paduan suara seperti paduan suara dari PGRI dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Alor.
Acara ini dihadiri Bupati Alor, Ir. Ans Takalapeta, Ketua DPRD Alor, Drs. John Th Blegur, unsur pimpinan daerah dan Ketua Pengadilan Negeri Kalabahi. *
Read More...

Sekdes tak lulus PNS dapat pesangon

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT--Sebanyak 49 dari 73 orang sekretaris desa (sekdes) di Kabupaten Rote Ndao telah diterima Departemen Dalam Negeri (Depdagri) untuk diproses menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sementara 24 orang sekdes lainnya dinyatakan tidak lulus seleksi karena faktor usia, namun pada akhir masa jabatannya, pemerintah memberikan pesangon.
Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa (Pemdes) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Rote Ndao, Ch. P Manubulu, menjelaskan hal itu saat dihubungi wartawan, Jumat (28/12/2007).
Manubulu menyebutkan, di Rote Ndao ada 80 desa, namun jabatan sekdes cuma ditempati 73 sekdes. Enam jabatan sekdes lainnya lowong, satu sudah lebih dulu menjadi PNS sehingga hanya 73 orang yang diusulkan. Namun yang dinyatakan lulus sebanyak 49 orang sekdes.
"Sekdes yang tidak lulus karena faktor usia dimana usia mereka lebih dari 51 tahun pada bulan Oktober tahun 2007. Sedangkan persyaratan yang diturunkan untuk diangkat menjadi PNS harus berusia di bawah 51 tahun. Karena itu, banyak yang tidak lulus," katanya.
Manubulu mengatakan, para sekretaris desa yang tidak lulus menjadi PNS pemerintah menyiapkan pesangon yang akan diberikan saat akhir masa tugasnya. "Besar kecilnya pesangon tidak disebutkan, namun pemerintah akan memberikan pesangon sebagai tanda terima kasih kepada para sekdes yang tidak diangkat menjadi PNS karena faktor usia," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini sekdes yang dinyatakan lulus, bahan kelengkapan administrasi sudah dikirim dan diharapkan dalam waktu dekat SK pengangkatan menjadi PNS segera turun.
Tentang sekdes yang lowong mengapa tidak diusulkan/diproses untuk diganti yang baru, Manubulu mengatakan, sesuai aturan, sekdes lowong tidak bisa diusulkan ganti. Hal ini karena berkas para sekdes sudah dikirim ke pemerintah pusat. Untuk mengangkat sekdes baru saat ini sudah mengacu aturan yang berlaku yakni undang-undang (UU) tentang desa.
Terkait pemilihan kepala desa yang berlarut-larut seperti di Desa Lidabesi, Manubulu mengakui, untuk kegiatan proses pemilihan kades, pihak pemerintah hanya memfasilitasi dan yang berwenang penuh di desa adalah BPD dan panitia pemilihan kepala desa.
"Pemerintah tidak bisa intervensi panitia pemilihan. Kita serahkan semua proses di desa. Sementara kita hanya memfasilitasi sambil terus berkoordinasi agar pemilihan tidak berlarut-larut dan membuat konflik di masyarakat," tambahnya. *
Read More...

Warga Rote Ndao agar jaga kebersihan

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT--Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Rote Ndao, dr. Jonathan Lenggu, mengimbau masyarakat di daerah itu menjaga kebersihan untuk mencegah wabah penyakit pada pergantian musim tahun ini.
"Selain menjaga kebersihan, warga harus minum air yang sudah dimasak dan makan makanan yang bersih agar tidak mudah diserang penyakit," ujar dr. Jonathan saat ditemui di Ba'a, Senin (24/12/2007).
Menyoal persediaan obat-obatan menghadapi pergantian musim, dr. Jonathan mengakui masih aman. Dinas Kesehatan (Dinkes) Rote Ndao telah mengantisipasi stok obat-obatan, terutama untuk jenis penyakit menonjol seperti diare, batuk/pilek termasuk malaria.
"Obat-obatan masih aman. Kita bersyukur di Rote belum terjadi wabah penyakit menonjol menghadapi pergantian musim. Kita tetap antisipasi stok obat yang nantinya didrop ke rumah sakit, puskesmas dan pustu," katanya.
Menurut dr. Jonathan, saat pergantian musim, biasanya penyakit sering menyerang masyarakat, seperti malaria, diare, influenza serta berbagai wabah lainnya. "Tahun ini banyak anak-anak kena malaria, diare, influensa serta penyakit tahunan lainnya. Namun semuanya tertolong dengan baik di rumah sakit maupun puskemas. Kita tetap pantau melalui puskesmas dan pustu melalui perkembangan laporan rutin bulanan termasuk stok obat-obatan di puskesmas dan pustu serta rumah sakit," tambahnya.
Menyinggung soal kendaraan dinas milik puskesmas, namun sering digunakan bukan untuk kepentingan dinas, dokter Lenggu berharap semua pegawai, dokter, bidan dan perawat yang bekerja di bawah naungan dinkes menaati peraturan dengan tidak menggunakan kendaraan dinas secara sembarangan. "Saya minta fasilitas negara tidak digunakan untuk kepentingan di luar dinas, namun harus stand by untuk kebutuhan dinas baik di rumah sakit, puskesmas dan pustu," kata Lenggu.*
Read More...

Pintu air Danau Tua dirampungkan

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT-- Para petani di Kecamatan Rote Barat Daya (RBD) dan Rote Barat Laut (RBL) meminta agar pengerjaan pintu air Bendung Danau Tua yang dikerjakan PT Nindya Karya (NK) segera dirampungkan. Jika tidak, para petani khawatir aktivitas menanam pada musim tanam tahun ini terganggu.
Pasalnya, sekitar 460 hektar (ha) lahan pertanian di wilayah itu hanya berharap sumber air dari Bendung Danau Tua. Sementara sekitar 28 ribu lebih jiwa yang mendiami lokasi dekat bendung menggantungkan hidupnya sebagai petani dengan memanfaatkan air dari bendung tersebut.
Camat Rote Barat, Thobias Nggilli, S.Sos, kepada wartawan di Ba'a, Jumat (28/12/2007), mengatakan, para petani khawatir musim tanam tahun ini mereka tidak bisa tanam jagung atau padi.
"Kami berharap kontraktor secepatnya menyelesaikan pekerjaan Bendung Danau Tua. Kalau petani tidak menanam akan berdampak pada gagal tanam dan masyarakat akan mengalami kekurang pangan. Hal ini akan berdampak munculnya kasus busung lapar, gizi kurang dan gizi buruk pada masyarakat khusus anak-anak," kata Thobias.
Menurutnya, saat ini kapasitas (daya tampung) air Bendung Danau Tua cukup besar dan mampu mengairi lahan petani di dua kecamatan seluas sekitar 460 ha.
"Pekerjaan proyek bendung irigasi hanya tanggul penahan air serta pintu pembuangan utama yang telah dibongkar untuk pengerukan dan perbaikan. Diharapkan pada saat musim hujan dapat menampung air lebih banyak. Namun progress fisik kurang mendukung. Tanggul penahan dan pintu air telah dibongkar dan sisa air telah dikeruk sampai kering dan belum diperbaiki. Sementara musim tanam makin dekat," ujarnya.
Hal senada dikeluhkan Camat Rote Barat Daya, Drs. Melianus Mandala. Dikatakannya, petani di wilayahnya sebagian besar memiliki lahan di sekitar Danau Tua, namun tidak bisa dikerjakan karena pengerukan air di bendung. "Masyarakat tidak bisa olah sawah karena tidak ada air. Kami tidak tahu kapan proyek itu selesai," ujarnya. *
Read More...

Kantor Bupati Rote Ndao rampung tahun ini

Laporan Syarifah S, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BA'A, SPIRIT---Pengerjaan bangunan gedung Kantor Bupati Rote Ndao bernilai sekitar Rp 29 miliar diperkirakan rampung pertengahan tahun ini, yang seharusnya
pada akhir bulan Desember 2007. Ini merupakan bangunan termegah di Kabupaten Rote Ndao.
Pantauan SPIRIT NTT hingga akhir Desember 2007, pengerjaan bangunan sekitar 90 persen sudah selesai dan masih tersisa pembuatan bangunan kubah berbentuk topi Ti'i Langga, lambang budaya masyarakat Pulau Rote, juga lambang Pemkab Rote. Selain itu, plester bangunan, keramik, halaman dan pagar belum selesai dibangun.
Pimpinan Proyek (Pimpro) Pembangunan gedung Kantor Bupati Rote Ndao, Petson Hangge, dihubungi, Jumat (4/1/2008), mengakui adanya keterlambatan pekerjaan gedung tersebut.
Namun, kata Hangge, keterlambatan berkaitan dengan ketersediaan bahan baku bangunan yang sebagian besar harus dibeli (didatangkan) dari Pulau Jawa terutama bahan untuk pemasangan kuba Ti'I Langga di atap gedung kantor ini.
"Ada sejumlah hambatan seperti ketersediaan bahan bangunan yang harus didatangkan dari Pulau Jawa. Dan kondisi alam yang kadang ikut memperlambat pengantarpulauan bahan terutama pada musim hujan. Hal inilah yang mengakibatkan pembangunan kantor bupati terlambat dari jadwal yang ditetapkan," ujarnya.
Namun demikian, kata Hangge, ia terus mendorong kontraktor agar menyelesaikan pembangunan gedung kantor tersebut tepat waktu. "Saat ini sudah terlambat namun dalam waktu dekat jika bahan-bahan untuk atap khusus untuk kuba Tii Langga sudah ada, maka diperkirakan dalam waktu dekat bangunan itu sudah bisa selesai dikerjakan,"katanya.
Kepala Dinas (Kadis) Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Rote Ndao, Ir. JJ Amalo, ditemui wartawan belum lama ini, mengakui, sesuai Keppres Nomor 80 Tahun 2000 jika masa kontrak selesai, namun pekerjaan belum selesai, maka pengusaha/kontraktor harus dikenakan sanksi atau denda, kecuali jika ada adendum waktu, tapi itu juga tetap ada sanksi.
Ia berharap, kontraktor lebih fokus mengerjakan bangunan kantor ini sehingga dalam waktu dekat kantor bupati dapat digunakan untuk aktivitas kantor. *
Read More...

WKRI Tofa serahkan bingkisan

Laporan Benny Dasman, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

MAULAFA, SPIRIT--Nyonya Roslin Lana Sili memimpin rombongan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) St. Mathias Tofa, Kecamatan Maulafa-Kupang mengunjungi anak-anak yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Penfui, Kamis (27/12/2007). Selain menyerahkan bingkisan Natal, kunjungan dimaksud untuk memberi dukungan moril kepada anak-anak agar tabah dalam menghadapi proses hukum.
Pemandu Kegiatan, Ny. Ety Bembot Serman, kepada SPIRIT NTT di Kupang, Sabtu (29/12/2007), menjelaskan, kunjungan ke Lapas Anak Penfui telah diagendakan sebelumnya, bahkan sebagai salah satu program kerja WKRI Tofa masa bakti 2007-2008.
"Kunjungan ini sebagai bentuk keberpihakan WKRI Tofa terhadap peningkatan kualitas hidup anak-anak dan perempuan. Selain itu, memgamalkan ajaran sosial gereja (ASG) Katolik dalam keseharian hidup," kata Ny. Ety. Menurutnya, kunjungan WKRI Tofa disambut antusias petugas Lapas Anak yang dilukiskannya sebagai dukungan moril terhadap 34 orang anak-anak yang ditahan (33 laki-laki, satu perempuan).
Ketua WKRI St. Mathias Tofa, Ny. Roslin Lana Sili, mengatakan, kunjungan ke Lapas Anak Penfui sebagai wujud rasa solider dan kepedulian WKRI Tofa terhadap sesama anak bangsa dan sesama saudara yang sedang dibina di lapas. "Sebagaimana pesan Natal, kita harus solider terhadap sesama manusia tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan status sosial. Pesan itu yang ingin kami wujudkan," katanya.
Selain menyerakan bingkisan Natal, WKRI Tofa juga berdialog dengan petugas Lapas dan anak-anak tahanan tentang hak-hak anak sebagaimana tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dialog diakhiri ibadat bersama, dipimpin Suster Redempta, CIJ. *
Read More...

TPS terpadu dibangun di Kolhua

Laporan Thomas Duran, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) akan dibangun di Kompleks Perumahan Lopo Indah Permai di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. TPST ini dibangun dengan tujuan untuk mengolah dan mendaur ulang sampah rumah tangga.
Hal ini disampaikan Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Kinerja Pengelolaan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PKPPLP)-NTT, Ir. Suhartini Wello, kepada SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Senin (7/1/2008).
Menurut Suhartini, TPST ini sebelumnya dibangun di RT 03/RW 06, Kelurahan Liliba, namun ditolak oleh masyarakat setempat, karena minimnya sosialisasi dari pemerintah kota dan satker sebagai pemilik program. Menurut Suhartini, pembangunan TPST ini dialihkan ke Kelurahan Kolhua, selain dekat dengan perumahan juga sudah ada transfer depo yang dibangun di atas tanah pemerintah seluas 40 m2.
Transfer depo tersebut selama ini dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah. "Transfer depo ini akan ditingkatkan statusnya menjadi TPST yang berfungsi sebagai pengumpul dan pengolah sampah," katanya.
Program pengolahan sampah terpadu ini, kata Suhartini, lebih difokuskan pada daerah pemukiman, sehingga lokasi BTN Kolhua sangat tepat, karena produksi sampah pada daerah pemukiman itu sangat tinggi dan pengolahannya akan merekrut tenaga kerja di wilayah tersebut.
Suhartini menjelaskan, alokasi dana untuk pembangunan TPST ini sebesar Rp 320 juta. Dari dana ini dialokasikan untuk membangun workshop, pengadaan mesin pencaca sampah, 200 buah bin kontainer atau tong sampah, serta sepeda motor pengangkut sampah satu unit. *)
Read More...

Bupati Longginus lantik 68 kepala sekolah

Spirit NTT 7-13 Januari 2008

MAUMERE, SPIRIT--Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus, melantik dan mengambil sumpah 68 orang kepala sekolah (Kepsek) TK, SD dan SMP lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka, di Aula Hotel Benggoan III-Maumere, belum lama ini.
Pelantikan disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Sikka, Drs. Robertus da Silva; Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Drs. Nong Baba Parera; Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dr. Wera Damianus; para pengawas, kepala sekolah serta undangan lainnya.
Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus, dalam sambutannya antara lain mengatakan, pendidikan merupakan salah satu sektor yang menjadi fokus perhatian pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan data, dari sekitar 290 ribu lebih jiwa jumlah penduduk Kabupaten Sikka, 58 persen di antaranya tamat SD, 17 persen tamat SMP, 10 persen tamat SMA dan 9 persen tamat perguruan tinggi. "Kondisi ini tentunya perlu terus dipacu melalui berbagai upaya pembangunan di bidang pendidikan," kata Longginus.
Menurutnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan dari tahun ke tahun terus dilakukan oleh pemerintah. Sebab, dengan semakin tingginya tingkat peradaban masyarakat, akan lebih terbuka untuk memperoleh tingkat kehidupan yang lebih baik.
Oleh karena itu, lanjut Longginus, berbagai kebijakan maupun program termasuk mutasi dan promosi jabatan para kepala sekolah merupakan suatu upaya untuk lebih membangkitkan semangat, penyegaran, meningkatkan kinerja serta produktivitas dalam proses belajar mengajar guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sikka. Walaupun demikian, katanya, pendidikan tidak hanya sebatas dilaksanakan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga melalui sebuah proses dengan membangun komunikasi untuk memacu kreativitas anak didik serta perlu adanya partisipasi orang tua/wali murid dan guru itu sendiri.
Bupati Longginus juga menginformasikan perihal kebijakan anggaran bidang pendidikan Tahun Anggaran 2008, di mana dari total anggaran belanja sebesar Rp 437 miliar lebih, Rp 91 miliar lebih di antaranya adalah untuk belanja di bidang pendidikan. Dari jumlah anggaran belanja bidang pendidikan tersebut, sebagian besar atau sebesar Rp 60 miliar lebih diperuntukan bagi belanja tidak langsung (belanja pegawai) seperti gaji dan tunjangan guru serta pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka. Sedangkan sekitar Rp 31 miliar lebih untuk belanja langsung, untuk rehabilitasi dan pengadaan sarana belajar pada 82 sekolah dasar sebesar Rp 21 miliar lebih.
Kepada ke-68 kepala sekolah TK, SD dan SMP yang dilantik, Bupati Longginus mengharapkan agar melaksanakan tugas serta kepercayaan yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya sehingga tercipta kualitas SDM yang lebih baik. (ndang)
Read More...

Hilangkan fanatisme sempit

Spirit NTT 7-13 Januari 2008

MAUMERE, SPIRIT--Kapolres Sikka, AKBP Drs. Endang Syafrudin, saat menjadi khotib (pembawa kotbah) pada Sholat Idul Adha di Lapangan Kota Baru Maumere, Kamis (20/12/2007), menyampaikan lima hal penting.
Kelima hal penting itu, pertama, tetap menjaga hubungan silaturhami, menjaga hubungan persaudaraan, saling berbagi rasa, saling berbagi kasih dan saling kunjung mengunjungi dengan saudara-saudara yang non muslim. Selain itu, menghilangkan fanatisme sempit dalam membangun persaudaraan dengan saudara- saudara kita yang non muslim.
Kedua, jangan terpengaruh dengan apapun yang terjadi dalam upaya membangun hubungan yang sudah baik ini. Biasanya akan ada pihak ketiga yang akan melakukan hal-hal yang dapat merusak keharmonisan yang selama ini telah terbangun. Tetaplah berada dalam kesabaran sebagai seorang muslim, baik dalam menghadapi perkara pribadi, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Seorang muslim hendaknya tidak tergoyahkan dengan bebagai komentar-komentar negatif dari orang-orang yang tidak jelas.
Ketiga, seorang muslim jangan melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Dan, terhadap hal-hal yang terjadi, laporkan kepada petugas untuk diproses dan diselesaikan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Keempat, apabila di sekitar lingkungan dan tempat tinggal kita, terdapat orang yang tidak dikenal dan aktivitasnya mencurigakan--dalam konteks mengancam hubungan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara--, segera laporkan kepada kepolisian terdekat dan hindari tindakan anarkis dan main hakim sendiri.
Kelima, sholat, berdoa dan berzikir. Laksanakan hal itu, selalu berusaha untuk meminta pertolongan dari Allah. Karena dalam Surat Al Hazir Ayat 18, Allah berpesan, "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah, dan perhatikanlah dirimu. Apa yang sudah kamu perbuat untuk hari esok. Bertaqwalah kamu pada Allah, sesungguhnya Allah sungguh mengetahui apa yang kamu perbuat."
Pada Sholat Idul Adha yang dipimpin Imam Haji Agus Abdulrauf, Dandim 1603 Sikka ini, Endang Syafrudin juga mengajak umat muslim dan non muslim untuk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Saat ini, katanya, sedikitnya terdapat 300 lebih jemaah haji Indonesia yang deportasi dari Mekah karena tidak mengikuti aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Juga ada sekitar 100 jemaah haji ONH Plus di salah satu daerah di tanah air, gagal diberangkatkan karena telah ditipu oleh perusahaan jasa pemberangakatan ibadah haji.
"Ini sebagai bukti nyata keteledoran masyarakat kita yang tidak taat dan tidak mengikuti berbagai aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Walau demikian, pemerintah juga manusia yang tidak lepas dari khilaf, salah dan lalai," katanya.
Kepada pribadi-pribadi orang muslim dan umat beriman lainnya, Endang sangat mengharapkan agar dalam memberi kritik, disampaikan dengan sebaik-baiknya disertai dengan solusi.
"Banyak di antara kita hanya pandai memberikan kritik, namun tidak pandai memberikan solusi dan penyelesaian. Selain itu, kita harus mampu mengintrospeksi diri, guna memberikan contoh dan teladan yang baik kepada sesama dan masyarakat," pesannya. Sholat Idhul Adha ini dihadiri ribuan umat muslim di Kota Maumere dan sekitarnya. (djo)
Read More...

Wajah baru di Sikka

Spirit NTT 7-13 Januari 2008

BAGI Bupati Sikka, Drs. Alexander Longginus, dan Wakil Bupati, Drs. Yoseph Ansar Rera, menerima surat pemberitahuan dari DPRD Sikka bahwa masa jabatan keduanya tinggal lima bulan lagi, adalah sebuah sinyal atau peringatan. Sinyal apakah itu?
Ini jawabannya. "Sinyal menuju Sikka wajah baru. Agar sinyal ini benar-benar menjadi kenyataan, pelaksanaan pilkada 2008 harus dilakukan dalam bingkai demokrasi, aman dan damai," ujar Bupati Longginus usai menerima surat tersebut, Sabtu (29/12/2007).
Untuk diketahui, surat pemberitahuan DPRD Sikka, yang dilukiskan sebagai sebuah momen sejarah itu, ditandatangani Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung; Wakil Ketua DPRD Sikka, EP da Gomez, dan Ir. Agustinus R Henny. Sebagaimana diatur dalam perundangan-undangan, usai menerima surat pemberitahuan tersebut atau selama 30 hari ke depan, Bupati Longginus, dan Wakil Bupati, Ansar Rera, harus menyampaikan Laporan Keterangan dan Pertanggungjawaban (LKPj) kepada DPRD Sikka.
Bupati Longginus dalam sambutannya usai menerima surat pemberitahuan itu, mengatakan, selama dipercayakan menakhodai pembangunan di Sikka, sebagai manusia, tentu tidak lepas dari kekilafan, dan tantangan selalu datang silih berganti.
"Perjalanan selama lima tahun memimpin Sikka, tentunya tidak terlepas dari kesalahan. Untuk itu saya menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kebijakan yang dinilai banyak kalangan keliru," kata Longginus.
Bupati Longginus menyebut kebijakan keliru yang diakuinya telah menuai ketidakpuasan masyarakat, antara lain perpanjangan masa pensiun, soal mutasi, pelaksanaan pembangunan dan sebagainya.
Menyoal pilkada 2008, Bupati Longginus menyebutnya sebagai pesta rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. "Karena itu masyarakat Sikka yang tampil sebagai pemenangnya," katanya. Dia mengimbau masyarakat untuk mengikuti pilkada secara cermat karena arena itu bukan untuk memilih kepala kampung, kepala adat atau kepala suku, tetapi pemimpin daerah.
Usai memberikan sambutan, Bupati Longginus didampingi Wakil Bupati, Ansar Rera, foto bersama dengan jajaran Muspida Sikka, anggota DPRD, dan jajaran eksekutif. (djo) Read More...

Anggaran Pendidikan tak sesuai konstitusi

Laporan Gerardus & Hermina Pello, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Mencermati alokasi anggaran untuk bidang pendidikan yang masih jauh di bawah ketentuan konstitusi, Fraksi Partai Penegak Demokrasi Indonesia (FPPDI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tengggara Timur (NTT), menyatakan penyesalannya. Rendahnya alokasi anggaran itu membuktikan belum adanya komitmen yang tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTT.
"Alokasi dana dalam APBD NTT tahun 2008 mencerminkan bahwa komitmen kita masih sebatas hiasan bibir (lip service)," demikian FPPDI dalam pendapat akhir fraksi terhadap nota keuangan atas rancangan anggaran dan pendapatan belanja daerah (R-APBD) Propinsi NTT tahun anggaran 2008, di Gedung DPRD NTT, Senin (17/12/2007).
Penyesalan PPDI ini tertuang dalam pendapat akhir fraksi yang ditandatangani ketua, Drs. Yohanes R Dekresano, MA, dan Sekretaris, M Jack Kasman, S.Ip.
Untuk pos pembiayaan, F PPDI memberikan perhatian terhadap pemberian pinjaman untuk kelompok masyarakat baik melalui LUEP maupun koperasi harus dilaksanakan sebaik-baiknya dengan memperhatikan beberapa hal penting seperti regulasi yang aplikatif menyangkut kelompok sasaran, mekanisme pengembalian, pendampingan dan pengawasan yang dilakukan secara terus-menerus.
"Khusus untuk pinjaman yang diberikan kepada lembaga koperasi, pemerintah harus benar-benar selektif sehingga tidak menimbulkan masalah dalam pengembaliannya. Apalagi untuk tahun anggaran 2008 dianggarkan dana yang relatif cukup besar, yakni sekitar Rp 10 miliar," demikian FPPDI.
Untuk pos pendapatan, FPPDI DPRD NTT menilai sektor-sektor yang tidak mencapai target pada tahun 2007, kendala utamannya adalah ada tidaknya tekad, kemauan dan kesungguhan untuk bekerja dan merealisasikannya. Karena penerimaan itu dirancang oleh satker yang bersangkutan sehinga target penerimaan harus memperhitungkan kemampuan untuk merealisasikannya.
"Pemprop perlu melakukan penilaian kinerja untuk setiap SKPD dengan menggunakan metode reward dan punishment agar menumbuhkan motivasi sehingga bisa berprestasi secara optimal. Dalam pengamatan fraksi, setiap keberhasilan maupun kegagalan yang selalu ditanggapi dingin atau dianggap wajar-wajar saja. Yang berprestasi tidak diberi perhatian lebih sementara yang gagal selalu diberi pengampunan," demikian FPPDI. *
Read More...

Prinsip anggaran harus dijaga

Laporan Gerardus & Hermina Pello, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Fraksi Partai Golkar (FPG) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta pemerintah agar sungguh-sungguh menjaga dan memperhatikan tiga prinsip pemanfaatan anggaran, yakni ekonomis, efisiensi, dan efektivitas.
Permintaan FPG ini disampaikan dalam pendapat akhir fraksi terhadap nota keuangan atas rancangan anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD) Propinsi NTT tahun anggaran 2008 di Gedung DPRD NTT, Senin (17/12/2007).
Dalam pendapat akhir yang ditandatangani Ketua, Cirylus Bau Engo, dan Juru Bicara, Ny. Inche Sayuna, FPG menyatakan bahwa prinsip ekonomis berkaitan dengan pemilihan dan penggunaan sumber daya dalam jumlah dan kualitas tertentu pada harga yang paling murah; prinsip efisiensi berkaitan dengan penggunaan dana masyarakat yang bisa menghasilkan output yang maksimal (berdaya guna) dan prinsip efektifitas berkaitan dengan penggunaan anggaran harus mencapai target tujuan kepentingan publik.
Sayuna mengemukakan, performance budget RAPBD 2008 menggambarkan tingkat kebutuhan daerah (fiskal need) tidak seimbang dengan kapasitas fiskal yang dimiliki daerah. "Itulah sebabnya RAPBD NTT mengalami defisit sebesar Rp 122.613.358.004," katanya.
Berkaitan dengan kesenjangan fiskal yang terjadi tahun ini, kata Sayuna, FPG meminta komitmen dari seluruh pengelola pembangunan di daerah ini agar sungguh-sungguh memegang teguh prinsip kejujuran. "Kejujuran tidak hanya menyangkut moral dan etika pelaksananya tetapi juga menyangkut keberadaan biasa proyeksi penerimaan dan pengeluaran. Sumber bias yang memunculkan ketidakjujuran ini dapat berasal dari aspek teknis dan politis. Proyeksi yang terlalu optimis akan mengurangi kendala anggaran sehingga memungkinkan munculnya inefisiensi dan inefektivitas pelaksanaan kebijakan yang sangat diprioritaskan," ujar Sayuna.
FPG mengingatkan pemerintah agar semua belanja modal dan investasi yang harus melalui proses tender agar diperhitungkan sungguh-sungguh limit waktu perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran sehingga tidak menimbulkan persoalan yang mengganggu hasil yang diharapkan.
"Secara khusus untuk program luncuran harus dilaksanakan secara selektif sepanjang penyebabnya di luar kelalaian penyedia barang/jasa atau pengguna barang/jasa kegiatan dimaksud," ujarnya. *
Read More...

Komisi D fasilitasi kasus Nangalala

Laporan Gerardus Manyella, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Komisi D DPRD NTT yang membidangi pembangunan, menfasilitasi ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap nakhoda dan anak buah kapal (ABK) KM Nangalala. Nakhoda dan ABK kapal perintis itu menolak berlayar karena kapal tersebut tidak laik layar, tapi perusahaan pengelola kapal memaksakannya. Akibatnya, nakhoda dan ABK terancam di-PHK dan kasus ini telah diadukan ke DPRD NTT.
Ketua Komisi D DPRD NTT, Viktor Mado Watun, S.H, yang ditemui SPIRIT NTT, Jumat (28/12/2007), di Gedung DPRD NTT, Jalan El Tari-Kupang, mengatakan, kapal perintis milik Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT dan dikontrakkan kepada PT Wadarsant Jakarta itu, tidak laik layar tapi dipaksakan sehingga nakhoda dan ABK melayangkan protes ke DPRD NTT.
Komisi D, kata Mado Watun, yang diminta menfasilitasi kasus itu telah meminta Dinas Perhubungan NTT menyelesaikannya tapi diperoleh jawaban yang berwenang terhadap masalah perhubungan laut adalah administrator pelabuhan (Adpel). "Komisi D akan mengundang Adpel Tenau untuk membicarakan hal itu," katanya.
Komisi D, kata Mado Watun, memberikan perhatian terhadap dua persoalan. Pertama, kasus laik tidaknya KM Nangalala dan KM Nembrala yang merupakan kapal perintis milik Pemprop NTT dan masalah PHK nakhoda dan ABK.
Khusus untuk laik tidaknya dua kapal itu melayari beberapa kota pelabuhan di NTT, kata Mado Watun, harus mendapat perhatian serius karena kehadiran kapal yang dibiayai APBD itu untuk melayani masyarakat.
Apapun alasannya, katanya, dua kapal perintis itu perlu diupayakan tetap melayani masyarakat NTT. Kehadiran kapal itu telah membantu masyarakat meningkatkan perekonomian. Dia mencontohkan, buah labu jepang di Ngada yang sering diangkut dengan KM Nangalala ke Kupang dan berbagai hasil pertanian dan perkebunan lainnya. Selain barang, dua kapal perintis itu, juga membantu memperlancar mobilisasi manusia dari Kupang ke Flores, Alor, Rote dan beberapa daerah lain dan sebaliknya.
Menurut Mado Watun, Komisi D mengingatkan manajemen PT Wadarsant Jakarta agar tidak memberhentikan nakhoda dan ABK. "Jika karena hal-hal prinsip diberhentikan, manajemen perusahaan itu harus memberikan semua hak-hak mereka. Jika tidak, Komisi D akan berjuang melawan kelaliman demi kesejahteraan nakhoda dan ABK yang bekerja melayani lalu lintas laut yang penuh tantangan itu," ujarnya. *
Read More...

FPDIP doakan kesembuhan gubernur

Laporan Gerardus Manyella, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPRD NTT mendoakan kesembuhan Gubernur NTT, Piet A Tallo, S.H yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya, Jawa Timur. FPDIP mengharapkan Piet Tallo segera pulih sehingga kembali melaksanakan tugas-tugas sebagaimana biasanya.
FPDI dalam pendapat akhir fraksi terhadap RAPBD NTT 2008 yang ditandatangani Ketua Fraksi, Drs. John Umbu Deta, dan Sekretaris, Kornelis Soi, S.H, menyesalkan short message service (SMS) yang beredar di Kota Kupang tanggal 4 Desember 2007 bahwa Gubernur NTT telah meninggal dunia. SMS itu sengaja disebarkan oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga FPDI mengutuk keras perbuatan tak bermoral tersebut. FPDI juga mengutuk keras setiap upaya memanfaatkan isu tersebut untuk kepentingan politik sempit kelompok tertentu.
FPDIP meminta agar setiap insan menciptakan susana kondusif sehingga umat yang merayakan hari keagamaan tidak terusik. Bagi FPDIP, kelangkaan minyak tanah yang meresahkan saat ini, perlu disikapi secara arif oleh pemerintah, berkoordinasi dengan PT Pertamina sehingga segera diselesaikan. Apalagi, kondisi ini menjelang hari raya, dimana semua umat siap merayakan sesuai dengan ajaran agama masing-masing.
Sementara di berbagai pelosok warga dicemaskan dengan hujan angin yang bakal menimbulkan bencana, disaat petani berharap tanaman mereka bisa membuahkan hasil. Kondisi ini perlu disikapi segera bahkan pemerintah harus siaga mengantisipasi segala kemungkinan yang bakal terjadi. Khusus untuk keamanan, FPDIP mengingatkan pemerintah agar berkoordinasi dengan aparat keamanan menjaga tempat-tempat strategis, rumah ibadah dan tempat umum lainnya sehingga persaudaraan dan kekeluargaan di NTT tetap terpelihara.
Menyinggung soal RAPBD, FPDIP menerima rancangan itu untuk ditetapkan. Untuk dana pembangunan, FPDIP menyarankan pemerintah propinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota menyiapkan dana sharing. Pemerintah juga perlu menyiapkan dana cadangan untuk mengatasi bencana alam yang saban hari melanda masyarakat NTT. *
Read More...

Tradisional belum tentu kolot

Oleh Abdurrahman Wahid *
Spirit NTT 7-13 Januari 2008

HAMPIR semua tulisan tentang Nahdlatul Ulama (NU) menyimpulkan bahwa perkumpulan itu sangat tradisional. Ini tentu saja dapat dimengerti karena dalam kenyataan para pemimpin perkumpulan itu memang tradisional dalam bentuk lahiriah. Umumnya mereka mengenakan sarung.
Kalaupun bercelana, mereka menggunakan sandal, bukannya sepatu. Pengecualian dalam hal ini adalah KH Abdul Wahab Chasbullah dan iparnya, KH M Bisri Syansuri, orang pertama dan kedua NU dari 1947 hingga 1972. Mereka selalu bersepatu, walaupun tetap tradisional, yaitu mengenakan sarung. Menurut SQ Fatimi dari Malaysia dalam Islam Comes to Malaysia (terbit 1960-an), sarung berasal dari Bengali Barat (West Bengal), yang di sana bernama Lunggi dan menjadi pakaian utama.
Inilah yang membuat mengapa Fatimi menganggap Islam datang dari kawasan itu diperkuat dengan kenyataan bahwa sejak berabad-abad yang lalu mazhab Syafii berkembang di kawasan itu. Sebaliknya, Islam di Indonesia datang dari kawasan Gujarat, sebelah barat India. Mereka ini umumnya bermazhab Hanafi. Hal ini tampaknya tidak dianggap penting oleh para kiai sendiri, yang melihat fikih tidak setajam kawasan- kawasan Islam yang lain.
Akibat dari sikap ini, toleransi kaum muslimin di Indonesia terhadap perbedaan pandangan dan sikap sangatlah besar. Menurut penuturan orang-orangtua penulis artikel ini, pada 1912 KH M Hasyim As'yari diberi tahu tentang lahirnya perkumpulan baru bernama Muhammadiyah di Yogyakarta. Dia hanya meminta pendiri perkumpulan itu yang 'dicari.' Tiga hari kemudian dilaporkan kepadanya, bahwa pendiri perkumpulan itu adalah H Ahmad Dahlan. Dia menyatakan bahwa orang itu adalah orang yang baik-baik saja, walaupun dalam peribadatan mungkin berbeda.
Dia menyatakan, H Ahmad Dahlan adalah teman sekamar di Pesantren KH Saleh Darat (Semarang). Itulah sebabnya, mengapa toleransi antara Muhammadiyah dan NU harus ditegakkan: keduaduanya berasal dari keputusan para ulama di Al-Azhar (Kairo, Mesir). Ketika itu para ulama Al- Azhar di abad ke-5 H (12-13 Masehi) memutuskan sebuah hal yang membedakan dua perkumpulan itu. Muhammadiyah berpegang pada keputusan bahwa kaum muslimin dilarang melakukan ziarah kubur, sedangkan orang NU melakukannya. Jadi kedua-duanya berasal dari akar kultur/budaya yang sama. Kalau terjadi di kalangan NU toleransi besar kepada aliran seperti syiah dan lain-lain, maka tidak heran sikap yang diperlihatkan KH M Hasyim As'yari itu.
Bahkan lebih jauh, antara HOS Tjokroaminoto dan KH M Hasyim As'yari tumbuh kesepakatan untuk menganggap Islam sebagai cara hidup dan nasionalisme/paham kebangsaan harus dipersatukan. Toleransi ini di kemudian hari akan berkembang lebih jauh. Jelas, dari penuturan di atas, Islam sebagai cara hidup memiliki toleransi yang sangat besar terhadap paham-paham lain.Ini sudah tentu sangat sesuai dengan adagium Mpu Tantular di masa permulaan Majapahit (sekitar abad 13-14 Masehi).
Dialah orang yang menyatakan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda namun tetap satu) di kemudian hari. Pandangan dan adagium Mpu Tantular itu dinamai Bung Karno pada 1 Juni 1945 sebagai Pancasila. Dari saat itulah Pancasila dikenal sebagai sesuatu yang mutlak dalam kehidupan bangsa dan negara kita.
Memang pernah Pancasila digunakan untuk kepentingan mengokohkan kekuasaan yang ada, tapi secara keseluruhan ia adalah semboyan yang penting bagi kita, karena menggambarkan keadaan kita yang sesungguhnya. Dari pandangan itulah muncul sikap menyamakan berbagai aliran, sikap dan pemikiran dari hal seperti itu. Muncullah anggapan bahwa kebenaran ada di tangan Tuhan dan kita sebagai bangsa harus mampu melupakannya guna kepentingan memahami ajaran-ajaran lain.
Salah satu contoh menarik dari toleransi seperti ini adalah sikap tradisional orang-orang NU yang mampu menggabungkan antara yang lama dan yang baru dalam tradisionalisme yang mereka anut.Yaitu ketika musyawarah nasional ulama di Medan pada 1957 berlangsung di bawah kepemimpinan KH Maskur, anggota PBNU dan termasuk salah seorang pendiri perkumpulan tersebut. Munas menyimpulkan, Presiden Republik Indonesia adalah waliyyul amri dharuri bi al-syaukah (pemegang pemerintahan untuk sementara dengan kekuasaan konkret/efektif).' Pemegang kekuasaan pemerintahan itu disebutkan sebagai dharuri/sementara, karena belum tentu memenuhi persyaratan yang ketat dalam pandangan Islam.
Tetapi bagaimanapun juga,dia memiliki kekuasaan efektif untuk melaksanakan pemerintahan. Rumusan ini sangat kontemporer, menunjukkan adanya kemampuan memahami perubahan-perubahan yang terjadi. Inilah yang membuat NU tradisional, tetapi tidak kolot. Masih banyak contoh-contoh lain dapat dikemukakan untuk menunjukkan hal ini. Bukan hanya dalam kesepakatan yang terjadi melalui forum-forum keagamaan, seperti musyawarah nasional tersebut di atas, tapi semuanya itu menunjukkan hal yang sama.Yaitu bahwa tradisionalisme pemikiran keagamaan tidak bisa dianggap sebagai kekolotan sikap dalam kehidupan.
Itulah cara yang digunakan NU untuk membuat responsi terhadap tuntutan- tuntutan perubahan yang diakibatkan oleh 'perkembangan keadaan.' Jika hal ini diterima sebagai sesuatu yang positif, maka ini berarti tradisionalisme keagamaan juga ada tempatnya sendiri dalam kehidupan kaum muslimin. Orang bisa saja menganut tradisionalisme tanpa menjadi kolot. Karenanya, antara tradisionalisme NU dan kekolotan sikap beragama Islam, yang tidak lain berarti formalisme 'mengganggu' keharmonisan hubungan antara berbagai pihak beragama, hampir- hampir tidak dapat dijumpai dalam sikap dan pandangan perkumpulan NU sejak berdiri pada 1926. Sikap seperti ini justru sangat diperlukan dewasa ini, bukan? (*)
* Penulis, Ketua Dewan Syura DPP PKB, dikutip dari Koran Sindo (Bentara online.com)
Read More...

Sahara Megawati, Sabana Istana

Oleh Indra J Piliang *
Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KEHADIRAN Megawati Soekarnoputri di tengah-tengah masyarakat mengundang kontroversi. Padahal, tidak ada yang salah dan keliru dari kehadiran itu. Sama tidak ada yang patut ditafsirkan lainnya ketika Wakil Presiden dan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla melakukan silaturahmi selama masa lebaran. Atau ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan jajaran pengurus Partai Demokrat. Megawati, Kala, dan Yudhoyono adalah entitas politik, sehingga ketika ketiganya memberikan pernyataan-pernyataan politik adalah bagian dari proses demokratisasi.
Hal yang kurang tepat adalah bagaimana Juru Bicara Presiden Andi Alifian Mallarangeng memberikan pertanyaan retoris kepada wartawan tentang apa yang dilakukan oleh Megawati. 'Nah,sekarang saya tanya, siapa yang melakukan tebar pesona?. Sebagai seorang yang juga sibuk dengan pencitraan sosok Yudhoyono supaya tampil baik di mata publik, pola menyerang yang dilakukan itu tidaklah tepat. Kritik yang dilakukan Megawati selama ini lebih dilihat sebagai political control, serta tentu tidak bisa ditempatkan dalam ranah eksekutif.
Kalau ada pihak yang mengimbau agar Megawati berbuat sesuatu mengatasi masalah-masalah yang dilihatnya, juga sama anehnya dengan meminta para kritikus sastra untuk menulis sebuah novel atau kritikus politik untuk menjadi politikus. Megawati tidak menempati posisi sebagai seorang eksekutif atau pemerintah. Dia hanya seorang ketua umum partai politik yang memiliki anggota, konstituen, dan simpatisan di eksekutif (daerah) dan legislatif. Dia tentu punya kebijakan tersendiri atas perjalanan dan kinerja partainya. Tentu dia juga boleh dan sah menggalang kekuatan-kekuatan protes di masyarakat untuk meningkatkan popularitas partainya.
Asal tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang melanggar hukum positif, apa pun yang dilakukan oleh Megawati adalah sah.
***
Barangkali, kontroversi yang mencuat lebih disebabkan oleh tidak adanya saluran komunikasi yang efektif antara pemerintah di satu pihak, dengan kelompok oposisi di pihak lain. Pola komunikasi yang dilakukan Megawati selama berkunjungan ke sejumlah daerah jelas mempertanyakan kinerja Yudhoyono kepada publik. Dia mengingatkan publik atas pilihan yang 'keliru' di tahun 2004, pilihan atas Yudhoyono, sehingga keadaan tidak bertambah baik. Dia mengonfirmasi sejumlah rekomendasi resmi PDI Perjuangan dalam Rakernas Bali dan Jakarta. Dengan cara itu pula, Megawati menawarkan pilihan, yakni dirinya, dalam Pemilu 2009 nanti.
Sebagai seseorang yang sudah menyatakan secara terbuka kesanggupannya untuk menjadi calon Presiden Republik Indonesia 2009-2014, Megawati tentu menggerakkan seluruh energi partai politiknya guna mewujudkan tujuan-tujuan politik itu. Kerumunan massa dalam jumlah banyak pada setiap kehadiran Megawati juga menunjukkan bahwa suara-suara yang kecewa kepada Yudhoyono bisa diwadahi (kembali) oleh Megawati. Karena masyarakat tidak lagi mempunyai banyak pilihan dalam pemilihan presiden nanti, pola komunikasi head to head antara Megawati dengan Yudhoyono ini tentu efektif. Persoalannya,Yudhoyono tidak dalam posisi bisa menjawab langsung serangan-serangan Megawati ini, terutama karena penilaian subyektif bahwa justru itu akan mengundang polemik.
Polemik yang berlebihan hanya akan mengganggu konsentrasi pemerintahan. Yudhoyono memang tidak memiliki pesona dalam hal komunikasi, terutama dengan mimik muka yang khas didikan perwira militer di Magelang.
Ia tidak bisa memperlakukan kritik secara humoris. Maka, ketegangan politik sebetulnya lebih banyak dipicu oleh reaksi balik pihak Istana, termasuk dan terutama sekali oleh tanggapan-tanggapan yang dilakukan oleh unsur Partai Demokrat. Para petinggi Partai Demokrat yang mencoba membandingkan prestasi Yudhoyono dengan masa pemerintahan Megawati justru sedang menampar angin. Bagaimana tidak, ökehancuranö pemerintahan Megawati yang digambarkan oleh Partai Demokrat bukankah juga mengikutkan Yudhoyono dan Kalla dalam Kabinet Gotong Royong?
***
Megawati mungkin sedang mengejar padang sahara-panas, kering, dan kerontang untuk menemukan sabana, padang rumput yang hijau dan berair.
Dalam perjalanan itu, dia menemukan banyak keluhan, pendapat dan harapan dari masyarakat bawah. Dalam titik ini, Megawati mestinya tidak lantas dianggap mencari popularitas murahan. Sebagai incumbent, Yudhoyono malahan mempunyai lebih banyak keistimewaan. Dia bisa menggerakkan birokrasi untuk mencari padang tertandus sekalipun dan sabana tersubur sekaligus. Yudhoyono juga terlihat di tendatenda pengungsi, pasar, terminal, juga rumah-rumah penduduk. Hanya, ketika Yudhoyono datang,dia seperti langsung terlihat tidak berdaya, justru karena otoritas kekuasaan yang dikendalikannya terlalu besar.Yang muncul adalah gugatan dan tudingan atas kelambanan kinerja pemerintahan akibat penggunaan otoritas yang tidak maksimal itu.
Lain halnya dengan Megawati yang dianggap tidak memiliki kekuasaan apa-apa, partainya menjadi oposisi, serta tidak menempatkan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu. Laporan kinerja anggota legislatifnya juga disampaikan lewat iklan di media, walau menyentuh lapisan-lapisan masyarakat tertentu saja. Dengan cara itu, Megawati malah meraih simpati. Pihak Istana mestinya tidak menanggapi langkah-langkah Megawati dengan gusar. Kebebasan pers bisa dijadikan sebagai alat perekam tentang apa yang disampaikan oleh masyarakat kepada Megawati.
Dengan komunikasi terbuka yang dilakukan Megawati,seluruh informasi dari perjalanan Megawati juga menjadi informasi yang diketahui oleh pihak Istana. Pengaduan masyarakat ke Megawati bisa langsung mendapatkan respons dari pihak Istana atau aparatur pemerintahan lainnya. Jadi,sahara Megawati juga bisa menjadi sabana Istana, kalau kedua pihak bisa saling secara positif menilai dan memaknai langkah masing-masing.Tidak boleh ada lagi pihak yang terlalu sensitif pada kritik, apalagi kalau itu hanya menyangkut soal-soal sepele: kekuasaan. Yang harus dikhawatirkan adalah nasib manusia-manusia Indonesia yang kian terpuruk, berkubang kebodohan dan kemiskinan. *
*Penulis, Analis Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Jakarta, dikutip dari Koran Sindo. (Bentara Online.com)
Read More...

Obor Mas beri warna ekonomi Sikka

Laporan Benny Dasman, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

MAUMERE, SPIRIT--Bupati Sikka, Drs. Alex Longginus, memberi aspresiasi yang tinggi kepada manajemen Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas Maumere karena turut memberi warna dalam menggeliatnya kehidupan perekonomian di Kabupaten Sikka. Longginus pun mengajak warga setempat untuk berkoperasi karena melalui lembaga itu anggota dapat membuka usaha-usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
"Koperasi itu wadah pemersatu agar kita tidak kalah bersaing dalam pasar bebas," ujar Bupati Longginus sebagaimana dikutip Manajer Kopdit Obor Mas, L Frediyanto Lering, pada acara Natal Bersama dan perayaan HUT ke-35 Kopdit Obor Mas di Aula Kopdit Obor Mas, Senin (31/12/2007) lalu.
Pada tahun buku 2007, pertumbuhan simpanan Kopdit Obor Mas Maumere selama tahun buku 2007 sebesar Rp 21 miliar. Dari jumlah ini, simpanan non saham memberi kontribusi terbesar sebesar Rp 15 miliar, simpanan saham Rp 6 miliar. Sedangkan total volume pelayanan pinjaman kepada anggota sejak Januari-Desember 2007 sebesar Rp 37 miliar.
Pertumbuhan simpanan 2007 yang dilukiskan Manajer Kopdit Obor Mas Maumere, L Frediyanto Lering, sebagai keberhasilan kolektif ini turut menggelembungkan jumlah aset kopdit sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia ini menjadi Rp 57 miliar dari kondisi awal tahun 2007 yang berjumlah Rp 35 miliar. "Jadi, dalam rentang waktu setahun (2007) terjadi penambahan jumlah aset sebesar Rp 21 miliar. Ini kontribusi semua anggota yang kini berjumlah 4.800 orang," ujar Yanto kepada SPIRIT NTT Jumat (4/1/2008).
Untuk mensyukuri keberhasilan ini, kata Yanto, keluarga besar Kopdit Obor Mas merayakan Natal Bersama dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-35 Kopdit Obor Mas di Aula Kopdit Obor Mas, Senin (31/12/2007). Acara utama Natal Bersama dan HUT Obor Mas, diakui Yanto, adalah perayaan ekaristi kudus yang dipersembahkan Pastor Paroki St. Thomas Morus Maumere, Romo Yakobus Soba, Pr, serta memberi penghargaan kepada karyawan teladan, tabungan pelajar terbesar, sekolah pengumpul tabungan pelajar terbesar, agen pengumpul tabungan pelajar terbesar, para penabung terbesar dalam bentuk tunai.
Acara Natal Bersama ini, kata Yanto, dihadiri Bupati Sikka, Drs. Alex Longginus; Ketua DPRD Sikka, Drs. AM Keupung; Wakil Ketua DPRD, Ir. Agustinus R Heny; Rektor Unipa, P Wilhelm Djulei, SVD; Kepala BRI Cabang Maumere; para anggota, pelajar, dan masyarakat umum sekitar 250 orang.
Penghargaan, kata Yanto, antara lain diberikan kepada Romo Yakobus Soba, Pr sebagai penabung simpanan saham terbesar; Elta Doing (penabung sidandik anggota terbesar); Biara SSpS Maumere (penabung sisuka terbesar); Maria Nona Lering (penabung sikasi terbesar); dan Drs. LB da Lopez (penabung simpanan terbesar). "Penghargaan diberikan dalam bentuk uang tunai dan piagam," ujar Yanto.
Penghargaan juga diberikan kepada sekolah pengumpul tabungan pelajar terbesar, yakni SDK Bhaktiyarsa Maumere Rp 400 ribu; SDI Wair Klau Rp 350 ribu dan SDK Nita I Rp 250 ribu. Para pelajar tabungan terbesar juga diberi penghargaan berupa uang Rp 1 juta (I), Rp 750 ribu (II), Rp 500 ribu (III), Rp 400 ribu (IV) dan Rp 350 ribu (V).
Penghargaan lainnya, diakui Yanto, diberikan kepada Ny. Maria Salome (Guru SDK Bhaktiyarsa Maumere) sebagai agen pengumpul tabungan pelajar terbesar pertama berupa uang tunai Rp 500 ribu dan piagam. Pengumpul terbesar kedua sampai keempat mendapat uang tunai masing-masing Rp 400 ribu, Rp 300 ribu, Rp 200 ribu dan Rp 100 ribu. Perihal karyawan teladan 2007 yang mendapat penghargaan, Yanto menyebut Amandus Helianto Masa, SE, dan Johanes DC Pare, S.Sos.
Raih Honda Revo
Fransiska Sunarsi sangat beruntung. Dia mendapat kado Natal dan tahun baru istimewa dari Kopdit Obor Mas. Penabung asal Nele ini meraih hadiah utama berupa satu unit sepeda motor (honda revo) pada acara gebyar undian menyemarakkan HUT ke-35 Kopdit Obor Mas Maumere, Senin (31/12/2007).
Undian ini, diakui Manajer Kopdit Obor Mas Maumere, L Frediyanto Lering, dikhususkan untuk para anggota dan calon anggota yang memiliki simpanan dana pendidikan (sidandik). "Hadiah utama, sepeda motor, diraih Fransiska Sunarsi, pemenang lainnya mendapat hadiah hiburan, namun menggiurkan," ujar Yanto.
Selain Sidandik, kata Yanto, undian berhadiah juga digelar untuk tabungan pelajar. Yanto menyebut penabung yang beruntung meraih hadiah utama berupa uang tunai Rp 1 juta adalah Klemensius Hendrik, pelajar SDK Natawatu. "Pemenang lainnya mendapat hadiah hiburan," tutur Yanto. *
Read More...

Guru non PNS tidak dapat dana kesra

Laporan Rosalina Woso, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe menegaskan, dirinya tidak mau konyol memberikan dana kesra kepada para guru non pegawai negeri sipil (PNS) seperti guru bantu, guru kontrak, guru honor serta guru yayasan di Pemkot Kupang, karena tak ada perangkat aturan yang mengaturnya.
Adoe menegaskan hal itu ketika dikonfirmasi SPIRIT NTT usai memberikan tanggapan pemerintah terhadap pendapat akhir fraksi di DPRD Kota Kupang, Sabtu (5/1/2008). Adoe dihubungi terkait masih 1.800 guru non PNS yang belum mendapat dana kesra.
Menurut Adoe, untuk pemberian dana kesra kepada guru non PNS harus berdasarkan perangkat aturan. Selama ini, ada Permendagri 13 yang mengatur tentang tunjangan kepada guru PNS saja. Sedangkan guru non PNS belum ada aturannya.
Ketika ditanya, apakah tidak ada kebijakan khusus terkait dengan alokasi dana kesra bagi guru non PNS itu, Adoe menegaskan, dirinya tidak mau mengambil risiko mengambil kebijakan di luar perangkat aturan.
Adoe mengatakan, dirinya akan mencoba melakukan konsultasi kepada Mendagri terkait pemberian dana kesra kepada guru non PNS itu. Semua tergantung kepada aturan, kalau aturan memungkinkan, dia bisa mengambil keputusan lebih lanjut.
Sementara Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, di ruang kerjanya, Sabtu (5/1/2008), menegaskan, para guru non PNS tidak diberikan dana kesra. Tahun 2007, pemkot telah mengalokasikan dana bantuan khusus kepada sekolah swasta sebesar Rp 12.000.000/sekolah.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.800 lebih guru honor, guru bantu, guru yayasan serta guru kontrak di lingkup Setkot Kupang belum mendapat jatah dana kesra karena belum memiliki perangkat aturan berupa perda guna menunjang pembagian dana tersebut. *
Read More...

Dinas Kebersihan Operasi Sampah

Laporan Yos Sudarso Sogen, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Dinas Kebersihan Kota Kupang menggelar operasi pembersihan sampah akibat banyaknya sampah yang belum terangkut kendaraan operasional pada pagi dan siang harinya, pada hari Sabtu (5/1/2008). Operasi pengangkutan sampah ini berlangsung sekitar empat jam dari pukul 13.30- 17.30 wita.
Pantauan SPIRIT NTT, pada beberapa titik sampah di sepanjang pertokoan di Jalan Sudirman, belasan pasukan kuning mengangkut sampah-sampah yang dibuang di pinggir jalan. Sampah-sampah seperti sisa makanan, kaleng-kaleng minuman, pakaian-pakaian bekas dan lain-lain dibuang tidak pada tempat sampah yang disiapkan. Akibatnya, ada sampah-sampah yang gampang diterbangkan angin dan berhamburan di jalan. Di tempat ini terlihat sebuah mobil operasional pengangkut sampah sedang disiagakan.
Kepala Dinas Kebersihan Kota Kupang, Benyamin Thene, S.H, saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, ia sedang bersama beberapa stafnya beroperasi di Jalan Soeharto. Menurutnya, setelah mendapat pengaduan warga termasuk melalui rubrik curhat pada harian Pos Kupang, pihaknya melakukan operasi pembersihan sampah khusus di beberapa jalan protokol. Sedangkan untuk sampah-sampah yang berada di jalan-jalan lingkungan dan jalan protokol lain tetap diangkut seperti biasa pada pagi atau siang hari.
"Ada empat mobil yang kami kerahkan sore ini. Dua untuk wilayah Nunbaun- Namosain, dan dua lagi beroperasi sepanjang Jalan Muhamad Hata-Jalan Sudirman, dan Jalan Soeharto. Operasi ini kami lakukan karena saat tahun baru kemarin, banyak staf kami yang libur dan mungkin ini menjadi salah satu faktor menumpuknya sampah di jalan-jalan protokol," ujarnya.
Setelah operasi ini berakhir, Thene menghubungi SPIRIT NTT dan mengatakan, ada 21 titik sampah yang dibersihkan dalam operasi ini. Di antara sampah-sampah ini terdapat beberapa bangkai hewan dan salah satu bangkai anjing ditemukan di depan kampus Undana Lama, Jalan Soeharto Kupang.
Karena itu ia mengimbau kepada warga agar mengubur hewan yang mati dan jangan dibuang ke tempat sampah karena mengganggu warga sekitar dan dapat mendatangkan penyakit. Warga juga diminta membuang sampah tepat waktu yaitu sekitar pukul 18.00 hingga pukul 05.00 Wita karena sekitar pukul 05.30 pasukan kuning sudah mulai mengangkut sampah-sampah. *
Read More...

Askes Biru Rp 13 miliar

Laporan ANTARA, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Kota Kupang dalam tahun anggaran 2008, mengalokasikan dana sebesar Rp 13 miliar untuk program asuransi kesehatan (Askes) Biru bagi warga Kota Kupang yang tidak mampu.
Wakil Walikota Kupang, Daniel Hurek, Selasa (8/1/2008), mengatakan, program Askes Biru merupakan salah satu program yang dijanjikan kepada masyarakat Kota Kupang saat kampanye Pilkada bulan Mei lalu.
Dia menjelaskan, program Askes Biru ini akan memberikan kesempatan kepada warga Kota Kupang yang tidak mampu untuk memperoleh pelayanan kesehatan sama dengan masyarakat yang mampu, seperti pejabat eselon I dan II.
"Artinya, kalau biaya kesehatan bagi pejabat pemerintah sebesar Rp 500 ribu misalnya, maka masyarakat juga memperoleh pelayanan dengan biaya yang sama," katanya.
"Jadi tidak ada perbedaan lagi dalam pelayanan kesehatan. Semua warga Kota Kupang memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sama," katanya.
Tujuannya, kata Daniel, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan cerdas, sebagaimana yang diharapkan oleh para pendiri bangsa ini.Secara terpisah, Kepala PT Askes Cabang Kupang, Frans Pareira, mengaku telah mengadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota Kupang untuk membahas teknis pelaksanaannya di lapangan.
"Kami telah mengadakan pertemuan dengan pemerintah Kota Kupang untuk membahas program Askes Biru ini. Kami sangat kagum dengan niat pemerintah Kota Kupang melaksanakan program untuk kesehatan masyarakat ini," katanya.
Dengan program ini, masyarakat yang tidak mampu akan terbantu karena dijamin dengan asuransi kesehatan.
Program Askes Biru ini, kata dia, merupakan pertama di Propinsi NTT, karena pemerintah Kota Kupang yang pertama melakukan terobosan baru untuk memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Dia mengatakan, mekanisme pelaksanaannya, sama dengan program Askes lainnya. "Soal mekanisme pelaksanaan sudah direncanakan oleh pemerintah Kota Kupang, tetapi pada prinsipnya sama dengan program Askes lainnya," katanya.
Mengenai mereka yang berhak menerima, dia mengatakan, sedang disiapkan oleh Dinas Teknis di Pemerintah Kota Kupang, karena mereka yang lebih tahu siapa yang paling berhak menggunakan Askes Biru ini. *
Read More...

Jangan remehkan martabat wanita

Laporan Oby Lewanmeru, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

LABUAN BAJO, SPIRIT--Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Fidelis Pranda, meminta semua komponen masyarakat di daerah itu jangan meremehkan harkat dan martabat wanita karena dapat memicu terjadinya perdagangan manusia, pelecehan dan sebagainya.
"Semua pihak perlu memperhatikan jangan sampai moral kaum wanita dipersempit dan seolah-olah tidak memiliki apa-apa," tegas Bupati Pranda terkait peringatan Hari Ibu ke-79 tingkat Kabupaten Mabar.
Peringatan Hari Ibu ini dipadukan dengan acara Natal bersama bagi umat kristiani, peringatan Hari Ibu ke-79, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Propinsi NTT, dan HUT ke-36 Korpri.
Keempat acara ini digelar, Kamis (27/12/2007) di Aula Youth Center, Labuan Bajo pukul 18.30 Wita hingga 21.00 Wita. Hadir umat kristiani (Katolik dan Protestan), unsur pemerintahan, DPRD, organisasi masyarakat, organisasi wanita, tokoh agama (pastor, suster, pendeta, alim ulama) serta undangan lainnya.
Perayaan Natal bersama diawali dengan pembakaran lilin oleh unsur muspida setempat dilanjutkan pemberitaan firman Tuhan dipimpin Pdt. Sherly Ora Anin. Dalam renungannya, Pendeta Sherly mengajak semua umat bisa mengenang kehadiran Yesus Sang Juru Selamat melalui Bunda Maria.
"Ini suatu karya besar bagi kita semua, yakni kasih Allah kepada kita umatnya di muka bumi. Kita sebagai umat kristiani perlu menyadari hal itu," kata Pdt. Sherly .
Usai ibadah Natal dilanjutkan sambutan dari organisasi wanita, unsur tokoh agama dan pemerintah. Dalam acara ini juga dipamerkan hasil karya anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) berupa motif songke Mabar berupa gaun pengantin.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Rm. Bene Bensi, Pr, mengatakan, dengan kegiatan Natal bersama ini maka umat dituntut menjadikan Natal sebagai suatu pesta solidaritas yang digelar secara sesederhana mungkin.
Bupati Mabar, Drs. Fidelis Pranda, mengatakan, menggelar pesta Natal tahun ini secara bersama menjadi momen tersendiri bagi kerukunan umat beragama di daerah ini.*
Read More...

Bangun daerah butuh konsep ekonomi terpadu

Laporan Oby Lewanmeru, Spirit NTT 7-13 Januari 2008

LABUAN BAJO, SPIRIT--Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Matheus Hamsi, S.Sos, mengatakan, Mabar butuh pengembangan kawasan ekonomi terpadu (KET) untuk memacu ekonomi masyarakat setempat.
Hamsi mengatakan hal ini saat menyampaikan pidato pembukaan sidang II DPRD Tahun 2007 di ruang sidang utama DPRD Mabar, Jumat (4/1/2008).
Menurut Hamsi, membangun daerah ini butuh konsep pengembangan ekonomi terpadu dan terarah sehingga semua potensi andalan/prioritas dan sumber daya manusia yang ada dapat diberdayakan maksimal. "Perlu sebuah kawasan ekonomi terpadu dan terencana agar semua potensi bisa diefektifkan dan akhirnya membawa dampak bagi perekonomian masyarakat," katanya.
Dengan memberdayakan sumber daya manusia dan potensi alam yang ada, demikian Hamsi, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sesuai karakteristik daerah ini demi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi riil yang dapat meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat.
"Kita boleh berbangga karena memilki potensi pariwisata yang popularitasnya menembus pasar internasional, namun hingga kini masih belum berjalan sesuai harapan masyrakat. Ini dilihat dari sejumlah masalah berupa masih terbatasnya penyediaan berbagai fasilitas penunjang industri pariwisata di daerah ini," tegasnya.
Menurut Hamsi, untuk meningkatkan sektor andalan, perlu sinkronisasi program antar berbagai sektor pendukung pariwisata termasuk bekerja sama dengan pelaku pariwisata internasional/asing maupun domestik yang profesional sehingga merangsang pertumbuhan sektor lainnya ke arah lebih baik.
"Untuk pengembangan ekonomi sangat tergantung pada leading sector atau icon daerah ini yakni pariwisata. Sebagai sektor hulu perlu ditingkatkan secara profesional agar mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya. *
Read More...